UI Kerja Sama dengan Kementerian Desa Riset Program Ketahanan Ekonomi

Kompas.com - 10/07/2020, 11:02 WIB
Prof Ari Kuncoro, SE, MA, PhD yang terpilih sebagai Rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2019-2024. Dok. Universitas IndonesiaProf Ari Kuncoro, SE, MA, PhD yang terpilih sebagai Rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2019-2024.

DEPOK, KOMPAS.com - Universitas Indonesia (UI) menjalin sinergi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) RI untuk melakukan riset dan menelurkan ide-ide dalam meningkatkan ketahanan desa.

Kerja sama tersebut sejauh ini berkisar pada kajian yang diinisiasi Kemendes-PDTT seputar peran komunitas dan jaringan digital dalam membangun desa, penguatan BUMDes untuk kebangkitan ekonomi dan ketahanan pangan desa pascapandemi Covid-19, serta inovasi dan digitalisasi UMKM di tengah pandemi.

"Lembaga internasional memprediksi pertumbuhan ekonomi yang negatif, termasuk Indonesia. Bagi Indonesia, tidak ada cara lain selain mencari terobosan agar penyebaran pandemi tidak menutup perekonomian," kata Rektor UI, Ari Kuncoro melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (10/7/2020).

Baca juga: Ketahanan Pangan, Kunci Menuju Ekonomi New Normal

Terobosan yang dimaksud Ari ialah sejenis pemberdayaan ekonomi desa, yang dipandang akan membantu ketahanan masyarakat desa di era pandemi Covid-19.

Langkah itu dianggap juga akan sanggup untuk bantu menyelamatkan ekonomi nasional karena mengamankan produksi nasional yang ada di pedesaan sehingga suplai ke masyarakat perkotaan tetap ada.

"Ini sangat relevan karena bagian dari produksi nasional itu berada di pedesaan, sementera sebagian dari sisi permintaan ada di kota," tambah Ari.

Ia membeberkan beberapa mekanisme yang dapat dilakukan guna mempertahankan kekuatan desa.

Beberapa mekanisme dan dampak yang diharapkan bersifat jangka panjang, yakni desa yang berdaya di masa depan.

Riset-riset itu diharapkan mampu mempertahankan nilai tukar kota dan desa sehingga bukan hanya di kota saja kehidupan yang layak tetapi juga di desa.

Dengan demikian, generasi muda dari pedesaan tak perlu lari ke kota dan tetap dapat hidup sekaligus mengembangkan desanya walaupun tak harus menjadi petani di sawah.

"Mereka tidak perlu langsung bekerja di lahan pertanian, tapi turut membantu pengembangan pertanian untuk meningkatkan nilai tambah pertanian, misalnya pembibitan, pemasaran, pergudangan termasuk juga ide membuat marketplace sehingga dapat melakukan pengiriman barang pertanian melalui teknologi," ujar Ari memberi contoh.

Baca juga: Ketahanan Ekonomi Indonesia Dipakai Jadi Contoh di Pertemuan IMF-Bank Dunia

Berkaitan dengan rencana riset ini, UI sendiri memiliki Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

UI juga mempunyai UKM Center yang berkutat dengan isu penguatan usaha pelaku usaha menengah dan kecil.

"Dengan demikian kehidupan para petani dapat dipertahankan. Desa tidak hanya sebagai pertanian tapi ada yang lain kerajinan tangan, pariwisata, dan pendidikan, serta penelitian dan pengembangan," ungkap Ari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

Megapolitan
Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Megapolitan
Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Megapolitan
Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Megapolitan
50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Megapolitan
18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

Megapolitan
UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Megapolitan
Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Megapolitan
Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Direktur RSUD Depok: Kami Tambah ICU dan Ruang Isolasi Pasien Covid-19, Langsung Penuh Lagi

Direktur RSUD Depok: Kami Tambah ICU dan Ruang Isolasi Pasien Covid-19, Langsung Penuh Lagi

Megapolitan
Suami Nindy Ayunda Miliki Senpi Ilegal sejak 2018

Suami Nindy Ayunda Miliki Senpi Ilegal sejak 2018

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X