Hari Terakhir PPDB Jakarta hingga Pukul 15.00 WIB, Masih Ada Kursi Kosong di 115 SMAN

Kompas.com - 08/07/2020, 09:00 WIB
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat menyemprotkan cairan disinfektan di sekolah SMKN 2, Jalan Batu, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2020). Palang Merah Indonesia mengencarkan penyemprotan cairan disinfektan di sekolah di tengah masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat menyemprotkan cairan disinfektan di sekolah SMKN 2, Jalan Batu, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2020). Palang Merah Indonesia mengencarkan penyemprotan cairan disinfektan di sekolah di tengah masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendaftaran jalur tahap akhir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di DKI Jakarta bakal berakhir pada Rabu (8/7/2020) ini.

Jalur tahap akhir ini dibuka sejak 7 Juli 2020 pukul 08.00 hingga 8 Juli 2020 pukul 15.00 WIB.

Jalur ini diperuntukkan bagi calon peserta didik baru (CPDB) yang berdomisili di Jakarta, lulusan tahun 2020 untuk jenjang SMP dan SMA, serta belum diterima pada PPDB jalur sebelumnya.

Baca juga: Banyak Siswa Tersingkir dari PPDB, Politisi PDI-P: Pemprov Harus Beri Subsidi Masuk Sekolah Swasta

Alur pendaftarannya sebagai berikut:

1. Mengakses situs ppdb.jakarta.go.id

2. Pilih jenjang SD/SMP/SMA, lalu pilih tahap akhir

3. Login dengan input nomor peserta dan passsword

4. Klik tombol pilih sekolah

5. Cari nama sekolah, lalu pilih maksimal 3 sekolah

6. Cek ulang pilihan sekolah, jika sudah yakin klik lanjut lalu cetak bukti pendaftaran

7. Cek hasil seleksi secara berkala di menu seleksi pada situs ppdb.jakarta.go.id atau masukkan nomor pendaftaran di kolom pencarian.

Berikut sisa kuota untuk jalur tahap akhir di 115 SMA di DKI Jakarta:

SMA Negeri 1 : 43 siswa

SMA Negeri 2 : 37 siswa

SMA Negeri 3 : 54 siswa

SMA Negeri 4 : 17 siswa

SMA Negeri 5 : 17 siswa

SMA Negeri 6 : 62 siswa

SMA Negeri 7 : 39 siswa

SMA Negeri 8 : 45 siswa

SMA Negeri 9 : 10 siswa

SMA Negeri 10 : 17 siswa

SMA Negeri 11 : 14 siswa

SMA Negeri 12 : 10 siswa

SMA Negeri 13 : 26 siswa

SMA Negeri 14 : 9 siswa

SMA Negeri 15 : 37 siswa

SMA Negeri 16 : 14 siswa

SMA Negeri 17 : 35 siswa

SMA Negeri 18 : 20 siswa

SMA Negeri 19 : 39 siswa

SMA Negeri 20 : 26 siswa

SMA Negeri 21: 38 siswa

SMA Negeri 22 : 35 siswa

SMA Negeri 23 : 24 siswa

SMA Negeri 24 : 22 siswa

SMA Negeri 25 : 15 siswa

SMA Negeri 26 : 25 siswa

SMA Negeri 27 : 14 siswa

SMA Negeri 28 : 26 siswa

SMA Negeri 29 : 34 siswa

SMA Negeri 30 : 11 siswa

SMA Negeri 31 : 51 siswa

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

59 dari 62 Korban Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Telah Teridentifikasi

59 dari 62 Korban Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Telah Teridentifikasi

Megapolitan
Pengakuan Korban Pelecehan Seksual oleh Mantan Bosnya di Ancol, Pelaku Sering Bawa Keris

Pengakuan Korban Pelecehan Seksual oleh Mantan Bosnya di Ancol, Pelaku Sering Bawa Keris

Megapolitan
Setahun Covid-19, Jakarta Jadi Provinsi Pertama yang Tutup Sekolah dan WFH

Setahun Covid-19, Jakarta Jadi Provinsi Pertama yang Tutup Sekolah dan WFH

Megapolitan
2 Karyawati Korban Pelecehan Tak Berani Melawan karena Tersangka Punya Senjata Tajam

2 Karyawati Korban Pelecehan Tak Berani Melawan karena Tersangka Punya Senjata Tajam

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19, Wagub DKI: Terpenting Kepatuhan Masyarakat

Setahun Pandemi Covid-19, Wagub DKI: Terpenting Kepatuhan Masyarakat

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19, Orang Nomor 1 Jadi Pasien Pertama Covid-19 di Kota Bogor

Setahun Pandemi Covid-19, Orang Nomor 1 Jadi Pasien Pertama Covid-19 di Kota Bogor

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19, Wali Kota Bekasi Bilang Capek Juga Biayanya

Setahun Pandemi Covid-19, Wali Kota Bekasi Bilang Capek Juga Biayanya

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual terhadap 2 Karyawati di Kawasan Ancol Bermodus Bisa Meramal

Pelaku Pelecehan Seksual terhadap 2 Karyawati di Kawasan Ancol Bermodus Bisa Meramal

Megapolitan
Vaksinasi Lansia di Depok Dibuka,  Bisa Daftar di Puskesmas atau Lewat Situs Ini

Vaksinasi Lansia di Depok Dibuka, Bisa Daftar di Puskesmas atau Lewat Situs Ini

Megapolitan
Kelapa Dua, Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak di Kebon Jeruk Jadi Lokasi Vaksinasi Dinamis

Kelapa Dua, Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak di Kebon Jeruk Jadi Lokasi Vaksinasi Dinamis

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19: Sempat Terjadi Panic Buying karena Khawatir Lockdown

Setahun Pandemi Covid-19: Sempat Terjadi Panic Buying karena Khawatir Lockdown

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Kembali Bahas Rencana Sekolah Tatap Muka Pasca-vaksinasi Guru

Pemprov DKI Belum Kembali Bahas Rencana Sekolah Tatap Muka Pasca-vaksinasi Guru

Megapolitan
Hanya Dapat 33.400 Dosis Vaksin Covid-19 untuk Tahap Dua, Depok Atur Proporsi

Hanya Dapat 33.400 Dosis Vaksin Covid-19 untuk Tahap Dua, Depok Atur Proporsi

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19: Bandara Soekarno-Hatta Sempat Tutup, tetapi Kasus Pertama Tetap Muncul

Setahun Pandemi Covid-19: Bandara Soekarno-Hatta Sempat Tutup, tetapi Kasus Pertama Tetap Muncul

Megapolitan
Wagub DKI Berharap Kementerian PUPR Memulai Normalisasi Sungai Tahun Ini

Wagub DKI Berharap Kementerian PUPR Memulai Normalisasi Sungai Tahun Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X