Wahidin 2 Kali Jadi Sasaran Perompak di Perairan Kepulauan Seribu

Kompas.com - 20/07/2020, 21:54 WIB
Konferensi pers terkait kasus perampokan terhadap nelayan lokal di laut Jakarta KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARKonferensi pers terkait kasus perampokan terhadap nelayan lokal di laut Jakarta

KEPULAUAN SERIBU, KOMPAS.com - Wahidin, salah satu nelayan yang menjadi korban komplotan perompak di laut Kepulauan Seribu, menceritakan kisah tragisnya saat dirampok.

Ia bercerita, tanpa basa-basi kapal perompak mendekat ke kapalnya dan para perompak langsung naik ke kapal Wahidin.

"Langsung dia naik ke kapal, langsung dia minta-minta, Pak," kata Wahidin di kantor Ditpolairud, Jakarta Utara, Senin (20/7/2020).

Para perompak mengeluarkan senjata api dan sejata tajam untuk menakut-nakuti nelayan.

"Kalau tidak dikasih dia mengeluarkan senjata," cerita Wahidin.

Baca juga: Polisi Kejar Pimpinan Perompak yang Beraksi di Perairan Kepulauan Seribu

Setelah mengancam, perompak menelusuri kapal dan mengambil hasil laut yang ada di kapal. Saat itu hasil tangkapan yang ada di dalam kapal Wahidin adalah cumi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para perompak kemudian mengambil cumi dan bahan bakar minyak jenis solar persediaan kapal milik Wahidin. Setelah itu, perompak kabur.

Wahidin mengatakan, dia sudah dua kali disantroni komplotan perompak. Hasil melautnya pun diambil. Bukan hanya Wahidin yang menjadi korban, beberapa nelayan juga merasakan hal yang sama.

Para nelayan yang jadi korban akhirnya melaporkan pengalaman pahit mereka ke polisi setempat.

Polisi melalui Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya kemudian mengejar dan menangkap salah satu gerombongan perompak itu yang terdiri dari empat orang.

Tersangka perompak bernama Bombon (22), Baharudin (38), Dado (30), dan Udin (42) ditangkap di perairan sebelah utara Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, hari Minggu kemarin.

Dari tangan pelaku, polisi menyita satu kapal tidak bernama, puluhan drum berisi solar, puluhan kilogram cumi hasil curian, senjata api air soft gun rakitan, badik, golok, kampak, uang tunai Rp 3,3 juta, alat pengisap sabu-sabu/ bong beserta dua pipet sisa pakai.

Keempat orang itu kini dijerat dengan pasal berlapis mulai dari 365 KUHP, 368 KUHP, Pasal 1, 2 UU Nomor 12 tahun 1951, dan UU Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan. Mereka terancam hukuman penjara 20 tahun.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gudang SMPN 97 Jakarta Terbakar

Gudang SMPN 97 Jakarta Terbakar

Megapolitan
Petugas Gabungan Bubarkan Resepsi Pernikahan di Pulogadung

Petugas Gabungan Bubarkan Resepsi Pernikahan di Pulogadung

Megapolitan
UPDATE 25 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 301 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 25 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 301 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Pengelola: Sangat Kecil Kemungkinan Oknumnya Pedagang

Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Pengelola: Sangat Kecil Kemungkinan Oknumnya Pedagang

Megapolitan
UPDATE 25 Juli: Kota Bekasi Catat 1.664 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 25 Juli: Kota Bekasi Catat 1.664 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE 25 Juli: Kota Tangerang Catat 399 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 25 Juli: Kota Tangerang Catat 399 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE 25 Juli: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 5.393, Jumlah Tes Berkurang Dibanding Kemarin

UPDATE 25 Juli: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 5.393, Jumlah Tes Berkurang Dibanding Kemarin

Megapolitan
UPDATE 25 Juli: Kasus Positif Covid di Tangsel Bertambah 142, Pasien Meninggal 10 Orang

UPDATE 25 Juli: Kasus Positif Covid di Tangsel Bertambah 142, Pasien Meninggal 10 Orang

Megapolitan
Wali Kota Jakarta Utara Maksimalkan Fungsi Kader Pulih untuk Bantuk Pasien Isoman

Wali Kota Jakarta Utara Maksimalkan Fungsi Kader Pulih untuk Bantuk Pasien Isoman

Megapolitan
Wali Kota Jakarta Utara Ajak Pasien Isoman Lakukan Isolasi Terkendali di Rusun Nagrak

Wali Kota Jakarta Utara Ajak Pasien Isoman Lakukan Isolasi Terkendali di Rusun Nagrak

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Dua Pencuri Motor Bersenpi yang Babak Belur Dihajar Massa di Pagedangan

Kronologi Penangkapan Dua Pencuri Motor Bersenpi yang Babak Belur Dihajar Massa di Pagedangan

Megapolitan
Kadin Minta jika PPKM Diperpanjang Mal Dibuka, tetapi Pekerja dan Pengunjung Harus Telah Divaksin

Kadin Minta jika PPKM Diperpanjang Mal Dibuka, tetapi Pekerja dan Pengunjung Harus Telah Divaksin

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan Rumah Ketua RT di Tanah Abang

Kebakaran Hanguskan Rumah Ketua RT di Tanah Abang

Megapolitan
Dua Pencuri Motor Bersenjata Api di Pagedangan Keluarkan Tembakan ke Arah Warga

Dua Pencuri Motor Bersenjata Api di Pagedangan Keluarkan Tembakan ke Arah Warga

Megapolitan
Koalisi Masyarakat Tolak Penambahan Sanksi Pidana dan Kewenangan Satpol PP dalam Draf Revisi Perda Covid-19

Koalisi Masyarakat Tolak Penambahan Sanksi Pidana dan Kewenangan Satpol PP dalam Draf Revisi Perda Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X