Pesepeda Meninggal di Depok Eks Staf Ignasius Jonan

Kompas.com - 17/07/2020, 14:44 WIB
Ilustrasi serangan jantung, jantung berdebar ShutterstockIlustrasi serangan jantung, jantung berdebar

DEPOK, KOMPAS.com - Hadi M Djuraid (sebelumnya disebut dengan inisial HM), pria yang meninggal dunia di Cimanggis, Depok, Jawa Barat ketika tengah bersepeda pada Jumat (17/7/2020) siang tadi, diketahui pernah menjadi staf eks Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

"Iya (sempat berkarier di ESDM di bawah kepemimpinan Ignasius Jonan) tapi saya tak ingat detailnya," ujar Humas Kementerian ESDM, Agung Pribadi kepada Kompas.com via telepon, Jumat siang.

Baca juga: Diduga Terkena Serangan Jantung, Pria di Depok Meninggal Dunia saat Bersepeda

Mengutip laman resmi Kementerian ESDM, pria 50 tahun itu masih menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Keterbukaan Informasi Kementerian ESDM pada tahun lalu.

Mengutip laman resmi Kementerian Perhubungan, pada tahun 2014, mendiang juga ditunjuk sebagai Staf Khusus Bidang Keterbukaan Informasi Publik Menteri Perhubungan RI yang kala itu dijabat Jonan.

Di sisi lain, mendiang juga masih menjabat sebagai komisaris di Pertagas, anak usaha PT Pertamina (persero) sebelum meninggal dunia siang tadi.

Hadi juga merupakan seseorang yang lama berkarier di dunia pers. Mengutip laman resmi Kementerian Perhubungan, mendiang sempat berkarier di Metro TV, Jawa Pos Group, dan Harian Umum Republika.

Humas Pertagas, Zainal Abidin menyebutkan bahwa jenazah Hadi disemayamkan di rumah duka Griya Asri di Jalan Asoka, Tugu, Cimanggis, Depok siang ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Akan Tambah 1.941 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19

Pemprov DKI Akan Tambah 1.941 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Polisi: Beberapa Pembuat Surat PCR Palsu adalah Pegawai Lab dan Klinik

Polisi: Beberapa Pembuat Surat PCR Palsu adalah Pegawai Lab dan Klinik

Megapolitan
Perempuan Mesum di Halte Senen Tertangkap, Pelaku Pria Masih Diburu

Perempuan Mesum di Halte Senen Tertangkap, Pelaku Pria Masih Diburu

Megapolitan
Dua Anggota Ormas Dianiaya karena Sering Memalak di Kafe Bekasi, Seorang Tewas

Dua Anggota Ormas Dianiaya karena Sering Memalak di Kafe Bekasi, Seorang Tewas

Megapolitan
Tabrak Sepatbor Mobil Boks, Pengendara Motor Jatuh dan Tewas di Tempat

Tabrak Sepatbor Mobil Boks, Pengendara Motor Jatuh dan Tewas di Tempat

Megapolitan
Polisi Pastikan Perempuan yang Mesum di Halte Kramat Raya Bukan PSK

Polisi Pastikan Perempuan yang Mesum di Halte Kramat Raya Bukan PSK

Megapolitan
Jelang Sidang Sengketa Hasil Pilkada, KPU Tangsel Siapkan Sanggahan hingga Alat Bukti

Jelang Sidang Sengketa Hasil Pilkada, KPU Tangsel Siapkan Sanggahan hingga Alat Bukti

Megapolitan
Satpol PP: Penginapan AVA OYO di Pademangan Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan

Satpol PP: Penginapan AVA OYO di Pademangan Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
Blok Makam Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Penuh, Pemprov DKI Terus Siapkan Lahan Baru

Blok Makam Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Penuh, Pemprov DKI Terus Siapkan Lahan Baru

Megapolitan
Polisi Periksa Kejiwaan Perempuan yang Berbuat Mesum di Halte Senen

Polisi Periksa Kejiwaan Perempuan yang Berbuat Mesum di Halte Senen

Megapolitan
Pemuda Jadi Korban Pengeroyokan di Duri Kosambi, Diduga Berawal dari Tawuran

Pemuda Jadi Korban Pengeroyokan di Duri Kosambi, Diduga Berawal dari Tawuran

Megapolitan
Perempuan yang Berbuat Mesum di Halte Jalan Kramat Raya Diberi Imbalan Rp 22.000 oleh Si Pria

Perempuan yang Berbuat Mesum di Halte Jalan Kramat Raya Diberi Imbalan Rp 22.000 oleh Si Pria

Megapolitan
Persneling Belum Netral, Mobil Pikap Terperosok ke Selokan Saat Dihidupkan

Persneling Belum Netral, Mobil Pikap Terperosok ke Selokan Saat Dihidupkan

Megapolitan
Polisi Buru Otak Penyelundupan Narkotika dari Palembang ke Jakarta

Polisi Buru Otak Penyelundupan Narkotika dari Palembang ke Jakarta

Megapolitan
Wagub DKI: Patuh Protokol Kesehatan Bukan karena Ada Petugas

Wagub DKI: Patuh Protokol Kesehatan Bukan karena Ada Petugas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X