Kompas.com - 23/07/2020, 05:41 WIB
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Pemkot Bekasi, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAWali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Pemkot Bekasi, Rabu (26/2/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi saat ini masihmemprioritaskan rapid test dibandingkan swab test meski tak sepenuhnya akurat atau efektif.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengungkapkan swab test digunakan Pemkot Bekasi untuk melacak kasus Covid-19 dari klaster keluarga.

“Bisa saja kita gencar lagi, tetapi kan sekarang kita temukan pada kluster keluarga. Bahkan sekarang ada (pasien positif) di Kantor Pemda Kota Bekasi dan jumlahnya banyak,” kata Rahmat di Bekasi, Rabu (22/7/2020) sore.

Baca juga: Belasan Pegawai Pemkot Bekasi Positif Covid-19

Pria yang akrab disapa Pepen ini mengatakan, untuk pemeriksaan acak kasus Covid-19 secara masif, pihak Pemkot masih menggunakan alat rapid test. Pemeriksaan rapid test gratis disediakan di Stadion Chandrabaga Bekasi.

Kondisi tersebut disababkan stok alat swab test menipis. Saat ini tersisa sekitar 2.000 alat PCR saja.

“Kita ini memburu sekarang, tetapi memburunya tidak kayak kemarin ke pasar gitu (ke fasilitas umum). Nah sekarang itu semua ramainya di gate 14. Kemarin terakhir itu adalah daerah perbatasan DKI dengan RW yang dekat dengan DKI karena klusternya keluarga sekarang,”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau kayak ini (pemeriksaan Covid-19) ditemukan umpamanya ada yang sakit, rapid langsung swab,” tambah dia.

Baca juga: 2 Orang Positif Covid-19, Pemkot Bekasi Pastikan Kembali Gelar CFD Pekan Ini

Meski diakuinya alat rapid tidak sepenuhnya akurat dan tidak efektif, namun Pemkot masih akan tetap menggunakannya untuk test acak sebagai tolak ukur pemeriksaan swab bagi mereka yang reaktif.

“Begini, kalau stok rapid-nya walaupun tidak efektif harus ada, itu buat ngacak. Swab juga kita beli kita butuhkan sampai dengan Desember. Walau tidak mungkin Desember hilang (kasus Covid-19),” tutur dia.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak untuk meningkatkan tes virus corona. Metode tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dinilai menjadi tes Covid-19 yang efektif untuk saat ini.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Megapolitan
47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

Megapolitan
NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

Megapolitan
Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Megapolitan
Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Megapolitan
Ibu Hamil di Jakarta Utara Sudah Bisa Divaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Ibu Hamil di Jakarta Utara Sudah Bisa Divaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Megapolitan
Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain Akhirnya Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain Akhirnya Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Komisaris Utama PT ASA Diperiksa Hari Ini

Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Komisaris Utama PT ASA Diperiksa Hari Ini

Megapolitan
Ketua DPC Partai Demokrat Tangsel Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Ketua DPC Partai Demokrat Tangsel Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Megapolitan
Mobilitas Warga Meningkat Saat PPKM Level 4 di Jakarta, Polisi Kembali Perketat Titik Penyekatan

Mobilitas Warga Meningkat Saat PPKM Level 4 di Jakarta, Polisi Kembali Perketat Titik Penyekatan

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Terus Berlanjut

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Terus Berlanjut

Megapolitan
UPDATE 4 Agustus: Kini Tersisa 2.197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

UPDATE 4 Agustus: Kini Tersisa 2.197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

Megapolitan
Mobilitas di Jakarta Kembali Meningkat, Polisi Duga Ada Kantor yang Tak Lagi Terapkan WFH

Mobilitas di Jakarta Kembali Meningkat, Polisi Duga Ada Kantor yang Tak Lagi Terapkan WFH

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X