Tak Patuhi Pemprov Jabar untuk Tutup Tempat Hiburan, Walkot Bekasi: Kalau Pajak Tak Dapat, Mau Minta ke Mana?

Kompas.com - 21/07/2020, 05:50 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Kota Bekasi, Senin (13/7/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAWali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Kota Bekasi, Senin (13/7/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melarang kegiatan industri pariwisata perkotaan untuk dibuka terlebih dahulu.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov Jabar nomor 556/1435-Pemas.

Surat Edaran itu bertolak belakang dengan kebijakan Pemkot Bekasi yang telah lebih dahulu membuka tempat pariwisata hingga tempat hiburan.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, jika tempat hiburan hingga tempat wisata ditutup maka pendapatan asli daerah (PAD) juga berkurang.

Baca juga: Pemkot Bekasi Siapkan 1.000 Paket Kebutuhan untuk Warga Positif Covid-19 yang Jalani Isolasi Mandiri

Akibatnya kebutuhan operasional tidak bisa terpenuhi. Sebab tak ada pendapatan dari pajak tempat hiburan hingga tempat wisata.

"Kalau tiba-tiba kita tutup ini nanti Pemkot tidak punya apa-apa, pajak tidak dapat. Terus saya mau minta ke mana? Sementara saya harus beli rapid, kit swab, biaya operasional, kesejahteraan. Kan semua dari pajak-pajak itu,” ucap Rahmat di Bekasi, Senin (20/7/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, pria yang akrab disapa Pepen khawatir jika tempat wisata hingga tempat hiburan kembali ditutup, maka akan banyak pekerja yang diputus hubungan kerja.

Akibatnya, makin banyak masyarakat kembali terdampak Covid-19.

“Tetapi yang tidak kalah penting lagi jangan sampai terus ada pemutusan hubungan kerja. Hiburan tidak jalan, kuliner tidak jalan, semua mati. Coba menyampaikan itu lihat rasionalisasi di lapangan. Orang kan khawatir pada mati tidak makan lebih baik kita kawan dengan Covid-19,” kata Rahmat.

Baca juga: Tak Diizinkan Kemendikbud Gelar KBM Tatap Muka, Ini Komentar Wali Kota Bekasi

Ia mengklaim pihak Pemkot bisa antisipasi penularan Covid-19 di tempat hiburan maupun tempat pariwisata.

Sebab selama tempat hiburan maupun tempat pariwisata dibuka belum ditemukan kasus Covid-19.

Dengan demikian, tak masalah kata Pepen jika tempat wisata maupun tempat hiburan beroperasi selama menerapkan protokol pencegahan Covid-19

“Gini, Kadis Jabar datang ke Kota Bekasi, suruh lihat kesiapan. Nanti baru bicara. Kita kan selalu persiapkan (protokol Covid-19) seperti kita memberikan izin pada saat kita melakukan salat Ied. Membuat simulasi. Nah apalagi belum dengar kan kasus positif kena dari tempat hiburan? Enggak ada kan? Artinya ya aman,” tutur dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Orang yang Ditemukan Tewas di Sebuah Rumah di Depok Ternyata Ibu dan Anak

Dua Orang yang Ditemukan Tewas di Sebuah Rumah di Depok Ternyata Ibu dan Anak

Megapolitan
Luhut Laporkan Haris Azhar dan Fatia, Kuasa Hukum: Beliau Pesan Tak Boleh Ada Intervensi

Luhut Laporkan Haris Azhar dan Fatia, Kuasa Hukum: Beliau Pesan Tak Boleh Ada Intervensi

Megapolitan
PKS Sebut Agenda Rapat Paripurna Interpelasi Formula E Tak Sesuai Prosedur

PKS Sebut Agenda Rapat Paripurna Interpelasi Formula E Tak Sesuai Prosedur

Megapolitan
Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar karena Diprotes Pesepeda, Kini Diganti Speed Trap

Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar karena Diprotes Pesepeda, Kini Diganti Speed Trap

Megapolitan
Pemkot Jakpus Temukan Banyak Sampah Saat Keruk Kali Sentiong, Diduga Biang Kerok Banjir di Johar Baru

Pemkot Jakpus Temukan Banyak Sampah Saat Keruk Kali Sentiong, Diduga Biang Kerok Banjir di Johar Baru

Megapolitan
Kekeh Gugat Haris Azhar dan Fatia Rp 100 M, Luhut: Saya Tak Akan Berhenti Buktikan Saya Benar

Kekeh Gugat Haris Azhar dan Fatia Rp 100 M, Luhut: Saya Tak Akan Berhenti Buktikan Saya Benar

Megapolitan
Bangun Polisi Tidur Setinggi 4 Cm, Warga Pulomas Resah dengan Penjambretan dan Balap Liar

Bangun Polisi Tidur Setinggi 4 Cm, Warga Pulomas Resah dengan Penjambretan dan Balap Liar

Megapolitan
Soal Kemungkinan Mediasi dengan Haris Azhar dan Fatia, Luhut: Jalani Saja...

Soal Kemungkinan Mediasi dengan Haris Azhar dan Fatia, Luhut: Jalani Saja...

Megapolitan
Daftar 48 SMP di Kota Tangerang yang Gelar PTM Mulai Hari Ini

Daftar 48 SMP di Kota Tangerang yang Gelar PTM Mulai Hari Ini

Megapolitan
Laporkan Haris Azhar dan Fatia, Luhut Bantah Terlibat Bisnis Tambang di Papua

Laporkan Haris Azhar dan Fatia, Luhut Bantah Terlibat Bisnis Tambang di Papua

Megapolitan
Besok, DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Interpelasi Terkait Formula E

Besok, DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna Persetujuan Interpelasi Terkait Formula E

Megapolitan
Dipanggil Polisi, Luhut Serahkan Barang Bukti Terkait Laporannya terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Dipanggil Polisi, Luhut Serahkan Barang Bukti Terkait Laporannya terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Megapolitan
Ada Demo di Depan Gedung KPK, Polisi Siagakan 600 Personel dan Kendaraan Taktis

Ada Demo di Depan Gedung KPK, Polisi Siagakan 600 Personel dan Kendaraan Taktis

Megapolitan
Pembangunan Saluran Air di Klender Dimulai Hari Ini, Kendaraan Bisa Lewat Jalur Transjakarta

Pembangunan Saluran Air di Klender Dimulai Hari Ini, Kendaraan Bisa Lewat Jalur Transjakarta

Megapolitan
Bocah Perempuan 5 Tahun di Ciracas Dianiaya Ibu Tirinya Sendiri, Ayah Lapor Polisi

Bocah Perempuan 5 Tahun di Ciracas Dianiaya Ibu Tirinya Sendiri, Ayah Lapor Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.