Dilaporkan FSGI ke Kemendikbud karena Izinkan Sekolah Tatap Muka, Ini Komentar Wali Kota

Kompas.com - 16/07/2020, 17:03 WIB
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tak mempermasalahkan langkah Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang meminta Kemendikbud untuk menegurnya lantaran mengizinkan sekolah melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Menurut dia, mengizinkan sekolah melakukan KBM adalah keputusan yang tepat pada masa pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau adaptasi tatanan hidup baru.

“Ya tidak apa-apa orang namanya adaptasi kok, dibaca ‘Adaptasi Tatanan Hidup Baru Masyarakat Produktif”. Kan lihatnya dari situ,” ujar Rahmat di Bekasi, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: FSGI Minta Kemendikbud Tegur Pemkot Bekasi karena Izinkan Sekolah Tatap Muka

Pria yang akrab disapa Pepen ini mengatakan, mengizinkan KBM tatap muka untuk meningkatkan sektor pendidikan.

Sebab, sudah sekitar empat bulan belakangan ini siswa-siswi tidak belajar di sekolah.

“Makanya memaknai dari sebuah proses aturan Pemkot sekarang dalam rangka meningkatkan, membangun kembali sektor-sektor infrastruktur, ekonomi, pendidikan itu karena ada adaptasi. Coba kalau ada PSBB-nya murni kan kita tidak bisa melakukan apa-apa, lockdown semua. Sekarang kan sudah adaptasi maka berpikirannya harus luas,” ucap dia.

Ia mengatakan, bagi sekolah yang sudah mempersiapkan protokol pencegahan Covid-19 maka diperbolehkan kembali gelar KBM tatap muka.

“Bukan persoalan jadi atau tidak, persoalannya adalah siap atau tidak. Kalau dia siap lakukan protokol, ya lakukan (gelar KBM tatap muka) saja. Artinya sudah siap, aturannya sudah siap, kepatuhannya juga dan yang paling penting sarana dan prasarananya,” tutur dia.

Baca juga: Mulai 20 Juli, 4 Sekolah di Kota Bekasi Belajar dengan Tatap Muka

Sebelumnya, Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk menegur Pemerintah Kota Bekasi lantaran mengizinkan sekolah lakukan kegiatan tatap muka pada hari pertama ajaran baru 2020/2021, Senin (13/7/2020) kemarin.

FSGI menilai, Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah melanggar aturan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Taman Sekitar GBK yang Rusak Akibat Terinjak Relawan Jokowi Bakal Diperbaiki

Taman Sekitar GBK yang Rusak Akibat Terinjak Relawan Jokowi Bakal Diperbaiki

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Booster Kedua untuk Lansia Kini Tersedia di Kota Bekasi

Vaksin Covid-19 Booster Kedua untuk Lansia Kini Tersedia di Kota Bekasi

Megapolitan
Pengalaman 'Talent Sleep Call' Baper karena Perlakuan Pelanggan, Buru-buru Rem Diri...

Pengalaman "Talent Sleep Call" Baper karena Perlakuan Pelanggan, Buru-buru Rem Diri...

Megapolitan
BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan untuk Warga Muara Gembong yang Terdampak Banjir Rob

BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan untuk Warga Muara Gembong yang Terdampak Banjir Rob

Megapolitan
Cerita 'Talent Sleep Call' Jadi Tempat Pelampiasan Amarah, Padahal Beban Hidup Sendiri Juga Berat

Cerita 'Talent Sleep Call' Jadi Tempat Pelampiasan Amarah, Padahal Beban Hidup Sendiri Juga Berat

Megapolitan
Taman Dekat GBK Rusak, Relawan Jokowi Diduga Penyebabnya

Taman Dekat GBK Rusak, Relawan Jokowi Diduga Penyebabnya

Megapolitan
Dog Lovers: Enggak Perlu Takut, Anabul Sahabat Sejati Manusia

Dog Lovers: Enggak Perlu Takut, Anabul Sahabat Sejati Manusia

Megapolitan
Menilik Halte Transjakarta Tosari, Mirip Kapal Pesiar Berlabuh di Jantung Kota Jakarta

Menilik Halte Transjakarta Tosari, Mirip Kapal Pesiar Berlabuh di Jantung Kota Jakarta

Megapolitan
Sisi Gelap 'Talent Sleep Call', Jadi Sasaran Pelecehan Seksual...

Sisi Gelap 'Talent Sleep Call', Jadi Sasaran Pelecehan Seksual...

Megapolitan
'Dog Lovers' Dorong Taman Semanggi Diberi Rambu Kawasan Hewan Peliharaan

'Dog Lovers' Dorong Taman Semanggi Diberi Rambu Kawasan Hewan Peliharaan

Megapolitan
Tersisih dari Car Free Day, Anabul Justru Jadi 'Artis' di Taman Semanggi

Tersisih dari Car Free Day, Anabul Justru Jadi "Artis" di Taman Semanggi

Megapolitan
Angin Puting Beliung Rusak 5 Rumah di Kabupaten Bekasi

Angin Puting Beliung Rusak 5 Rumah di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
KRL Anjlok Lagi Jelang Stasiun Manggarai, Rute dari Bekasi Direkayasa

KRL Anjlok Lagi Jelang Stasiun Manggarai, Rute dari Bekasi Direkayasa

Megapolitan
LBH Jakarta Sayangkan Sikap Respresif Polisi dalam Aksi Tolak RUKHP di Bundaran HI

LBH Jakarta Sayangkan Sikap Respresif Polisi dalam Aksi Tolak RUKHP di Bundaran HI

Megapolitan
Tertabrak Truk, Tiang di Lebak Bulus Hampir Roboh

Tertabrak Truk, Tiang di Lebak Bulus Hampir Roboh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.