Kompas.com - 18/07/2020, 06:48 WIB
Tumpukan surat lamaran para pelamar kerja saat acara Job Fair di Metropolis Town Square, Tangerang, Banten, Kamis (26/7/2018). Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang mencatat sebanyak 74.981 jiwa berusia produktif saat ini berstatus penggangguran. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELITumpukan surat lamaran para pelamar kerja saat acara Job Fair di Metropolis Town Square, Tangerang, Banten, Kamis (26/7/2018). Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang mencatat sebanyak 74.981 jiwa berusia produktif saat ini berstatus penggangguran.
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Catatan Dinas Ketenagakerjaan selama bulan Juni 2020 ada 5.785 orang yang mencari kerja di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi Ika Indah Yartim mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan agenda Job Fair untuk masyarakat yang tengah mencari pekerjaan.

Biasanya tiap tahun Pemkot Bekasi menggelar Job Fair.

“Ya di Kota Bekasi memang setiap tahun selalu ada Job Fair. Tetapi dalam situasi ini kita masih dalam pembahasan,” ucap Ika saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2020).

Baca juga: Siap-siap, Warga Bekasi yang Tak Pakai Masker Kena Denda Maksimal Rp 150.000

Ika mengatakan, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan di tengah pandemi Covid-19 untuk menggelar Job Fair.

Misalnya, mulai dari protokol kesehatan yang disiapkan, jumlah pengunjung dibatasi, dan anggaran.

“Kita masih pembahasan, nanti pimpinan yang menentukan rekomendasinya seperti apa. Jika diperbolehkan, kita akan cari tempat yang luas,” kata Ika.

Meski Job Fair belum pasti, pihak Pemkot menyiapkan pelatihan kerja online bagi warga Bekasi.

Baca juga: Hingga 15 Juli, Ada 14 RW di Kota Bekasi yang Masuk Zona Merah

Sehingga warga Bekasi yang hendak mencari kerja bisa mengasah kemampuannya lewat pelatihan.

“Kita meminta pada Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), jadi kalau dia buka latihan kita kirim para pencari kerja. Jadi kaya kemarin aja pelatihan membuat roti, jadi di rumah mereka bisa buat sendiri,” kata dia.

Diakuinya tak banyak perusahaan di Bekasi yang membuka lowongan saat ini. Sebab beberapa perusahan di Bekasi juga ikut terdampak Covid-19.

“Ya bisa mulai dengan bekerja secara online, apa skill yang dipunya terus dilatih. Lalu, bisa dibuat usaha. Karena situasi pandemi ini mengajarkan kita untuk bersabar,” tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4.000 Botol Miras dan 250 Knalpot Bising Dimusnahkan Polres Tangsel

4.000 Botol Miras dan 250 Knalpot Bising Dimusnahkan Polres Tangsel

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari Diduga akibat Pertengkaran Suami Istri, Polisi: Masih Diselidiki

Kebakaran di Taman Sari Diduga akibat Pertengkaran Suami Istri, Polisi: Masih Diselidiki

Megapolitan
Ini Link Pendaftaran BLT UMKM Per Kecamatan di Jakarta

Ini Link Pendaftaran BLT UMKM Per Kecamatan di Jakarta

Megapolitan
Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Disekap dan Dijual Rp 400.000

Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Disekap dan Dijual Rp 400.000

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran BLT UMKM, Ini Syaratnya

Pemprov DKI Buka Pendaftaran BLT UMKM, Ini Syaratnya

Megapolitan
Vaksinasi Lansia di Kota Bogor Masih Rendah, Salah Satu Faktor Banyak yang Menolak

Vaksinasi Lansia di Kota Bogor Masih Rendah, Salah Satu Faktor Banyak yang Menolak

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari Diduga Akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari Diduga Akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari, 1.268 Warga Terdampak, 120 di Antaranya Balita

Kebakaran di Taman Sari, 1.268 Warga Terdampak, 120 di Antaranya Balita

Megapolitan
Diduga Terlibat Pengeroyokan di Tebet, Lima Pemuda Diamankan Polisi

Diduga Terlibat Pengeroyokan di Tebet, Lima Pemuda Diamankan Polisi

Megapolitan
Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Masjid Bernuansa Betawi yang Tak Sekadar Rumah Ibadah

Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Masjid Bernuansa Betawi yang Tak Sekadar Rumah Ibadah

Megapolitan
Seorang Ibu Tinggalkan Bayi Dua Bulan di Warung Karawaci, Selipkan Pesan 'Tolong Titip Anak Saya'

Seorang Ibu Tinggalkan Bayi Dua Bulan di Warung Karawaci, Selipkan Pesan "Tolong Titip Anak Saya"

Megapolitan
Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung Dimulai, Rambu-rambu Akan Dipasang

Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung Dimulai, Rambu-rambu Akan Dipasang

Megapolitan
Hingga April, 93.000-an Warga Kota Bogor Kelompok Prioritas Sudah Divaksin

Hingga April, 93.000-an Warga Kota Bogor Kelompok Prioritas Sudah Divaksin

Megapolitan
Kejar Sampai ke Riau, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita 5,9 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh

Kejar Sampai ke Riau, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita 5,9 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh

Megapolitan
Keluh Kesah Pekerja PO Bus soal Larangan Mudik Lebaran, Mencoba Maklum meski Kecewa

Keluh Kesah Pekerja PO Bus soal Larangan Mudik Lebaran, Mencoba Maklum meski Kecewa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X