Kasus Penusukan 2 Pria di Bekasi, Polisi Tetapkan Tetangga sebagai Tersangka

Kompas.com - 23/07/2020, 16:15 WIB
Ilustrasi borgol. SHUTTERSTOCKIlustrasi borgol.
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Polisi menetapkan satu tersangka penusukan dua orang di Kompleks Pura Melati Indah, Pondok Gede Kota Bekasi, Jumat (12/6/2020).

Dua orang pria, yakni VT dan temannya, RD, ditusuk tetangganya ketika tengah beristirahat di depan rumah, Jumat subuh.

“Tahapannya sudah kita lakukan penyidikan, minggu yang lalu kita gelarkan penetapan tersangkanya. Nanti perkembangannya kita lihat,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Hery Purnomo saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: Lagi Istirahat di Depan Rumah, Dua Pria di Bekasi Diduga Ditusuk Tetangga

Saat ditanyakan motif penusukan tersebut, ia mengaku masih menyelidiki. Sebab ada dua versi pengakuan yang berbeda dari korban maupun tersangka.

“Nah untuk motif masih mendalami lagi karena ada dua versi yang berbeda, bilang tidak sengaja yang satu sengaja. Nanti deh kita lihat dari hasil penyidikan bagaimana,” ucap Hery.

Kapolsek Pondok Gede Bekasi Kompol Hersiantory sebelumnya mengatakan, peristiwa penusukan tersebut terjadi ketika VT dan RD pulang ke rumah setelah beraktivitas di luar.

Baca juga: Hanya 20 Persen Orangtua Setuju KBM Tatap Muka, Wali Kota Bekasi: Gurunya Kurang Meyakinkan

Kerena sudah larut malam, pintu rumahnya sudah dikunci. VT dan RD memilih beristirahat di depan rumahnya karena tak mau menganggu orang rumah.

Ketika keduanya berisirahat, tiba-tiba saja ada tetangga rumahnya yang menghampiri mereka. Keduanya sempat ditanyakan beberapa pertanyaan, lalu cek-cok hingga akhirnya tetangganya tersebut menusuk mereka dengan pisau.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Megapolitan
Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

Megapolitan
Cabuli Bocah 10 Tahun di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi

Cabuli Bocah 10 Tahun di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi

Megapolitan
Akses Smart E-budgeting Butuh NIK dan KK, Ini Jawaban Pemprov DKI

Akses Smart E-budgeting Butuh NIK dan KK, Ini Jawaban Pemprov DKI

Megapolitan
Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Eksploitasi Anak

Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Eksploitasi Anak

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Ganti Bantuan Sembako Jadi BLT di Tahun 2021

Pemprov DKI Akan Ganti Bantuan Sembako Jadi BLT di Tahun 2021

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Pasang Wi-fi Gratis di Seluruh RW Padat Penduduk

Pemprov DKI Akan Pasang Wi-fi Gratis di Seluruh RW Padat Penduduk

Megapolitan
Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Sang Ibu Mengemis

Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Sang Ibu Mengemis

Megapolitan
Terlambat Serahkan KUA-PPAS 2021, Pemprov DKI: Ini Baru Terjadi

Terlambat Serahkan KUA-PPAS 2021, Pemprov DKI: Ini Baru Terjadi

Megapolitan
Golkar: Normalisasi Sungai Terhenti sejak 2018 karena Tak Ada Pembebasan Lahan

Golkar: Normalisasi Sungai Terhenti sejak 2018 karena Tak Ada Pembebasan Lahan

Megapolitan
Fraksi PAN Usul Hibah Tahunan Pemprov DKI Untuk NU dan Muhammadiyah

Fraksi PAN Usul Hibah Tahunan Pemprov DKI Untuk NU dan Muhammadiyah

Megapolitan
Fraksi PSI Tolak Pelibatan Swasta dalam Proyek LRT Jakarta

Fraksi PSI Tolak Pelibatan Swasta dalam Proyek LRT Jakarta

Megapolitan
 Nasdem Minta Pemprov DKI Beri Perhatian Lebih ke Warga di Kepulauan Seribu

Nasdem Minta Pemprov DKI Beri Perhatian Lebih ke Warga di Kepulauan Seribu

Megapolitan
Fraksi Demokat Minta Hasil Tes PCR Bisa Ditingkatkan Jadi Maksimal 2x24 Jam

Fraksi Demokat Minta Hasil Tes PCR Bisa Ditingkatkan Jadi Maksimal 2x24 Jam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X