Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komnas PA: Pencabulan 305 Anak oleh WN Perancis Bagian Sindikat Internasional

Kompas.com - 15/07/2020, 12:44 WIB
Vitorio Mantalean,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

DEPOK, KOMPAS.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait meyakini bahwa pencabulan 305 anak oleh tersangka predator seksual asal Perancis merupakan bagian dari sindikat internasional.

Sebagai informasi, predator bernama Francois Abello Camille (65) disebut tewas bunuh diri di sel tahanan Polda Metro Jaya beberapa hari lalu.

"Saya memastikan, dari pengalaman kami, ini adalah sindikat internasional," ujar Arist kepada wartawan pada Selasa (14/7/2020) kemarin.

"Ini bukan hanya sekali. Dulu, tahun 2013 ada diplomat Australia yang dihukum 13 tahun penjara di Bali. Dia gantung diri juga juga karena sudah divonis. Saya pastikan itu sindikat," lanjutnya.

Baca juga: Fakta-fakta Predator Seksual 305 Anak Asal Perancis Meninggal karena Percobaan Bunuh Diri

Arist menemukan pola yang sama antara predator yang dibui pada 2013 itu dengan yang kali ini, untuk mencurigai mereka bagian sindikat internasional.

Keduanya ditengarai bunuh diri karena sudah tahu bahwa tak tersisa banyak harapan menghirup udara bebas setelah menjalani masa hukuman.

Di samping itu, keduanya bunuh diri juga dianggap sebagai langkah melindungi informasi mengenai sindikat internasional tersebut.

Lantas, bagiamana sindikat internasional itu bekerja dan menjalankan bisnisnya lewat para predator seksual anak tersebut?

Baca juga: WN Perancis Predator Tersangka Paedofil Bunuh Diri, Ini Saran Pakar untuk Polisi

"Ini jaringan internasional eksploitasi seksual komersial yang sejauh ini diduga, selain digunakan untuk kejahatannya itu sendiri, tapi juga dimungkinkan untuk menjual gambar-gambar korbannya," jelas Arist, spesifik menyinggung pencabulan 305 anak oleh Francois yang menipu mereka sebagai agen industri model.

"Dia tidak lakukan di kontrakan, tapi di hotel ganti-ganti dengan memasang layar, dan lain-lain. Itu berarti sindikat, tidak mungkin tidak. Anak itu berarti gambarnya juga dijual," jelas dia.

"Saya kira ini perlu diwaspadai. Saya memastikan ini jaringan internasional karena melibatkan WNA," pungkas Arist.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Damkar Jaktim Tangkap Ular Sanca Sepanjang 3 Meter yang Sembunyi di Paralon

Damkar Jaktim Tangkap Ular Sanca Sepanjang 3 Meter yang Sembunyi di Paralon

Megapolitan
Menjajal Wahana Rumah Hantu Baru di Kota Tua, Konsepnya Gudang Zaman Belanda...

Menjajal Wahana Rumah Hantu Baru di Kota Tua, Konsepnya Gudang Zaman Belanda...

Megapolitan
Besok Puslabfor Olah TKP di Toko Saudara Frame, Polisi Sedot Air yang Menggenang di “Basement”

Besok Puslabfor Olah TKP di Toko Saudara Frame, Polisi Sedot Air yang Menggenang di “Basement”

Megapolitan
Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading Sempat Mengeluh Sakit ke Temannya

Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading Sempat Mengeluh Sakit ke Temannya

Megapolitan
5 Oknum Polisi Ditangkap karena Penyalahgunaan Narkoba

5 Oknum Polisi Ditangkap karena Penyalahgunaan Narkoba

Megapolitan
Belasan Motor Mogok akibat Nekat Menerobos Banjir di Jalan Raya Jambore Cibubur

Belasan Motor Mogok akibat Nekat Menerobos Banjir di Jalan Raya Jambore Cibubur

Megapolitan
Jalan Raya Jambore Cibubur Banjir 30 Cm, Arus Lalin Sempat Dialihkan

Jalan Raya Jambore Cibubur Banjir 30 Cm, Arus Lalin Sempat Dialihkan

Megapolitan
Saksi Sebut Kamar Tempat Wanita Ditemukan Tewas di Kelapa Gading Dikunci dari Dalam

Saksi Sebut Kamar Tempat Wanita Ditemukan Tewas di Kelapa Gading Dikunci dari Dalam

Megapolitan
Ibu Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Sempat Merasa Lemas dan Kepanasan Sebelum Anaknya Tewas

Ibu Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Sempat Merasa Lemas dan Kepanasan Sebelum Anaknya Tewas

Megapolitan
Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading Tinggal Bersama Pacarnya

Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading Tinggal Bersama Pacarnya

Megapolitan
MK Sudah Terima 52 'Amicus Curiae', Hanya 14 yang Didalami

MK Sudah Terima 52 "Amicus Curiae", Hanya 14 yang Didalami

Megapolitan
Sosok Sella Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang, Dikenal Bertanggung Jawab

Sosok Sella Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang, Dikenal Bertanggung Jawab

Megapolitan
Wanita Hamil yang Tewas di Ruko Kelapa Gading Baru Bekerja Dua Hari

Wanita Hamil yang Tewas di Ruko Kelapa Gading Baru Bekerja Dua Hari

Megapolitan
Sebelum Toko Bingkai Saudara Frame Terbakar, Ibunda Sella Sempat Tak Beri Izin Anaknya Bekerja di Sana

Sebelum Toko Bingkai Saudara Frame Terbakar, Ibunda Sella Sempat Tak Beri Izin Anaknya Bekerja di Sana

Megapolitan
Satu Korban Kebakaran Toko Bingkai Saudara Frame adalah Warga Bogor, Baru Bekerja 5 Hari

Satu Korban Kebakaran Toko Bingkai Saudara Frame adalah Warga Bogor, Baru Bekerja 5 Hari

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com