Kala Siswi Berprestasi Peraih 700 Piala Gagal PPDB Jakarta karena Usia dan Berharap Bangku Kosong...

Kompas.com - 06/07/2020, 10:53 WIB
Aristawidya Maheswari saat menunjukkan salah satu karyanya yang terpilih dipajang di Galeri Nasional pada Juli 2019. Warta Kota/Rangga BaskoroAristawidya Maheswari saat menunjukkan salah satu karyanya yang terpilih dipajang di Galeri Nasional pada Juli 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aristawidya Maheswari (15), anak yatim piatu alumni SMPN 92 Jakarta, belum diterima di SMA negeri mana pun hingga Sabtu (4/7/2020).

Padahal, siswi berprestasi peraih 700 piala itu sudah mengikuti beberapa jalur penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta.

Remaja yang tinggal bersama nenek dan kakeknya di Rusun Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur, tersebut tak lolos PPDB karena faktor usia.

Arista yang berusia 15 tahun 8 bulan kalah saing dengan calon siswa yang berusia lebih tua.

Berulang kali gagal PPDB

Nenek Arista, Siwi Purwanti (60), sudah mendaftarkan cucunya melalui beberapa jalur PPDB, mulai dari jalur prestasi non-akademik, afirmasi untuk pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), zonasi, hingga prestasi akademik.

Namun, Arista selalu gagal meraih kursi sekolah negeri melalui jalur-jalur PPDB tersebut.

Baca juga: Seleksi Usia dalam PPDB Jakarta Dinilai Hambat Program Wajib Belajar 12 Tahun

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat mengikuti jalur prestasi non-akademik, Arista gagal karena prestasinya diraih saat ia duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Padahal, Arista banyak meraih prestasi di bidang seni lukis. Total, ada 700 piala yang telah diraihnya selama mengikuti lomba seni lukis.

Penghargaan yang pernah ia raih, antara lain juara III lomba cipta seni pelajar tingkat nasional dan juara I festival lomba Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Anaknya Tak Lolos PPDB Jakarta karena Berusia Muda, 1.220 Orangtua Mengadu ke Komnas PA

Lukisan Arista mengenai permainan tradisional anak di Ibu Kota juga pernah dipajang di Galeri Nasional pada Juli tahun lalu.

Halaman:
Baca tentang


Video Rekomendasi

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Buru-buru Layani Pembeli, Pengusaha Warteg Minta Aturan Makan 20 Menit Ditiadakan

Jadi Buru-buru Layani Pembeli, Pengusaha Warteg Minta Aturan Makan 20 Menit Ditiadakan

Megapolitan
Viral Foto Pasien Isoman Jajan Bakso, Satpol PP Tegur Pihak Hotel

Viral Foto Pasien Isoman Jajan Bakso, Satpol PP Tegur Pihak Hotel

Megapolitan
Warga Bisa Pinjam Tabung Oksigen Gratis di Kelurahan Ciracas

Warga Bisa Pinjam Tabung Oksigen Gratis di Kelurahan Ciracas

Megapolitan
Pengawasan Warung Makan di Bogor, Kasatpol PP: Agak Sulit Nempatin Anggota di Tiap Titik

Pengawasan Warung Makan di Bogor, Kasatpol PP: Agak Sulit Nempatin Anggota di Tiap Titik

Megapolitan
Video Viral Pencurian Ponsel di Kafe Bermodus Bawa Keluarga, Begini Kronologinya

Video Viral Pencurian Ponsel di Kafe Bermodus Bawa Keluarga, Begini Kronologinya

Megapolitan
Mendagri Minta Pemkot Tangerang Bentuk Tim Khusus Tracing Covid-19

Mendagri Minta Pemkot Tangerang Bentuk Tim Khusus Tracing Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Keluarkan Edaran untuk Pekerja Sektor Esensial

Pemkot Bekasi Keluarkan Edaran untuk Pekerja Sektor Esensial

Megapolitan
Anies Jawab Meme Makan di Warteg dengan Aturan Maksimal 20 Menit

Anies Jawab Meme Makan di Warteg dengan Aturan Maksimal 20 Menit

Megapolitan
PKL Boleh Layani Makan di Tempat, Bima Arya: Maksimal 3 Pengunjung, Waktu Makan 20 Menit

PKL Boleh Layani Makan di Tempat, Bima Arya: Maksimal 3 Pengunjung, Waktu Makan 20 Menit

Megapolitan
PPKM Level 4 di Jakarta, Bengkel hingga 'Barbershop' Boleh Buka

PPKM Level 4 di Jakarta, Bengkel hingga "Barbershop" Boleh Buka

Megapolitan
PPKM Level 4 Masih Berlangsung, Ini Dokumen yang Wajib Dibawa untuk Naik Pesawat atau Kereta Api Jarak Jauh

PPKM Level 4 Masih Berlangsung, Ini Dokumen yang Wajib Dibawa untuk Naik Pesawat atau Kereta Api Jarak Jauh

Megapolitan
Pemkot Bekasi Larang Ibadah Berjemaah di Tempat Ibadah Selama PPKM Level 4

Pemkot Bekasi Larang Ibadah Berjemaah di Tempat Ibadah Selama PPKM Level 4

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Pembuat Surat Swab Palsu di Depok

Polisi Tangkap Komplotan Pembuat Surat Swab Palsu di Depok

Megapolitan
Jumlah Tes PCR Covid-19 di Jakarta Menurun, Ini Penjelasan Dinkes DKI

Jumlah Tes PCR Covid-19 di Jakarta Menurun, Ini Penjelasan Dinkes DKI

Megapolitan
Pemkot Bekasi Izinkan Pedagang Buka Tokonya dengan Kapasitas 50 Persen Pengunjung

Pemkot Bekasi Izinkan Pedagang Buka Tokonya dengan Kapasitas 50 Persen Pengunjung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X