Kompas.com - 13/07/2020, 08:01 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, Pemprov DKI Jakarta menemukan ribuan kasus baru Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berujar, sejak 4 Juni hingga 12 Juli 2020, ada 6.748 kasus baru Covid-19.

“Kita menemukan 6.748 kasus baru memang karena kita aktif melakukan tracing, tapi selama ini tambah kasusnya, tapi positivity rate-nya di bawah 5 persen,” kata Anies dalam video yang diunggah Pemprov DKI Jakarta pada Minggu (12/7/2020).

Baca juga: Anies Peringatkan Warga Jakarta soal Lonjakan Kasus Covid-19

Jika dilihat dari jumlah orang yang dites oleh Pemprov DKI, memang terus mengalami peningkatan.

Bahkan, Anies mengklaim bahwa saat ini jumlah pemeriksaan kesehatan dengan metode PCR di Ibu Kota mencapai tiga kali lipat dari standar yang ditetapkan WHO.

Namun, jika dilihat dari angka positivity rate, atau persentase jumlah hasil positif dalam sekali pengetesan sejak PSBB transisi, angka itu cenderung naik.

Pada pekan pertama PSBB transisi per 4-10 Juni, Pemprov DKI melakukan tes pada 21.197 orang, di mana 4,4 persen dari jumlah tersebut dinyatakan terpapar Covid-19.

Penurunan positivity rate sempat terjadi di pekan setelahnya, yakni pada 11-17 Juni 2020. Dari 27.091 orang yang diperiksa, hanya 3,1 persen yang dinyatakan positif.

Baca juga: Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Namun, setelah itu, jumlah positivity rate DKI perlahan mulai menanjak. Pada tanggal 8-24 Juni ada 29.873 orang yang dites, angka positivity rate sedikit meningkat di 3,7 persen.

Kemudian, peningkatan kembali terjadi di tanggal 25 Juni-1 Juli. Ada 31.085 orang yang dites PCR, kemudian positivity rate-nya 3,9 persen.

Peningkatan terus terjadi di tanggal 2-8 Juli, di mana ada 34.007 yang dites PCR, positivity rate-nya mencapai 4,8 persen.

Puncak kenaikan positivity rate terjadi pada Minggu (12/7/2020), dengan catatan 10,5 persen atau meningkat lebih dari dua kali lipat.

“Ini adalah satu peringatan bagi kita semua bahwa kita harus lebih waspada, lebih disiplin. Karena itu, saya secara khusus menyampaikan ini kepada seluruh masyarakat Jakarta. Jangan anggap enteng. Jangan anggap ringan. Jangan merasa kita sudah terbebas dari wabah Covid-19,” ucap Anies.

Adapun dalam sepekan terakhir, Provinsi DKI Jakarta tiga kali mencatatkan penambahan kasus Covid-19 terbanyak.

Penambahan itu terjadi pada Rabu (8/7/2020) dengan 344 kasus, Sabtu (11/7/2020) dengan 359 kasus, dan Minggu (12/7/2020) dengan 404 kasus.

Anies menyampaikan bahwa sebanyak 66 persen di antara penambahan kasus positif tersebut berasal dari orang yang tak memiliki gejala klinis.

Hal ini cenderung berbahaya karena rata-rata dari mereka tidak tahu bahwa sedang terinfeksi Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Rekonstruksi Rudolf Tobing Bunuh Icha di Apartemen: Terencana dan Penuh Tipu Muslihat

Fakta Rekonstruksi Rudolf Tobing Bunuh Icha di Apartemen: Terencana dan Penuh Tipu Muslihat

Megapolitan
Bisa Kah Mal Sepi di Jakarta Bangkit dari Keterpurukan?

Bisa Kah Mal Sepi di Jakarta Bangkit dari Keterpurukan?

Megapolitan
Momen Menegangkan Saat Truk Tanpa Sopir Meluncur Tabrak Balita hingga Tewas

Momen Menegangkan Saat Truk Tanpa Sopir Meluncur Tabrak Balita hingga Tewas

Megapolitan
Sederet Kebijakan Kontroversial Pemkot Depok, dari Perda Kota Religius hingga Pemasangan 'Barcode' Pohon

Sederet Kebijakan Kontroversial Pemkot Depok, dari Perda Kota Religius hingga Pemasangan "Barcode" Pohon

Megapolitan
Kampung Susun Bayam dan Model Penataan Kampung

Kampung Susun Bayam dan Model Penataan Kampung

Megapolitan
Berburu Diskon di Mal Kelapa Gading Jelang Natal dan Tahun Baru 2023

Berburu Diskon di Mal Kelapa Gading Jelang Natal dan Tahun Baru 2023

Megapolitan
Prakiraan Cuaca di Jakarta, BMKG: Seluruh Wilayah DKI Diperkirakan Diguyur Hujan pada Malam Hari

Prakiraan Cuaca di Jakarta, BMKG: Seluruh Wilayah DKI Diperkirakan Diguyur Hujan pada Malam Hari

Megapolitan
Dangdut Akan Didaftarkan Jadi Warisan Tak Benda, Rhoma Irama: Suatu Kebanggaan Buat Kami

Dangdut Akan Didaftarkan Jadi Warisan Tak Benda, Rhoma Irama: Suatu Kebanggaan Buat Kami

Megapolitan
Polisi Ungkap Motif dan Penyebab Kematian Keluarga di Kalideres, Jumat Besok

Polisi Ungkap Motif dan Penyebab Kematian Keluarga di Kalideres, Jumat Besok

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Apa Itu Buli-buli yang ada di TKP Sekeluarga Tewas di Kalideres? | Tumbangnya Kejayaan Mal Jakarta | Fakta Baru Balita Tewas di Tangan Pacar Ibu

[POPULER JABODETABEK] Apa Itu Buli-buli yang ada di TKP Sekeluarga Tewas di Kalideres? | Tumbangnya Kejayaan Mal Jakarta | Fakta Baru Balita Tewas di Tangan Pacar Ibu

Megapolitan
Dishub Minta Dinkes Cek Kesehatan Pramudi Jelang Libur Akhir Tahun, Sopir AKAP: Biar Enggak Sakit di Jalan

Dishub Minta Dinkes Cek Kesehatan Pramudi Jelang Libur Akhir Tahun, Sopir AKAP: Biar Enggak Sakit di Jalan

Megapolitan
Jadwal Konser dan Festival Musik Tahun 2023 di Jakarta

Jadwal Konser dan Festival Musik Tahun 2023 di Jakarta

Megapolitan
4 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Depok

4 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Depok

Megapolitan
Rute Transjakarta 5B Stasiun Tebet-BNN

Rute Transjakarta 5B Stasiun Tebet-BNN

Megapolitan
Jadwal Konser K-pop dan Fan Meeting Tahun 2023 di Jakarta

Jadwal Konser K-pop dan Fan Meeting Tahun 2023 di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.