Ibadah Haji 2020 Batal, Penjualan Sapi Kurban Diprediksi Meningkat

Kompas.com - 10/07/2020, 07:17 WIB
Sapi limosin di lapak sapi kurban Sumiland Farm, Jagakarsa, Jakarta, Kamis (9/7/2020) sore. Pedagang sapi kurban di sekitar Jalan Raya Lenteng Agung mulai berjualan sejak awal Juli 2020. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSapi limosin di lapak sapi kurban Sumiland Farm, Jagakarsa, Jakarta, Kamis (9/7/2020) sore. Pedagang sapi kurban di sekitar Jalan Raya Lenteng Agung mulai berjualan sejak awal Juli 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang sapi kurban di Lenteng Agung, Jakarta memprediksi pembatalan ibadah haji tahun 2020 akan meningkatkan penjualan sapi kurban di tengah masa pandemi Covid-19.

Pembatalan ibadah haji dinilai akan mendorong calon jemaah haji yang gagal berangkat membeli sapi kurban.

"Kalau kami prediksi akan banyak yang kurban tahun ini. Karena haji ditutup, mereka yang sudah niat berangkat lalu tak berangkat jadi beli sapi kurban," ujar Marketing Sumiland Farm, Arpan Dadi saat ditemui Kompas.com di lapaknya, Kamis (9/7/2020) sore.

Baca juga: Seminggu Gelar Lapak, Puluhan Sapi Kurban di Lenteng Agung Terjual

Menurut dia, penjualan sapi kurban akan berjalan seperti biasa. Pasalnya, kondisi pandemi Covid-19 mendorong orang untuk semakin berbuat baik, salah satunya dengan cara berkurban.

"Dari penjualan 20 sapi kurban kami, dua orang pembeli itu gagal haji tahun ini," tambah Arpan.

Ia menilai, calon jemaah haji akan menghilangkan kekecewaannya gagal berangkat dengan membeli sapi kurban.

Dengan berkurban, calon jemaah haji akan bisa berderma ke masyarakat yang membutuhkan.

Marketing Sumiland Farm, Arpan Dadi menunjukkan sapi limosin yang ada di lapaknya di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Pedagang sapi kurban di sekitar Jalan Raya Lenteng Agung mulai berjualan sejak awal Juli 2020.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Marketing Sumiland Farm, Arpan Dadi menunjukkan sapi limosin yang ada di lapaknya di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Pedagang sapi kurban di sekitar Jalan Raya Lenteng Agung mulai berjualan sejak awal Juli 2020.

Koordinator Lembu Mukti Qurban, Ari berpendapat serupa. Para jemaah haji yang gagal berangkat akan mengalihkan uang haji ke sapi kurban.

Baca juga: Pemkot Larang Warga Jual dan Potong Hewan Kurban di Zona Merah Covid-19

"Banyak yang telepon kami untuk beli sapi itu calon-calon haji yang gagal berangkat. Mereka bilang biar berkah hajinya tahun besok karena ngga jadi berangkat sekarang," ujar Ari saat ditemui di lapaknya.

Para calon jemaah haji yang gagal berangkat pikir dengan berkurban bisa membantu masyarakat sekitar yang menderita karena pandemi Covid-19.

Dari catatan penjualannya, 4 dari 16 pembeli sapi kurbannya adalah calon jemaah haji yang gagal berangkat tahun ini.

Kementerian Agama memutuskan membatalkan perjalanan jemaah haji tahun 2020. Keputusan tersebut dikeluarkan Menteri Agama Fachrul Razi, Selasa (2/6/2020).

Kendati demikian, diakui Fachrul, keputusan ini dilakukan sepihak oleh pemerintah Indonesia, mengingat Arab Saudi belum membuka akses bagi jemaah haji dari manapun.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Lantik Kepala Badan Pendapatan Daerah dan Kepala Biro Kerjasama Daerah yang Baru

Anies Lantik Kepala Badan Pendapatan Daerah dan Kepala Biro Kerjasama Daerah yang Baru

Megapolitan
Pemuda 19 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Menteng, Tinggalkan Sepucuk Surat Wasiat

Pemuda 19 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Menteng, Tinggalkan Sepucuk Surat Wasiat

Megapolitan
Susul Demokrat, PKS Resmi Dukung Azizah Ma'ruf-Ruhamaben di Pilkada Tangsel

Susul Demokrat, PKS Resmi Dukung Azizah Ma'ruf-Ruhamaben di Pilkada Tangsel

Megapolitan
11.000 Warga Antre di Kejari Jakbar, Pelayanan Dibatasi karena Khawatir Covid-19

11.000 Warga Antre di Kejari Jakbar, Pelayanan Dibatasi karena Khawatir Covid-19

Megapolitan
Cerita di Balik Monumen Kali Bekasi, tentang Pembantaian Tentara Jepang dan Sungai yang Memerah

Cerita di Balik Monumen Kali Bekasi, tentang Pembantaian Tentara Jepang dan Sungai yang Memerah

Megapolitan
BKD Depok Telah Pakai Rp 90 M untuk Tangani Covid-19

BKD Depok Telah Pakai Rp 90 M untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Ada Panjat Pinang Virtual di #PestaSatu7an dari Grab, Ikut Yuk

Ada Panjat Pinang Virtual di #PestaSatu7an dari Grab, Ikut Yuk

Megapolitan
UPDATE 14 Agustus: Tambah 575 Pasien, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 28.438

UPDATE 14 Agustus: Tambah 575 Pasien, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 28.438

Megapolitan
Diambil Alih Pemkot Tangsel, Monumen Palagan Lengkong Direhabilitasi

Diambil Alih Pemkot Tangsel, Monumen Palagan Lengkong Direhabilitasi

Megapolitan
Berkaca Nol Kasus Covid-19 di Parung Jaya, Kota Tangerang Kerahkan Tokoh Agama

Berkaca Nol Kasus Covid-19 di Parung Jaya, Kota Tangerang Kerahkan Tokoh Agama

Megapolitan
Banyak Warga Langgar Protokol Kesehatan, 32 Kawasan Khusus Pesepeda Ditiadakan Sementara

Banyak Warga Langgar Protokol Kesehatan, 32 Kawasan Khusus Pesepeda Ditiadakan Sementara

Megapolitan
Lolos UI Jalur SBMPTN 2020, Ini 4 Tahap yang Harus Dilakukan Calon Mahasiswa

Lolos UI Jalur SBMPTN 2020, Ini 4 Tahap yang Harus Dilakukan Calon Mahasiswa

Megapolitan
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kepulauan Seribu Tetap Gelar Upacara Bendera

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kepulauan Seribu Tetap Gelar Upacara Bendera

Megapolitan
Pemkot Tangerang Buka Pendaftaran Modal Usaha untuk Karyawan Kena PHK

Pemkot Tangerang Buka Pendaftaran Modal Usaha untuk Karyawan Kena PHK

Megapolitan
UI Terima 1.678 Mahasiswa Baru dari Jalur SBMPTN 2020

UI Terima 1.678 Mahasiswa Baru dari Jalur SBMPTN 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X