Satu Kartu Pembayaran untuk Transportasi Umum di Jakarta Bisa Diterapkan Tahun Depan

Kompas.com - 15/07/2020, 20:07 WIB
Para penumpang bergantian melakukan tapping di gate stasiun Tanah Abang, Jumat (19/6/2015) pagi. Aldo FenalosaPara penumpang bergantian melakukan tapping di gate stasiun Tanah Abang, Jumat (19/6/2015) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, integrasi ticketing transportasi umum yang dikerjakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat bakal bisa dimanfaatkan warga pada pertengahan tahun 2021.

Nanti, pengguna berbagai moda transportasi bisa menggunakan satu kartu yang sama saat naik kendaraan umum.

"Maka kami berharap proses yang bisa berjalan dengan cepat mudah-mudahan bila tidak ada halangan maka pertengahan tahun depan mudah-mudahan masyarakat di Jakarta sudah bisa menikmati device satu untuk semua," kata Anies di Kantor Kementerian Perhubungan sebagai mana disiarkan akun Youtube Kementerian Perhubungan, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat Bentuk Perusahaan Integrasi Pertiketan JakLingko Indonesia

Menurut Anies, integrasi ticketing yang akan dikelola PT JakLingko Indonesia itu  bertanggungjawab mengintegrasikan harga serta pemakaian satu kartu untuk berbagai jenis moda transportasi.

Saat nanti resmi bisa digunakan, kartu tersebut bisa digunakan di Jakarta dan kemudian akan dikembangkan ke wilayah lain seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

"Sekarang memang baru di skop Jakarta tapi mudah-mudahan nanti meluas ke Jabodetabek dan mudah-mudahan nanti meluas ke berbagai wilayah," ucapnya.

"Maka itu namanya pun mencerminkan visinya bukan hanya melayani warga sebuah kota, tapi siap untuk melayani seluruh warga Indonesia yang berkegiatan transportasi umum massal," ujar Anies.

Kementerian Perhubungan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membentuk perusahaan patungan untuk integrasi pertiketan angkutan umum.

Perusahaan integrasi tiketing tersebut diberi nama JakLingko Indonesia yang melibatkan empat perusahaan di dalamnya yakni PT MRT Jakarta, PT Kereta Commuter Indonesia, PT LRT Jakarta, dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

"Pengintegrasian ini kemudian kita nanti akan menyaksikan melahirkan sebuah institusi PT JakLingko Indonesia yang akan mengintegrasikan tarif dan tiket," ucap Anies.

Baca juga: Integrasi Transportasi Publik di Jakarta untuk Permudah Warga Rencanakan Perjalanan



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X