Kompas.com - 15/07/2020, 09:50 WIB
Terdakwa Nikita Mirzani menjawab pertanyaan awak media saat sebelum menjalani sidang dugaan penganiayaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020). KOMPAS.com/MUTHIAH NURAINI STerdakwa Nikita Mirzani menjawab pertanyaan awak media saat sebelum menjalani sidang dugaan penganiayaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Selebritas Nikita Mirzani dijadwalkan menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2020), atas dugaan penganiayaan yang dilakukannya terhadap mantan suaminya Dipo Latief.

"Sidang dijadwalkan jam 13.00 WIB," kata Fahmi Bachmid selaku kuasa hukum Nikita Mirzani, seperti dikutip Antara.

Nikita sebelumnya dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) enam bulan pidana dengan masa percobaan selama 12 bulan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP sesuai dakwaan alternatif pertama dari penuntut umum.

Baca juga: Jaksa Tuntut Nikita Mirzani Pidana Percobaan, Tak Perlu Dipenjara

Menghadapi sidang putusan ini, Fahmi mengatakan, kliennya menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim.

"Persiapannya santai aja Nikita-nya. Dipercayakan sepenuhnya ke Majelis Hakim yang memeriksa perkara Nikita," kata Fahmi.

Nikita dituntut pidana penjara selama enam bulan dengan ketentuan pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali jika di kemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan karena terpidana melakukan tindak pidana atau melanggar syarat yang ditentukan dalam putusan hakim sebelum masa percobaan selama 12 bulan berakhir.

Baca juga: Ceritakan Pengalaman di Dalam Penjara, Nikita Mirzani: Sipirnya Baik-baik

Menurut jaksa, hal yang meringankan Nikita, yakni terdakwa menyesali perbuatannya, sudah ada permohonan maaf Nikita kepada Dipo Latief.

Selain itu, terjadi perdamaian antara keduanya dan status Nikita sebagai orangtua tunggal yang menghidupi ketiga anaknya.

Sedangkan hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa membuat saksi Dipo Latief terluka.

Sidang penganiayaan yang dilakukan Nikita Mirzani terhadap mantan suaminya Dipo Latief telah bergulir sejak Februari 2020.

Nikita didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum telah melakukan penganiayaan sesuai Pasal 351 ayat (1) atau Pasal 335 ayat (1) KUHP.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 14 April: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Terisa 1.308 Orang

UPDATE 14 April: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Terisa 1.308 Orang

Megapolitan
Bima Arya Siap Bersaksi dalam Sidang Kasus Tes Usap Palsu Rizieq Shihab Hari Ini

Bima Arya Siap Bersaksi dalam Sidang Kasus Tes Usap Palsu Rizieq Shihab Hari Ini

Megapolitan
Muncul Bibit Siklon Tropis 94W, BPBD DKI Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem 15-16 April

Muncul Bibit Siklon Tropis 94W, BPBD DKI Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem 15-16 April

Megapolitan
Berkah Ramadhan bagi Penjual Nasi Kapau Senen, Keuntungan Naik 5 Kali Lipat

Berkah Ramadhan bagi Penjual Nasi Kapau Senen, Keuntungan Naik 5 Kali Lipat

Megapolitan
Remaja yang Tenggelam di Sungai Bekasi Ditemukan Tewas

Remaja yang Tenggelam di Sungai Bekasi Ditemukan Tewas

Megapolitan
Dinkes DKI: Jangan Takut Vaksinasi Selama Berpuasa

Dinkes DKI: Jangan Takut Vaksinasi Selama Berpuasa

Megapolitan
Perpanjang SIM Online Lewat Ponsel, Apa Tetap Perlu Tes?

Perpanjang SIM Online Lewat Ponsel, Apa Tetap Perlu Tes?

Megapolitan
Hari Ini, PN Jaktim Lanjutkan Sidang Kasus Tes Usap Palsu Rizieq Shihab

Hari Ini, PN Jaktim Lanjutkan Sidang Kasus Tes Usap Palsu Rizieq Shihab

Megapolitan
Fakta Eks Kantor Menlu Dijual, Harga Capai Rp 400 M dan Alasan Ahli Waris Melego

Fakta Eks Kantor Menlu Dijual, Harga Capai Rp 400 M dan Alasan Ahli Waris Melego

Megapolitan
Cerita Achmad Soebardjo Mencari Pegawai Pertama Deplu dengan Memasang Iklan

Cerita Achmad Soebardjo Mencari Pegawai Pertama Deplu dengan Memasang Iklan

Megapolitan
Jakarta Jadi Kota Termahal Ke-20 di Dunia, Wagub DKI Heran

Jakarta Jadi Kota Termahal Ke-20 di Dunia, Wagub DKI Heran

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Jakarta Hari Ini, 14 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Jakarta Hari Ini, 14 April 2021

Megapolitan
Aturan Buka Puasa di KRL Selama Ramadhan 2021

Aturan Buka Puasa di KRL Selama Ramadhan 2021

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Kejar Target Vaksinasi Lansia, Jemput Bola hingga Pendamping Juga Disuntik Vaksin

Pemprov DKI Jakarta Kejar Target Vaksinasi Lansia, Jemput Bola hingga Pendamping Juga Disuntik Vaksin

Megapolitan
Kubu Rizieq Shihab Akan Hadirkan Saksi untuk Klarifikasi Ganti Rugi Kerusakan Fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta

Kubu Rizieq Shihab Akan Hadirkan Saksi untuk Klarifikasi Ganti Rugi Kerusakan Fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X