Pasar Pramuka Dibuka Kembali Setelah Tutup 3 Hari karena Covid-19

Kompas.com - 15/07/2020, 16:53 WIB
Aktvitas warga di Pasar Pramuka yang telah dibuka kembali di Jakarta Timur, Selasa (14/7/2020). Pengelola Pasar Pramuka menutup sementara pasar tersebut dari Sabtu (11/7) hingga Senin (13/7) menyusul satu orang pedagang terkonfirmasi positif COVID-19 setelah melakukan tes usap secara mandiri. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAktvitas warga di Pasar Pramuka yang telah dibuka kembali di Jakarta Timur, Selasa (14/7/2020). Pengelola Pasar Pramuka menutup sementara pasar tersebut dari Sabtu (11/7) hingga Senin (13/7) menyusul satu orang pedagang terkonfirmasi positif COVID-19 setelah melakukan tes usap secara mandiri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar Pramuka di Jakarta Timur telah beroperasi kembali secara normal setelah ditutup pada 11-13 Juli 2020 akibat COVID-19.

"Tidak ada ganjil genap dan penutupan usaha lagi. Sekarang sudah normal seperti biasa," kata pedagang toko obat herbal Bahagia, Abdullah (35) di Jakarta, Rabu (15/7/2020), seperti dikutip Antara.

Alasan penutupan pasar karena salah satu pedagang terdeteksi positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap dan tes cepat pekan lalu.

Baca juga: Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Usai menutup usahanya selama tiga hari, Abdullah kembali berjualan sejak Selasa (13/7).

"Hari ini saya menjalani swab test bersama pedagang lainnya sebab sedikit khawatir juga sebenarnya, takutnya kalau ada yang positif, nanti pasarnya tutup lagi," katanya.

Meski enggan mengungkap kerugian transaksi penjualan obat akibat penutupan layanan, namun Abdullah memastikan situasi itu tidak akan memengaruhi kedatangan konsumen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena kan di sini pusat toko obat di Jakarta. Nanti beli obat susah kalau ditutup, sedangkan tadi di toko lain kan agak mahal," katanya.

Baca juga: Cerita Penyintas Covid-19, Baru Sembuh Setelah 44 Hari Karantina

Kepala Pasar Pramuka, Saniyem mengatakan, kegiatan tes usap hari ini melibatkan 150 pedagang.

"Untuk hasilnya belum keluar, mungkin hasilnya seminggu ke depan baru keluar," katanya.

Sementara untuk peserta tes cepat yang menunjukkan gejala reaktif disarankan untuk isolasi secara mandiri di rumah.

"Kemarin untuk sterilisasi pasar kami semprot disinfektan seluruh pasar sampai ke masjid. Selain secara mandiri juga bantuan dari damkar," katanya.



Video Rekomendasi

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekor Baru Covid-19 di Jakarta dan Pesan Anies Agar Tidak Menyesal

Rekor Baru Covid-19 di Jakarta dan Pesan Anies Agar Tidak Menyesal

Megapolitan
UPDATE 19 Juni: Tambah 59 Kasus di Kota Tangerang, 499 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 19 Juni: Tambah 59 Kasus di Kota Tangerang, 499 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kecelakaan di Jalan Sawangan Depok, Ban Taksi Sobek, Pemotor Luka di Kepala

Kecelakaan di Jalan Sawangan Depok, Ban Taksi Sobek, Pemotor Luka di Kepala

Megapolitan
Jatuh dari Speed Boat dan Terapung 3 Jam  di Perairan Kepulauan Seribu, Remaja 14 Tahun Berhasil Dievakuasi

Jatuh dari Speed Boat dan Terapung 3 Jam di Perairan Kepulauan Seribu, Remaja 14 Tahun Berhasil Dievakuasi

Megapolitan
Langgar Jam Operasional, Tori Bar Fatmawati Disegel 3 Hari

Langgar Jam Operasional, Tori Bar Fatmawati Disegel 3 Hari

Megapolitan
Razia Protokol Kesehatan di Tori Bar Fatmawati, Pintu Dikunci, Aparat Tunggu 30 Menit

Razia Protokol Kesehatan di Tori Bar Fatmawati, Pintu Dikunci, Aparat Tunggu 30 Menit

Megapolitan
Kenapa Kereta MRT Disebut Ratangga? Ternyata Ini Sejarah di Baliknya...

Kenapa Kereta MRT Disebut Ratangga? Ternyata Ini Sejarah di Baliknya...

Megapolitan
Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Depok Dimulai, Daftar Lewat Hotline Berikut Ini

Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Depok Dimulai, Daftar Lewat Hotline Berikut Ini

Megapolitan
Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini 1.609 Orang

Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini 1.609 Orang

Megapolitan
Langgar Ganjil Genap, Petugas Putar Balik 2.000 Kendaraan di Kota Bogor

Langgar Ganjil Genap, Petugas Putar Balik 2.000 Kendaraan di Kota Bogor

Megapolitan
Ada Nobar Euro 2020 di Pamulang, Wali Kota Tangsel Kerahkan Anggota untuk Razia

Ada Nobar Euro 2020 di Pamulang, Wali Kota Tangsel Kerahkan Anggota untuk Razia

Megapolitan
Depok Buka Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas

Depok Buka Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas

Megapolitan
37 Balita Positif Covid-19 di Depok Hari Ini, Sama dengan Lansia

37 Balita Positif Covid-19 di Depok Hari Ini, Sama dengan Lansia

Megapolitan
Depok Catat 543 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak Kedua Sepanjang Sejarah

Depok Catat 543 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak Kedua Sepanjang Sejarah

Megapolitan
Rekor Lagi, 4.895 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini

Rekor Lagi, 4.895 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X