Pemkot Jaktim Tandai Hewan Kurban Tak Layak dengan Pylox Warna Merah

Kompas.com - 08/07/2020, 15:46 WIB
Sudin KPKP Jakarta Timur lakukan pemeriksaan hewan kurban di kawasan Kelurahan Dukuh, Jakarta Timur,  Rabu (8/7/2020) KOMPAS.COM/WALDA MARISONSudin KPKP Jakarta Timur lakukan pemeriksaan hewan kurban di kawasan Kelurahan Dukuh, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di beberapa tempat penampungan hewan kurban pada Rabu (8/7/2020) ini.

Salah satu tempat yang diperiksa yakni penampung hewan kurban di kawasan kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Saat meninjau hewan-hewan kurban di lokasi itu,  Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kota Jakarta Timur,  Irma Budiany, mengingatkan masyarakat agar tidak membeli hewan  yang telah ditandai pihaknya.

Hewan yang ditandai pylox warna merah artinya tidak layak untuk dijadikan hewan kurban.

"Kalau misalkan ada sapi yang setelah kami periksa dia sakit, kami beri dia tanda pylox merah. Nah, itu berarti tidak boleh dijual. Kami selalu kasih tanda merah," kata dia saat ditemui, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: Pemkot Larang Warga Jual dan Potong Hewan Kurban di Zona Merah Covid-19

Sapi tidak layak yang dimaksud Irma memiliki beberapa ciri. Ciri pertama yakni mata yang tidak normal (buta sebelah), keadaan gigi yang tidak rata, buah zakar yang tidak bergantung secara sejajar.

"Kakinya juga harus empat dan dalam keadaan sehat. Kami periksa di bagian itu juga," ucap dia.

Dia berharap ciri fisik tersebut dapat jadi bahan pertimbangan warga dalam membeli hewan kurban untuk lebaran Idul Adha nanti yang jatuh pada 31 Juli ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Kelompok Remaja di Jatinegara Tawuran karena Petasan, Seorang Bocah Terluka

Dua Kelompok Remaja di Jatinegara Tawuran karena Petasan, Seorang Bocah Terluka

Megapolitan
Warga 82 RW Zona Merah di Jakarta Diminta Shalat Id di Rumah, Ini Daftarnya

Warga 82 RW Zona Merah di Jakarta Diminta Shalat Id di Rumah, Ini Daftarnya

Megapolitan
Anies Imbau Warga Jakarta Shalat Id di Rumah

Anies Imbau Warga Jakarta Shalat Id di Rumah

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Megapolitan
UPDATE: Tambah 84 Kasus di Depok, 1.219 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 84 Kasus di Depok, 1.219 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kabupaten Bekasi, 4 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kabupaten Bekasi, 4 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Anies Bersyukur Malam Takbiran di Jakarta Berjalan Aman dan Tanpa Kerumunan

Anies Bersyukur Malam Takbiran di Jakarta Berjalan Aman dan Tanpa Kerumunan

Megapolitan
Anies: Terima Kasih Warga Jabodetabek yang Memilih Tidak Mudik

Anies: Terima Kasih Warga Jabodetabek yang Memilih Tidak Mudik

Megapolitan
Arus Lalu Lintas Malam Lebaran di Jalan MH Thamrin Ramai Lancar, Aparat Bersiaga di Bundaran HI

Arus Lalu Lintas Malam Lebaran di Jalan MH Thamrin Ramai Lancar, Aparat Bersiaga di Bundaran HI

Megapolitan
Kawasan Tebet Ramai Didatangi Pembeli Pakaian pada Malam Lebaran

Kawasan Tebet Ramai Didatangi Pembeli Pakaian pada Malam Lebaran

Megapolitan
Larangan Ziarah Kubur Bikin Omzet Penjual Bunga Merosot padahal Sudah Terlanjur Utang

Larangan Ziarah Kubur Bikin Omzet Penjual Bunga Merosot padahal Sudah Terlanjur Utang

Megapolitan
Pantau Protokol Kesehatan Saat Shalat Id, Pemkot Bekasi Kerahkan 13.000 Aparatur

Pantau Protokol Kesehatan Saat Shalat Id, Pemkot Bekasi Kerahkan 13.000 Aparatur

Megapolitan
Hari Ketujuh Larangan Mudik, Pemprov DKI Terima 5.280 Permohonan SIKM

Hari Ketujuh Larangan Mudik, Pemprov DKI Terima 5.280 Permohonan SIKM

Megapolitan
Masjid Keramat Luar Batang Akan Gelar Shalat Id, Kapasitas Hanya 50 Persen

Masjid Keramat Luar Batang Akan Gelar Shalat Id, Kapasitas Hanya 50 Persen

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Minta Warga Laksanakan Shalat Id di Rumah

Wali Kota Jakbar Minta Warga Laksanakan Shalat Id di Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X