SMAN 2 Depok Kumpulkan Murid Pagi Tadi, Pemkot Janji Besok Tak Ada Lagi

Kompas.com - 13/07/2020, 19:26 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Depok, Dadang Wihana, di Hotel Bumiwiyata, Margonda, Rabu (13/3/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAKepala Dinas Perhubungan Depok, Dadang Wihana, di Hotel Bumiwiyata, Margonda, Rabu (13/3/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat mengumpulkan para siswa-siswi pada Senin (13/7/2020) pagi tadi pada hari pertama tahun ajaran 2020/2021. 

Pengumpulan murid dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) itu sontak menjadi sorotan. Pasalnya, pemerintah telah menetapkan bahwa kegiatan belajar-mengajar di setiap level pendidikan bakal berlangsung secara daring hingga Desember 2020 karena adanya wabah Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menyebutkan, pihaknya akan segera menindak dan mengawasi SMAN 2 Depok pada esok hari agar tak lagi ada pengumpulan siswa-siswi.

Baca juga: Murid di Depok Belajar dari Rumah hingga Akhir 2020

"Saya sampaikan langsung ke Kepala Satpol PP Kota Depok. Ia sudah menginstruksikan agar anggotanya langsung ke lapangan," ujar Dadang ketika dihubungi, Senin sore.

Ia mengaku belum menerima laporan dari hasil inspeksi Satpol PP ke SMAN 2 Depok.

Yang pasti, besok tidak boleh lagi ada pengumpulan siswa-siswi seperti hari ini. Semua siswa harus belajar dari rumah, sesuai peraturan pemerintah karena anak-anak termasuk kalangan yang rentan tertular Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah bersepakat bahwa seluruh kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara daring, kecuali di wilayah-wilayah yang ditetapkan sebagai zona hijau. Itu pun masih dengan sejumlah pertimbangan.

"Belum dapat laporan, mungkin saat dikunjungi (Satpol PP) sudah bubar," ujar Dadang.

"Tapi besok diantisipasi. Mungkin pagi-pagi besok, Ibu Kasatpol PP memerintahkan anggotanya untuk mengawasi," tambah dia

Selama masa PSBB Proporsional di Depok, sejumlah aktivitas publik yang mulanya ditutup kini perlahan-lahan mulai dilonggarkan. Meski demikian, Kota Depok masih tercatat sebagai wilayah zona kuning dengan level kewaspadaan tingkat 3 dari 5 tingkat yang ada.

Data terbaru hingga hari Minggu kemarin, Depok sudah mencatat 878 kasus Covid-19 sejak Maret 2020.

Saat ini, masih ada 189 pasien positif Covid-19 yang sedang dirawat di Depok. Sebanyak 157 pasien di Depok meninggal dunia dengan gejala mirip Covid-19, baik berstatus kasus konfirmasi maupun pasien dalam pengawasan (PDP).



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengantar Makanan Online Meninggal Dalam Perjalanan, Bungkusan Jus Itu Masih Tergantung di Motor

Pengantar Makanan Online Meninggal Dalam Perjalanan, Bungkusan Jus Itu Masih Tergantung di Motor

Megapolitan
Kebutuhan Plasma Konvalesen Tinggi, PMI Kota Tangerang Siap Jemput Bola ke Kediaman Penyintas Covid-19

Kebutuhan Plasma Konvalesen Tinggi, PMI Kota Tangerang Siap Jemput Bola ke Kediaman Penyintas Covid-19

Megapolitan
Timbulkan Masalah dan Rugikan Masyarakat, Pemkot Bogor Peringati Kontraktor Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi

Timbulkan Masalah dan Rugikan Masyarakat, Pemkot Bogor Peringati Kontraktor Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi

Megapolitan
Mobil Ford Mustang 1966 Terbakar di Margaguna Raya, Pondok Indah

Mobil Ford Mustang 1966 Terbakar di Margaguna Raya, Pondok Indah

Megapolitan
Wagub DKI: Pasar Sangat Rentan Terjadi Penularan Covid-19 Dibanding Mal

Wagub DKI: Pasar Sangat Rentan Terjadi Penularan Covid-19 Dibanding Mal

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambar 278, Pasien Dirawat Sebanyak 7.171 Orang

UPDATE 26 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambar 278, Pasien Dirawat Sebanyak 7.171 Orang

Megapolitan
Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Megapolitan
Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Megapolitan
Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Megapolitan
Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

Megapolitan
Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Megapolitan
Baru Beroperasi, Krematorium di TPU Tegal Alur Layani Banyak Jenazah hingga Antre Berhari-hari

Baru Beroperasi, Krematorium di TPU Tegal Alur Layani Banyak Jenazah hingga Antre Berhari-hari

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tak Lagi Wajib Bawa STRP, Ini Aturan Terbarunya

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tak Lagi Wajib Bawa STRP, Ini Aturan Terbarunya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X