Penurunan Muka Tanah hingga Cagar Budaya Buat Proyek MRT Fase 2 Lebih Sulit

Kompas.com - 23/07/2020, 14:05 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan skybridge di Halte TransJakarta Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) koridor 13, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Skybridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) yang akan terintegrasi antara Stasiun MRT ASEAN dengan Halte TransJakarta CSW tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2020. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPekerja menyelesaikan pembangunan skybridge di Halte TransJakarta Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) koridor 13, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Skybridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) yang akan terintegrasi antara Stasiun MRT ASEAN dengan Halte TransJakarta CSW tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, pengerjaan proyek MRT Fase 2A terbilang cukup sulit.

Hal ini terkait kendala penurunan tanah, lingkungan, hingga soal cagar budaya di beberapa lokasi konstruksi.

"Its different. Tingkat kesulitannya luar biasa, karena tadi ada isu penurunan tanah, isu soil, ada isu cagar budaya, isu lingkungan," ucap William dalam diskusi virtual, Rabu (22/7/2020).

Baca juga: Pengerjaan Stasiun MRT Fase 2A Terintegrasi dengan Proyek Revitalisasi Monas

William berujar, pada pengerjaan proyek dari area Hotel Indonesia (HI) hingga Kota dibayangi dengan penurunan muka tanah juga tekstur tanah yang lunak.

"Ini juga akan terjadi di seluruh fase dua bahkan ketika masuk dari HI ke Kota isu tanah lunak dan penurunan tanah. Itu isu yang besar yang kita harus hadapi," kata dia.

Isu lainnya adalah mengenai lokasi-lokasi cagar budaya yang cukup banyak di kawasan Jakarta Pusat.

Untuk itu, PT MRT Jakarta harus melakukan pengecekan lokasi mana saja yang termasuk cagar budaya agar tidak menimbulkan polemik dan merusak bagunan sejarah.

Baca juga: HGB Lahan untuk Depo MRT di Ancol Barat Masih Milik Pihak Ketiga


"Yang akan kita serius tangani cagar budaya di kawasan Monas. Dan ini salah satu alasan kenapa nanti kita akan lakukan pengecekan terhadap materi-materi cagar budaya yang sudah teridentifikasi jelas," tuturnya.

Menurut William, pengerjaan ini harus dilakukan dengan sangat serius lantaran stasiun maupun lintasan yang dibangun harus bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.

"Itu harus ditangani secara serius karena kita ingin masa umur dari konstruksi yang kita bangun bertahan untuk jangka waktu sangat panjang. Itu memang kita harus lakukan investasi serius penanganan soal tanah lunak dan penurunan tanah di Jakarta," tambah William.

MRT fase 2A rute Bundaran HI-Kota sepanjang 5,8 kilometer akan memiliki tujuh stasiun bawah tanah, yakni Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Kedalaman stasiun mulai dari 17 meter hingga 36 meter.

Fase 2A ini telah dibangun sejak Maret 2020 lalu dimulai dengan paket CP201, yakni konstruksi Stasiun Sarinah, Stasiun Monas, dan pekerjaan terowongan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Vaksin Covid-19 Diutamakan untuk Tenaga Kesehatan

Wagub DKI: Vaksin Covid-19 Diutamakan untuk Tenaga Kesehatan

Megapolitan
33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

Megapolitan
Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Megapolitan
Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Megapolitan
PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

Megapolitan
Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Megapolitan
BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

Megapolitan
Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Megapolitan
Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Megapolitan
Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Megapolitan
Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Megapolitan
Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X