Maling Motor di Lubang Buaya Patah Kaki karena Tertabrak Mobil Saat Kabur

Kompas.com - 07/07/2020, 19:03 WIB
Kevin menunjukkan lokasi dia maling diamuk massa pasca gagal beraksi di ruko kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2020). KOMPAS.COM/WALDA MARISONKevin menunjukkan lokasi dia maling diamuk massa pasca gagal beraksi di ruko kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua maling yang sempat beraksi di depan ruko kawasan Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur sempat ditabrak mobil hingga kakinya patah, Selasa (7/7/2020).

Hal tersebut dikatakan Kevin selaku saksi mata saat ditemui di lokasi. Kevin pun menjelaskan awal mula aksi maling tersebut

Awalnya, dua pelaku yang tengah berboncengan berhenti di sebuah ruko jasa peminjaman dana sekitar pukul 12.00 WIB.

Mereka tampak mengincar satu motor matic berwarna merah yang terparkir di depan ruko.

Baca juga: Kabur Lalu Tertabrak Mobil, Dua Maling Motor Langsung Diamuk Warga

Salah satu pelaku pun coba mengambil motor tersebut dengan kunci T. Namun setelah motor berhasil dihidupkan, pemilik pun sadar dan meneriaki maling dari dalam ruko.

"Pas diteriakin, mereka berdua mau kabur. Ternyata pas kabur bawa motor masing-masing malah tertabrak mobil yang sedang lewat," kata Kevin.

Setelah tertabrak di depan ruko, satu pelaku pun coba melarikan diri dengan berlari.

"Satu lagi enggak bisa lari karena kakinya patah pas ditabrak mobil," tambah Kevin.

Pelariannya pun tidak berlangsung lama. Kedua pelaku akhirnya ditangkap warga dan dipukuli.

Setelah itu, pelaku sempat diamankan anggota TNI. Kemudian para pelaku dibawa ke Polsek Cipayung dengan mobil bak terbuka guna menjalani proses hukum lebih lanjut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X