Kompas.com - 13/07/2020, 14:35 WIB
Ilustrasi cincin kawin dan mahar. SHUTTERSTOCK/STANI GIlustrasi cincin kawin dan mahar.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang berencana mengizinkan acara resepsi pernikahan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, pihaknya sudah membicarakan rencana tersebut ke Gubernur Banten Wahidin Halim untuk dipertimbangkan sebagai satu kelonggaran dalam PSBB.

"Ada acara pernikahan itu saya laporin. Kita minta arahan, ini kan banyak yang kawinan, apa dibuka (atau tidak) kapasitas berapa seperti apa dan bagaimana," ujar Arief saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Wali Kota Tangerang Ingin Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang

Arief mengatakan, salah satu yang menjadi prosedur protokol kesehatan selama resepsi pernikahan adalah tidak ada acara makan dengan cara prasmanan.

"Yang pasti kita tidak menyarankan prasmanan," tutur dia.

Acara makan dalam resepsi, lanjut dia, bisa diganti dengan nasi kotak atau kupon yang bisa digunakan untuk stand makanan yang disediakan di tempat acara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena prasmanan sendok (digunakan) sama banyak orang," ujar dia.

Baca juga: Pemprov DKI Masih Larang Resepsi Pernikahan karena Rentan Penularan Covid-19

Arief menambahkan, gambaran ke depan masih didiskusikan seperti jumlah tamu maksimal dan tempat-tempat yang boleh diselenggarkan resepsi pernikahan.

"Kita tidak anjurkan mereka resepsi di rumah. Kita anjurkan resepsi di masjid, di lapangan dan lain-lain yang ruang-ruang besar-besar. Dibatasi untuk akad nikah, misal 25 (orang), resepsi berapa, kapasitas kita mulai dari 25 persen," tutur dia.

PSBB di Kota Tangerang kembali diperpanjang sampai dengan 26 Juli 2020.

PSBB diperpanjang karena dikhawatiran akan ada euforia di masyarakat apabila status PSBB dicabut dan kasus Covid-19 kembali tak terkendali.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Satu Tersangka Pengiriman Sabu Lintas Negara

Polisi Tangkap Satu Tersangka Pengiriman Sabu Lintas Negara

Megapolitan
Saat Pemprov DKI Kesulitan Mencari Tenaga Kesehatan Profesional…

Saat Pemprov DKI Kesulitan Mencari Tenaga Kesehatan Profesional…

Megapolitan
Asosiasi Pusat Belanja: Sertifikat Vaksin Belum Jadi Syarat Resmi Masuk Mal

Asosiasi Pusat Belanja: Sertifikat Vaksin Belum Jadi Syarat Resmi Masuk Mal

Megapolitan
Meski Kasus Covid-19 Menurun, Pemprov DKI Tetap Perpanjang Rekrutmen Tenaga Kesehatan

Meski Kasus Covid-19 Menurun, Pemprov DKI Tetap Perpanjang Rekrutmen Tenaga Kesehatan

Megapolitan
Pemkab Bekasi Targetkan 50 Persen Warga Sudah Divaksinasi Covid-19 pada Akhir Agustus 2021

Pemkab Bekasi Targetkan 50 Persen Warga Sudah Divaksinasi Covid-19 pada Akhir Agustus 2021

Megapolitan
Soal Bansos Telat Cair, Wagub DKI: Masih Pemadanan Data dengan Kemensos

Soal Bansos Telat Cair, Wagub DKI: Masih Pemadanan Data dengan Kemensos

Megapolitan
Viral Pengumuman Pengunjung Wajib Bawa Sertifikat Vaksin, Manajemen Pondok Indah Mall Merevisi

Viral Pengumuman Pengunjung Wajib Bawa Sertifikat Vaksin, Manajemen Pondok Indah Mall Merevisi

Megapolitan
Jadwal, Lokasi, dan Kuota Sentra Vaksinasi Kolaborasi di Jakarta sampai 20 Agustus 2021

Jadwal, Lokasi, dan Kuota Sentra Vaksinasi Kolaborasi di Jakarta sampai 20 Agustus 2021

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Bekasi Masih Larang Ibadah Berjemaah di Tempat Ibadah

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Bekasi Masih Larang Ibadah Berjemaah di Tempat Ibadah

Megapolitan
Gelar Belajar Tatap Muka karena Desakan Orangtua Murid, PAUD di Cipayung Ditutup Sementara

Gelar Belajar Tatap Muka karena Desakan Orangtua Murid, PAUD di Cipayung Ditutup Sementara

Megapolitan
Pungli Bansos Tunai di Depok, Warga Cimanggis Mengaku Diancam Dipersulit oleh Ketua RT

Pungli Bansos Tunai di Depok, Warga Cimanggis Mengaku Diancam Dipersulit oleh Ketua RT

Megapolitan
BOR di RSUP Sitanala Sentuh 40 Persen, Tak Ada Lagi Antrean Pasien

BOR di RSUP Sitanala Sentuh 40 Persen, Tak Ada Lagi Antrean Pasien

Megapolitan
Polisi Buru Penyelundup 16 Kg Sabu lewat Pengiriman Patung dari Afrika

Polisi Buru Penyelundup 16 Kg Sabu lewat Pengiriman Patung dari Afrika

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rusun Nagrak Kini Berjumlah 61 Orang

Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rusun Nagrak Kini Berjumlah 61 Orang

Megapolitan
NIK Dipakai Orang Lain di Tangsel, Warga Jakarta Tunda Vaksinasi Covid-19

NIK Dipakai Orang Lain di Tangsel, Warga Jakarta Tunda Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X