Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kecelakaan Mobil yang Tercebur ke Kalimalang, Sopir Jadi Tersangka

Kompas.com - 14/07/2020, 09:45 WIB
Cynthia Lova,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com - Polisi menetapkan tersangka Sutaryo, sopir yang mengakibatkan kecelakaan mobil hingga tercebur ke Kalimalang, tepatnya di Sumber Artha Bekasi Barat, Jumat (10/7/2020) lalu.

Sutaryo saat itu membawa keluarga Ustadz Jalil.

Mobil Toyota Innova warna hitam yang tercebur berisi Sutaryo (sopir), Ustadzah Samsiah (istri Ustad Jalil), dan dua anak Samsiah, yakni MK (10) serta NF (3).

Akibat kecelakaan itu, Samsiah dan NF meninggal.

Baca juga: Cerita Saksi Detik-detik Mobil Tercebur ke Kalimalang, Dua Orang Lolos Naik ke Atap

Evakuasi mobil di Kalimalang, Bekasi (tepatnya Sumber Artha Kalimalang), Jumat (10/7/2020).Dokumen Dam Tim Sar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dedi Eko Evakuasi mobil di Kalimalang, Bekasi (tepatnya Sumber Artha Kalimalang), Jumat (10/7/2020).

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko mengatakan, sopir diduga lalai hingga mengakibatkan kecelakaan. Saat kejadian, Sutaryo mengantuk.

“Sopir diduga lalai dalam mengendarakan kendaraan,” kata Wijonarko saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Pencarian 7 Jam, Anak Korban Mobil Tercebur di Kalimalang Akhirnya Ditemukan

Wijonarko mengatakan, Sutaryo sudah ditahan di tahanan lantas Polres Kota Bekasi.

“Iya (ditetapkan tersangka), kita melakukan penyelidikan, kita kenakan sanksi. Itu ditangani oleh lantas, sudah diamankan. Sementara di Lantas,” ucap dia.

Sutaryo disangkakan pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dengan penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

UPDATE:

Sementara itu, Kasatlantas Polres Metro Bekasi, Kompol Ojo Ruslani mengatakan, Sutaryo, sopir masih berstatus menjadi saksi hingga kini.

Ojo mengatakan, ada beberapa pertimbangan pihaknya belum meningkatkan status Sutaryo menjadi tersangka.

Misalnya, Sutaryo diminta langsung oleh Ustad Jalil untuk membawa istri dan anak-anaknya ke Parung, Bogor.

Sutaryo juga memiliki hubungan sangat dekat dengan keluarga Ustad Jalil.

“Lalu secara psikologis juga belum stabil sehingga kita belum menaikkan statusnya jadi tersangka,” kata dia.

Ia mengatakan, Sutaryo memang sempat ditahan di Lantas Polres Metro Bekasi selama satu hari.

Namun, karena keluarga memberi jaminan, maka Sutaryo dipulangkan.

“Sudah diberikan jaminan kepada keluarga. Ditahan waktu itu selama 24 jam lewat dari itu kita harus memberikan status, lalu kami masih statusnya sebagai saksi,” ucap dia.

Kecelakan ini bermula saat rombongan bertolak dari arah Purwekerto hendak menuju Pesantren Al-Asiriyah Nurul Iman, Parung Bogor.

Salah satu saksi, Nasril, warga Komplek Depkes, Jati Bening mengatakan, kecelakaan terjadi pukul 03.00 WIB. Saat itu, mobil melaju dari arah Bekasi menuju Jakarta.

Ketika hendak menghindari polisi tidur, mobil yang dikendarai Sutaryo tercebur ke Kalimalang.

Diduga, saat itu sopir Sutaryo mengantuk.

"Jadi kan jalanan juga berlubang di depan komplek nih. Karena dia kecepatannya tinggi terus menghindar dari polisi tidur akhirya putar setir ke kanan dan nyebur ke kali," ujar Nasril.

Baca juga: Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

Sementara itu Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Ojo Ruslani mengatakan, ketika mobil tercebur ke dalam kali, Ustazah Samsiah langsung meminta dua anaknya, MK dan NF keluar dari mobil.

Samsiah juga meminta tolong Sutaryo untuk menarik MK, salah satu anaknya yang kala itu duduk di samping kursi sopir.

Sutaryo dan MK berhasil menyelamatkan diri.

"Sementara Ustadzah Samsiah beserta anaknya NF terbawa arus Kalimalang sejauh 50 meter," kata dia.

Samsiah lebih dulu ditemukan meninggal dunia. Jasadnya kemudian dibawa ke RSUD Kota Bekasi.

Seratus personel yang terdiri dari gabungan tim SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, TNI, dan pihak kepolisian kemudian dikerahkan untuk mencari korban NF.

Tim Kantor SAR Jakarta akhirnya menemukan jasad NF tersangkut di pintu air Aetra, Pondok Kelapa, Jakarta Timur pukul 13.45 WIB.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pencanangan HUT ke-497 Jakarta, Heru Budi Bagi-bagi Sepeda ke Warga

Pencanangan HUT ke-497 Jakarta, Heru Budi Bagi-bagi Sepeda ke Warga

Megapolitan
Heru Budi Umumkan 'Jakarta International Marathon', Atlet Dunia Boleh Ikut

Heru Budi Umumkan "Jakarta International Marathon", Atlet Dunia Boleh Ikut

Megapolitan
Pencanangan HUT ke-497 Kota Jakarta, Masyarakat Menyemut di Kawasan Bundaran HI sejak Pagi

Pencanangan HUT ke-497 Kota Jakarta, Masyarakat Menyemut di Kawasan Bundaran HI sejak Pagi

Megapolitan
Beda Nasib Epy Kusnandar dan Yogi Gamblez di Kasus Narkoba: Satu Direhabilitasi, Satu Ditahan

Beda Nasib Epy Kusnandar dan Yogi Gamblez di Kasus Narkoba: Satu Direhabilitasi, Satu Ditahan

Megapolitan
Simak Penyesuaian Jadwal Transjakarta, MRT, LRT, dan KRL Selama Pencanangan HUT ke-497 Jakarta Hari Ini

Simak Penyesuaian Jadwal Transjakarta, MRT, LRT, dan KRL Selama Pencanangan HUT ke-497 Jakarta Hari Ini

Megapolitan
Catat, Ini 41 Kantong Parkir Saat Acara Pencanangan HUT ke-497 Jakarta di Bundaran HI

Catat, Ini 41 Kantong Parkir Saat Acara Pencanangan HUT ke-497 Jakarta di Bundaran HI

Megapolitan
Pencanangan HUT ke-497 Jakarta di Bundaran HI Hari Ini, Simak Rekayasa Lalu Lintas Berikut

Pencanangan HUT ke-497 Jakarta di Bundaran HI Hari Ini, Simak Rekayasa Lalu Lintas Berikut

Megapolitan
Aksi Nekat Pelaku Curanmor di Bekasi: Beraksi di Siang Hari dan Lepaskan Tembakan Tiga Kali

Aksi Nekat Pelaku Curanmor di Bekasi: Beraksi di Siang Hari dan Lepaskan Tembakan Tiga Kali

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Megapolitan
Rute KA Kertajaya, Tarif dan Jadwalnya 2024

Rute KA Kertajaya, Tarif dan Jadwalnya 2024

Megapolitan
Detik-detik Penjambret Ponsel di Jaksel Ditangkap Warga: Baru Kabur 100 Meter, Tapi Kena Macet

Detik-detik Penjambret Ponsel di Jaksel Ditangkap Warga: Baru Kabur 100 Meter, Tapi Kena Macet

Megapolitan
Pencuri Motor yang Sempat Diamuk Massa di Tebet Meninggal Dunia Usai Dirawat di RS

Pencuri Motor yang Sempat Diamuk Massa di Tebet Meninggal Dunia Usai Dirawat di RS

Megapolitan
Ratusan Personel Satpol PP dan Petugas Kebersihan Dikerahkan Saat Pencanangan HUT Ke-497 Jakarta

Ratusan Personel Satpol PP dan Petugas Kebersihan Dikerahkan Saat Pencanangan HUT Ke-497 Jakarta

Megapolitan
Alasan Warga Tak Amuk Jambret Ponsel di Jaksel, Ternyata “Akamsi”

Alasan Warga Tak Amuk Jambret Ponsel di Jaksel, Ternyata “Akamsi”

Megapolitan
Korban Jambret di Jaksel Cabut Laporan, Pelaku Dikembalikan ke Keluarga untuk Dibina

Korban Jambret di Jaksel Cabut Laporan, Pelaku Dikembalikan ke Keluarga untuk Dibina

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com