Kompas.com - 08/07/2020, 22:43 WIB
Ilustrasi pekerja seks  Lebanonews.netIlustrasi pekerja seks
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjaring delapan pekerja seks komersial (PSK) yang masih beroperasi di kawasan Bekasi.

Mereka ditangkap di Jalan Juanda, Taman Cut Mutia, Bekasi Timur pada Selasa (7/7/2020) malam.

“Kegiatan penertiban tersebut mulai dari wilayah Taman Kota Jalan Cut Mutia sekitar pukul 22.00 malam hingga selesai,” ujar Kassubag Humas Pemkot Bekasi Sayekti Rubiah, melalui keterangan tertulis, Rabu (8/7/2020).

Sayekti mengatakan, penertiban PSK tersebut atas dasar aduan masyarakat yang resah akan aktivitas PSK di lingkungan Bekasi Timur.

Baca juga: Remaja yang Dijadikan PSK di Koja, Diberi Upah Rp 50.000-Rp 100.000

Pasalnya, warga khawatir para pemuda wilayah tersebut terpengaruh buruk dengan adanya aktivitas PSK.

“Warga juga khawatir wilayah tersebut menjadi wadah penularan penyakit berbahaya seperti HIV atau AIDS,” ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sayekti mengatakan, PSK yang terjaring penertiban langsung dibawa ke rumah singgah Dinas Sosial Kota Bekasi di wilayah Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya.

Di sana, mereka akan dibina dengan harapan tidak kembali lagi ke jalan.

“Diharapkan PSK tidak lagi beraktivitas di jalan kembali dengan adanya penertiban ini,” tutur dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Aktif Covid-19 di Jakbar Tercatat 5.000-an Setelah Sempat Sentuh Angka 14.000

Kasus Aktif Covid-19 di Jakbar Tercatat 5.000-an Setelah Sempat Sentuh Angka 14.000

Megapolitan
Inovasi Pemkot Depok Jadikan 'Sedekah' Alternatif Bantuan bagi Warga Terdampak PPKM, Sudah Himpun Rp 200 Juta

Inovasi Pemkot Depok Jadikan "Sedekah" Alternatif Bantuan bagi Warga Terdampak PPKM, Sudah Himpun Rp 200 Juta

Megapolitan
UPDATE: Pasien Aktif Covid-19 di Tangsel Melonjak Jadi 10.467 Orang

UPDATE: Pasien Aktif Covid-19 di Tangsel Melonjak Jadi 10.467 Orang

Megapolitan
UPDATE: 711 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 12 Pasien Wafat

UPDATE: 711 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 12 Pasien Wafat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Sebagian Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Sebagian Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok Hujan

Megapolitan
Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Megapolitan
Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Megapolitan
Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X