Pemkot Bogor Izinkan Toko Mitra 10 Beroperasi Usai Ditutup karena Jadi Klaster Penyebaran Covid

Kompas.com - 09/07/2020, 21:19 WIB
Seorang petugas sekuriti di Toko Mitra 10, Jalan Raya Sholeh Iskandar, sedang menutup pintu gerbang area toko dengan spanduk, Kamis (18/6/2020). Seluruh karyawan Toko Mitra 10 Bogor yang berstatus ODP menjalani tes swab setelah tiga orang karyawan di sana dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSeorang petugas sekuriti di Toko Mitra 10, Jalan Raya Sholeh Iskandar, sedang menutup pintu gerbang area toko dengan spanduk, Kamis (18/6/2020). Seluruh karyawan Toko Mitra 10 Bogor yang berstatus ODP menjalani tes swab setelah tiga orang karyawan di sana dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengizinkan toko bahan bangunan Mitra 10 untuk beroperasi kembali usai ditutup akibat ditemukannya kasus positif Covid-19 yang memapari 21 orang yang merupakan pegawai dan juga keluarga karyawan di sana.

Bahkan, Pemkot Bogor menyatakan kasus positif yang terjadi di toko tersebut telah membentuk klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim menjelaskan, diizinkannya kembali operasional toko Mitra 10 karena sudah memenuhi persyaratan yang sebelumnya diminta oleh pemerintah daerah.

Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh manajemen Mitra 10 untuk bisa beroperasi lagi adalah melakukan pembatasan atau meminimalisir jumlah karyawan yang berinteraksi dengan pengunjung.

Baca juga: 3 Pekerja Positif Covid-19, Bima Arya Minta Mitra 10 di Bogor Tutup

Selanjutnya, toko Mitra 10 diminta untuk menutup kantin dan memperbaiki sirkulasi udara di dalam toko. Termasuk, menyiapkan ruang isolasi, pemakaian alat pelindung diri (APD) kepada karyawan selama bekerja, menyambungkan koneksi CCTV toko ke Balai Kota, serta menerapkan protokol kesehatan selama beroperasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita izinkan buka karena sudah memenuhi persyaratan itu," kata Dedie, Kamis (9/7/2020).

"Kita minta persyaratan hasil sidak pengawasan beberapa hari lalu SOP protokol kesehatan Covid-19 harus betul-betul dijalankan," sambungnya.

Dedie menambahkan, meski sudah diizinkan buka, namun pemerintah daerah memberikan waktu masa uji coba operasional selama tujuh hari ke depan terhadap toko tersebut.

Hal itu, lanjut Dedie, untuk memastikan bahwa toko Mitra 10 benar-benar bisa menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat lagi.

Baca juga: Pasien Positif Klaster Mitra 10 Bogor Bertambah, Kini 12 Orang Terkonfirmasi

Setelah masa uji coba tersebut, Pemkot Bogor akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah toko Mitra 10 bisa meneruskan operasionalnya atau ada catatan yang harus diperbaiki.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Perumahan di Tangerang Protes Pemetaan Google Street View: Petugas Pakai Surat Endorse

Warga Perumahan di Tangerang Protes Pemetaan Google Street View: Petugas Pakai Surat Endorse

Megapolitan
Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir di 30 Titik Rawan Terendam

Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir di 30 Titik Rawan Terendam

Megapolitan
Operasi Pangan Murah, 80 Warga Kelapa Gading Beli Sembako Setengah Harga

Operasi Pangan Murah, 80 Warga Kelapa Gading Beli Sembako Setengah Harga

Megapolitan
UI dan PBNU Teken Kerja Sama, Said Aqil: Saya Khawatir Radikalisme Tumbuh Subur di Kampus

UI dan PBNU Teken Kerja Sama, Said Aqil: Saya Khawatir Radikalisme Tumbuh Subur di Kampus

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Tertimpa Penumpang Lainnya yang Berhamburan di Lantai

Cerita Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Tertimpa Penumpang Lainnya yang Berhamburan di Lantai

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Cari Ponselnya yang Terlempar, Ketemu di Polda Metro

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Cari Ponselnya yang Terlempar, Ketemu di Polda Metro

Megapolitan
'Pak Ogah' Kabur Setelah Motor yang Dibantunya Terobos Rel Tertabrak KRL

"Pak Ogah" Kabur Setelah Motor yang Dibantunya Terobos Rel Tertabrak KRL

Megapolitan
Hasil Swab Antigen Masih Bisa Digunakan Calon Penumpang Kereta Api

Hasil Swab Antigen Masih Bisa Digunakan Calon Penumpang Kereta Api

Megapolitan
Pemprov DKI Ajukan Rencana KUA-PPAS 2022 Sebesar Rp 80,15 Triliun

Pemprov DKI Ajukan Rencana KUA-PPAS 2022 Sebesar Rp 80,15 Triliun

Megapolitan
Dua Pintu Air di Jakarta Berstatus Siaga

Dua Pintu Air di Jakarta Berstatus Siaga

Megapolitan
Pelanggan Indomaret Bisa Lapor Polisi jika Diminta Uang Parkir, Direktur Sebut Sudah Koordinasi dengan Aparat

Pelanggan Indomaret Bisa Lapor Polisi jika Diminta Uang Parkir, Direktur Sebut Sudah Koordinasi dengan Aparat

Megapolitan
Jasad Pria di Taman Kota Bekasi, Polisi: Wajah Hancur dan Tangan Terikat

Jasad Pria di Taman Kota Bekasi, Polisi: Wajah Hancur dan Tangan Terikat

Megapolitan
3 Taman Tematik di Kota Tangerang Dibuka Lagi Mulai 30 Oktober, Pengunjung Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

3 Taman Tematik di Kota Tangerang Dibuka Lagi Mulai 30 Oktober, Pengunjung Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Sedang Istirahat di Hutan Kota Bekasi, Petugas Dishub Temukan Jasad Pria dengan Wajah Rusak

Sedang Istirahat di Hutan Kota Bekasi, Petugas Dishub Temukan Jasad Pria dengan Wajah Rusak

Megapolitan
Harga Minyak Goreng di Pasar Slipi Jaya Melambung Tinggi Sejak Dua Bulan Lalu

Harga Minyak Goreng di Pasar Slipi Jaya Melambung Tinggi Sejak Dua Bulan Lalu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.