Sepekan Jabodetabek, PSBB Transisi Diperpanjang hingga Koalisi PDI-P dan Gerindra di Pilkada Depok

Kompas.com - 19/07/2020, 09:46 WIB
Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANSuasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah peristiwa telah terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dalam sepekan terakhir.

Berikut beberapa informasi mengenai kabar di Jabodetabek dalam sepekan terakhir.

1. PSBB transisi diperpanjang

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada masa transisi fase 1 di Jakarta diperpanjang selama dua pekan, terhitung sejak 17 Juli sampai 30 Juli 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan Jakarta kembali memperpanjang PSBB transisi fase 1.

Pertama, rata-rata positivity rate yang meningkat jadi 5,9 persen pada pekan terakhir pelaksanaan PSBB transisi sebelum diperpanjang.

Baca juga: Positivity Rate Covid-19 di Bawah Batas Ideal WHO, Anies Ingatkan Warga untuk Waspada

Pertimbangan lainnya, kata Anies, penggunaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan meningkat 11 persen pada pekan terakhir dibandingkan pekan sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penggunaan tempat tidur ini menunjukkan bahwa jumlah pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang meningkat.

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah angka reproduksi (Rt) Covid-19 yang meningkat.

Baca juga: Anies: Angka Reproduksi Meningkat, Ada Percepatan Penularan Covid-19 di Jakarta

Anies berujar, Rt yang beberapa pekan terakhir selalu di bawah 1 naik menjadi 1,15 per 12 Juli 2020.

Selengkapnya baca di sini.

Selain Jakarta, PSBB secara proporsional di wilayah Bogor Raya, Depok, dan Bekasi (Bodebek) juga diperpanjang.

Melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kepm398-Hukham/2020, Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil menetapkan perpanjangan PSBB Bodebek hingga 1 Agustus 2020.

Baca soal perpanjangan PSBB proporsional Bodebek di sini.

2. Kecelakaan maut di DI Panjaitan

Kecelakaan yang melibatkan mobil dan dua sepeda motor terjadi di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Rabu (15/7/2020) malam.

Mobil yang dikendarai Anjani Rahma Pramesti (23) menabrak dua orang yang berboncengan motor, yakni Dadan Sujana dan Dony Sanjaya.

Kedua korban dinyatakan tewas.

Sementara pengendara motor lain, Novan Bowono, mengalami luka serius.

Baca juga: Mahasiswi yang Tabrak Pemotor Hingga Tewas di DI Panjaitan Jadi Tersangka

Kecelakaan bermula saat mobil HRV dengan nomor polisi B 97 ARP yang dikendarai Anjani berjalan dari arah utara menuju selatan melalui Jalan DI Panjaitan.

Sesampainya di Flyover Jatinegara, mobil Anjani menabrak motor Dadan yang kala itu berboncengan dengan Dony.

Dadan dan Dony jatuh terpental di badan jalan hingga meninggal di lokasi kejadian.

Baca juga: Kecelakaan Maut di DI Panjaitan, Polisi: Pengendara Tak Terpengaruh Miras

Meskipun demikian, Anjani tetap lanjut mengendarai mobilnya.

Sekitar 500 meter dari TKP awal, Anjani kembali menabrak Novan Bowono yang saat itu sedang mendorong motor.

Akibat insiden itu, Anjani dibawa polisi ke Polres Jakarta Timur.

Anjani mengaku mengantuk saat mengendarai mobil hingga berujung kecelakaan.

Baca juga: Kecelakaan Maut di DI Panjaitan, Polisi: Pengendara Mobil Mengantuk

Setelah melalui proses pemeriksaan panjang, Anjani pun ditetapkan menjadi tersangka.

Dia dinilai lalai dalam berkendara hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Meskipun demikian, Anjani tidak ditahan.

"Yang bersangkutan tidak ditahan karena keluarga menjamin dan kooperatif," kata Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Timur AKP Agus Suparyanto.

Menurut Agus, Anjani hanya dikenai wajib lapor.

"Iya yang bersangkutan hanya wajib lapor saja," ucapnya.

Selengkapnya baca di sini.

3. Catherine Wilson ditangkap karena narkoba

Artis Catherine Wilson ditangkap polisi dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jumat (17/7/2020).

Dia ditangkap karena diduga menyalahgunakan narkotika jenis sabu-sabu.

Catherine ditangkap di rumahnya di kawasan Pangkalan Jati, Cinere Depok, Jawa Barat.

Penangkapan bermula dari adanya laporan bahwa Catherine menyimpan narkoba.

Berdasarkan laporan itu, polisi yang melakukan penyelidikan.

Polisi kemudian menangkap Catherine dan menggeledah rumahnya.

Baca juga: Catherine Wilson: Saya Janji Tidak Akan Melakukan Hal Bodoh Seperti Ini Lagi...

Saat menggeledah rumah Catherine, polisi menemukan dua paket diduga sabu-sabu.

Paket pertama seberat 0,43 gram, sedangkan satu lainnya seberat 0,66 gram.

Catherine kemudian dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Dia juga menjalani tes urine.

Polisi menyebut hasil tes urine Catherine positif metamfetamin atau sabu-sabu.

Baca juga: Polisi: Hasil Tes Urine Artis Catherine Wilson Positif Narkoba

Kepada polisi, Catherine mengaku baru dua bulan menggunakan sabu-sabu.

"Dalam keterangan awal yang bersangkutan mengaku baru sekitar dua bulan menggunakan (sabu-sabu)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, kemarin.

Sementara itu, Catherine meminta maaf.

Dia menyatakan telah menyesali perbuatannya.

"Saya berjanji tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini lagi," kata Catherine, kemarin.

Baca juga: Kepada Polisi, Catherine Wilson Mengaku Baru 2 Bulan Pakai Sabu

Selain Catherine, polisi juga menangkap J, petugas sekuriti yang bertugas di rumah Catherine.

J ditangkap karena diduga menjadi perantara pembelian sabu yang selama ini digunakan Catherine.

Baca soal penangkapan Catherine di sini.

4. Pilot Garuda Indonesia dipecat karena narkoba

Dua orang pilot maskapai pelat merah dan satu maskapai swasta ditangkap karena menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu.

Dua pilot berasal dari Garuda Indonesia dan Citilink. Mereka ditangkap pada 6 Juli lalu.

Pilot Garuda Indonesia memakai sabu-sabu dalam jangka 3-5 tahun.

Baca juga: Garuda Indonesia Pecat Pilotnya yang Terlibat Kasus Narkoba

Saat diperiksa polisi, mereka mengaku menggunakan sabu selepas menjalankan tugas.

Mereka juga mengaku menggunakan sabu-sabu agar konsentrasi.

Para pilot yang terlibat kasus penyalahgunaan sabu-sabu itu kini berada di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur, untuk menjalani rehabilitasi.

"Rehabilitasi ini sesuai dengan undang-undang narkoba. Mereka bukan pemakai baru. Ada yang tiga tahun, empat tahun," ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung.

Tingkat ketergantungannya perlu diwaspadai jadi perlu pengobatan," lanjut dia.

Baca juga: Pilotnya Terjerat Narkoba, Garuda Indonesia Gelar Tes Urine ke Karyawan

Meskipun direhabilitasi, proses hukum terhadap tiga pilot itu tetap berlanjut.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku dikenai Pasal 114 Ayat 1 sub 112 sub 127 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Para pelaku diancam dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun.

Baca juga: Tiga Pilot Jalani Rehabilitasi di RSKO Cibubur, Polisi: Proses Hukum Tetap Lanjut

Imbas kasus tersebut, Garuda Indonesia memecat dua pilot maskapainya tersebut.

Pemecatan dua pilot berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi Garuda Indonesia dengan pihak kepolisian mengenai oknum pilot Garuda Indonesia dan Citilink yang terlibat penyalahgunaan narkotika.

"Dapat kami sampaikan bahwa Perusahaan telah menerapkan sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap oknum pilot tersebut," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, kemarin.

Selengkapnya baca di sini.

5. Candaan putri Ma'ruf Amin tawari Raffi Ahmad jadi wakilnya di Pilkada Tangsel

Siti Nur Azizah, putri dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin, berencana maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) 2020.

Dalam upayanya untuk maju pada Pilkada Tangsel, Azizah sempat menawari artis Raffi Ahmad untuk menjadi pasangannya.

Baca juga: Meski Belum Dilirik Partai, Siti Nur Azizah Klaim Sudah Punya Kandidat Wakil untuk Maju Pilkada Tangsel

Dalam sebuah video yang diunggah dalam akun YouTube milik Raffi Ahmad, Azizah dan Raffi memperbincangkan sejumlah topik, salah satunya mengenai Pilkada Tangsel 2020.

Kemudian, Azizah menawarkan Raffi Ahmad untuk mendampinginya dan menjadi bakal calon Wakil Wali Kota Tangsel.

"Saya datang sama Pak Rapsel mau tengok Raffi, tengok Nagita, tengok Rafathar. Sekalian mau tawarkan Raffi, mau enggak jadi wakil saya?" tanya Siti kepada Raffi Ahmad dalam video tersebut.

Mendapatkan tawaran tersebut, Raffi menjawab bahwa dia belum begitu yakin untuk terjun ke dunia politik.

Baca juga: Siti Nur Azizah Tawarkan Raffi Ahmad Jadi Wakilnya di Pilkada Tangsel 2020

Ketika dikonfirmasi mengenai tawarannya kepada Raffi, Azizah mengaku bahwa hal itu hanya sebatas canda untuk menghidupkan suasana.

Saat itu, dia bersama Raffi Ahmad tengah membuat video untuk diunggah sebagai konten hiburan di kanal YouTube.

"Kebetulan mas Raffi ingin mengembangkan konten YouTube bersama kami. Ya kami goda untuk jadi wakil wali kota Tangsel agar lebih memberi warna kegembiraan dalam berpolitik saja," ujarnya, Selasa (14/7/2020).

Baca juga: Bantah soal Dinasti Politik Maruf Amin, Siti Nur Azizah: Saya Tak Aji Mumpung

Azizah mengklaim sudah mengantongi sejumlah nama untuk dijadikan bakal calon wakil wali kota. Namun, dia belum mengungkapkan nama-nama tersebut.

"Yang jelas saat ini saya sudah mengantongi nama calon wakil yang dalam waktu dekat akan segera diumumkan," kata Azizah.

Baca selengkapnya soal candaan Azizah saat menggoda Raffi jadi wakilnya di sini.

6. Koalisi PDI-P dan Gerindra di Pilkada Depok

PDI-P dan Partai Gerindra memutuskan untuk berkoalisi pada Pilkada Depok 2020.

Pada Jumat lalu, DPP PDI-P mengumumkan calon yang akan diusung pada Pilkada Depok.

Calon yang diusung adalah Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna yang merupakan kader Gerindra bersama kader PDI-P Afifah Aliyah.

Baca juga: Resmi, PDI-P dan Gerindra Koalisi Usung Pradi Supriyatna-Afifa Alia di Pilkada Depok

Menurut Pradi, rekomendasi dari DPP PDI-P merupakan hasil komitmen kedua partai sejak lama, meskipun hingga kini Gerindra belum menerbitkan surat serupa.

Koalisi PDI-P dan Gerindra membuat Pradi dan Wali Kota Depok Mohammad Idris pecah kongsi.

Pradi dan Idris diusung oleh Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pilkada 2015.

Idris merupakan kalangan non-partai yang lekat dengan citra pendakwah dan dikenal dekat dengan PKS.

Baca juga: Komentar Pradi Supriatna dan Afifah Aliyah Resmi Diusung PDI-P di Pilkada Depok

Idris dan Pradi memang menunjukkan hubungan tak harmonis dalam memimpin Kota Depok.

Pihak Gerindra kerap merasa kadernya, Pradi, tak dilibatkan dalam pembuatan keputusan di Kota Depok.

Teranyar, Pradi tak dimasukkan oleh Idris ke dalam jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok yang berisi pejabat-pejabat di Pemkot Depok.

Baca juga: Keputusan PDI-P Usung Pradi-Afifah di Pilkada Depok 2020 Dianggap Sudahi Desas-desus

Sementara itu, pergerakan Idris jelang Pilkada 2020 belum terlihat jelas.

Baca mengenai pecahnya kongsi Idris-Pradi di sini.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' di TikTok hingga Jawaban Polisi

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" di TikTok hingga Jawaban Polisi

Megapolitan
Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Megapolitan
Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Megapolitan
Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Megapolitan
Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Megapolitan
Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.