Terdampak Covid-19, Lion Air Potong Gaji Karyawan

Kompas.com - 07/07/2020, 04:55 WIB
Ilustrasi: Lion Air KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIIlustrasi: Lion Air

TANGERANG, KOMPAS.com - Terdampak krisis pandemi Covid-19, maskapai penerbangan Lion Air Group melakukan pemotongan gaji manajemen dan karyawan mereka.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, kebijakan pemotongan gaji tersebut sudah dilakukan pada bulan Maret lalu.

"Lion Air Group melakukan pembicaraan bersama mitra-mitra usaha serta melakukan pemotongan pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2020).

Danang mengatakan, pemotongan gaji dilakukan dengan nilai persentase bervariasi. Semakin besar penghasilan maka semakin besar nilai potongannya.

Baca juga: Lion Air Buka Layanan Rapid Test dengan Harga Miring, Rp 95.000

Saat ini, kata Danang, kebijakan pemotongan gaji tersebut masih dilakukan manajemen Lion Air sampai waktu yang belum ditentukan.

Tidak hanya pemotongan gaji, akibat krisis Covid-19 maskapai dengan logo kepala singa itu mengurangi karyawan kontrak mereka.

"Metode pengurangan berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang," kata Danang.

Namun Danang tidak menyebut berapa jumlah karyawan yang dikurangi akibat krisis Covid-19.

Baca juga: Naik Pesawat Lion Air Bisa Sekalian Rapid Test, Bagaimana Caranya?

Danan menjelaskan, keputusan tersebut terpaksa diambil untuk mempertahankan kelangsungan bisnis dan perusahaan dengan cara merampingkan operasional perusahaan dan mengurangi pengeluaran.

Lion Air berjanji apabila kondisi bisnis perusahaan kembali normal, karyawan yang tidak dilanjutkan kontraknya mendapat prioritas untuk bergabung kembali.

"Karyawan dimaksud (yang tidak diperpanjang kontrak kerja) akan diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di Lion Air Group," tutur Danang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disdik Kota Tangerang Susun Tahap Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi

Disdik Kota Tangerang Susun Tahap Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang: Anak-anak Mulai Jenuh Belajar di Rumah

Disdik Kota Tangerang: Anak-anak Mulai Jenuh Belajar di Rumah

Megapolitan
Netizen Anteng Nonton Admin Grab Berbalas Pantun di Twitter

Netizen Anteng Nonton Admin Grab Berbalas Pantun di Twitter

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Warga Tak Gelar Lomba Panjat Pinang Saat 17 Agustus

Pemprov DKI Minta Warga Tak Gelar Lomba Panjat Pinang Saat 17 Agustus

Megapolitan
Walkot Rahmat Effendy Perkirakan Alat Tes Covid-19 di Bekasi Cukup hingga Desember

Walkot Rahmat Effendy Perkirakan Alat Tes Covid-19 di Bekasi Cukup hingga Desember

Megapolitan
[UPDATE] Grafik 7 Agustus: Depok Zona Merah Nasional dengan 1.383 Kasus Covid-19

[UPDATE] Grafik 7 Agustus: Depok Zona Merah Nasional dengan 1.383 Kasus Covid-19

Megapolitan
Paskibra Upacara HUT Ke-75 RI di Jakarta Utara Hanya Tiga Orang

Paskibra Upacara HUT Ke-75 RI di Jakarta Utara Hanya Tiga Orang

Megapolitan
Ombudsman: Banyak Murid Titipan Setelah PPDB Depok Ditutup karena Kepsek Dapat Tekanan

Ombudsman: Banyak Murid Titipan Setelah PPDB Depok Ditutup karena Kepsek Dapat Tekanan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Penjual Bendera Merah Putih Keluhkan Omzet Turun 50 Persen

Pandemi Covid-19, Penjual Bendera Merah Putih Keluhkan Omzet Turun 50 Persen

Megapolitan
Kaget Pemprov DKI Tak Punya Alat Pengukur Hujan, Anies Minta Anak Buahnya Beli Banyak meski Murah

Kaget Pemprov DKI Tak Punya Alat Pengukur Hujan, Anies Minta Anak Buahnya Beli Banyak meski Murah

Megapolitan
Tetangga Terpapar Covid-19, Puluhan Warga Meruya Utara Swab Test

Tetangga Terpapar Covid-19, Puluhan Warga Meruya Utara Swab Test

Megapolitan
Pembakar Rumah di Ciputat Ditangkap, Motifnya karena Urusan Asmara

Pembakar Rumah di Ciputat Ditangkap, Motifnya karena Urusan Asmara

Megapolitan
Bekasi Deflasi 0,01 Persen, Walkot Gencarkan Program Hidroponik dan Ternak Lele

Bekasi Deflasi 0,01 Persen, Walkot Gencarkan Program Hidroponik dan Ternak Lele

Megapolitan
Empat Pekerja Proyek Stadion JIS Terkena Tumpahan Semen Cor

Empat Pekerja Proyek Stadion JIS Terkena Tumpahan Semen Cor

Megapolitan
Polisi: Pasangan yang Dikepung Warga di Cengkareng Adalah Penjambret

Polisi: Pasangan yang Dikepung Warga di Cengkareng Adalah Penjambret

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X