Kompas.com - 07/07/2020, 17:25 WIB
Pedagang hewan kurban memberi makan kambing. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAPedagang hewan kurban memberi makan kambing.
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggandeng puluhan dokter hewan untuk memeriksa kesehatan hewan kurban.

Kepala Seksi Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangsel Sandra Larasari menjelaskan, terdapat 54 dokter hewan yang akan membantu tim UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskewan) DKP3 Tangsel

"Kami gandeng dokter hewan ada 54 dokter, selain dari dokter yang ada di UPT Puskewan dan dari seksi peternakan," ujar Sandra kepada Kompas.com, Selasa (7/6/2020).

Baca juga: Penjual Hewan Kurban di Kota Tangerang Diprediksi Menurun Akibat Covid-19

Menurut Sandra, para dokter tersebut akan membantu proses pemantauan kesehatan hewan yang diperjualbelikan di lapak-lapak menjelang Hari Raya Idul Adha.

Adapun, 54 dokter hewan itu akan ditempatkan di setiap kelurahan yang ada di wilayah Tangsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi satu kelurahan satu dokter, juga didampingi dari Tim Dinas dan UPT Puskeswan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan DKP3 Pipit Surya Yuniar mengatakan, tidak ada pemeriksaan terkait Covid-19 yang dilakukan terhadap hewan kurban.

Baca juga: Pemotongan Hewan Kurban di Zona Merah Dilakukan di Rumah Penjagalan

Menurut dia jenis penyakit yang mesti diwaspadai dan biasa menjangkit hewan ternak adalah anthrax.

Pemeriksaan kesehatan tersebut juga sekaligus mengecek surat keterangan kesehatan untuk hewan yang didatangkan dari luar daerah.

"Maka itu perlu kita cek surat keterangan kesehatan hewan dan pemeriksaan on the spot secara bertahap," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Depok Kucurkan 'Uang Lelah' Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Pemkot Depok Kucurkan "Uang Lelah" Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

Megapolitan
Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Megapolitan
Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

Megapolitan
Pengakuan Pengemudi Taksi Online yang Tabrak 2 Jambret hingga Tewas: “Saya Kejar, Tabrak, Dia Mental”

Pengakuan Pengemudi Taksi Online yang Tabrak 2 Jambret hingga Tewas: “Saya Kejar, Tabrak, Dia Mental”

Megapolitan
Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Megapolitan
Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Megapolitan
Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Megapolitan
Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Megapolitan
Pemprov DKI Pastikan Tak Akan Ada Laboratorium yang Bandel Pasang Tarif PCR di Atas Rp 275.000

Pemprov DKI Pastikan Tak Akan Ada Laboratorium yang Bandel Pasang Tarif PCR di Atas Rp 275.000

Megapolitan
Jakarta Urutan 28 soal Indeks Kebebasan Pers, Ini Respons Wagub DKI

Jakarta Urutan 28 soal Indeks Kebebasan Pers, Ini Respons Wagub DKI

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 95 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 27 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 95 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Wagub DKI: Jakarta Segera Merespons Penurunan Biaya Tes PCR Jadi Rp 275.000

Wagub DKI: Jakarta Segera Merespons Penurunan Biaya Tes PCR Jadi Rp 275.000

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.