Kompas.com - 23/07/2020, 18:15 WIB
driver ojol membawa penumpang istimewadriver ojol membawa penumpang

TANGERANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan telah memberikan lampu hijau bagi ojek online (ojol) untuk mengangkut penumpang di wilayah Tangerang Raya.

Tri menjelaskan, ojol di Tangerang Raya tidak perlu menunggu hasil swab test untuk bisa mengangkut penumpang.

"Saya sampaikan selama yang enam (aturan) sudah dilakukan silakan operasikan, kalau yang swab anggap sudah. Pengertiannya itu sudah dilakukan dulu," ujar dia saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/7/2020).

Tri juga sudah menyampaikan kepada aplikator untuk mengoperasikan secara bertahap.

Baca juga: Pengemudi Ojol Positif Covid-19 di Tangerang Raya Akan Langsung Dikarantina

Soal ojol di Tangsel yang sudah lebih dulu boleh angkutan penumpang, Tri mengatakan mayoritas ojol di Tangsel sudah dibekali partisi atau perisai sebagai pembatas dengan penumpang.

"Kenapa di kota, kabupaten belum berani, mungkin karena perisai itu. Perisai di Tangsel ada itu, saya juga yang nyerahkan," kata Tri.

Tri menyebutkan kemungkinan ojol yang sudah beroperasi di Tangsel sudah melakukan tes Covid-19 baik swab ataupun rapid sehingga bisa beroperasional.

"(Sudah melakukan) yang swab (atau) rapid, logikanya itu," kata dia.

Namun Tri tidak menjelaskan berapa ojol yang sudah melakukan tes Covid-19 di Tangsel sehingga diperbolehkan beroperasi.

Pasalnya, tes swab dari Pemerintah Provinsi Banten baru dilaksanakan pada Selasa lalu, sedangkan ojol di Tangerang Selatan sudah beroperasi sejak 16 Juli.

"Intinya gini, kan hasilnya teman Dinkes (provinsi Banten). Informasi yang saya terima dari Dinkes ngirim ke operator, kalau positif tidak beroperasi sementara," ujar dia.

Kompas.com mencoba menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti melalui telepon dan whatsapp sejak Senin lalu namun belum ada jawaban hingga berita ini ditayangkan.

Baca juga: Selain Ojol, Sopir Angkot di Tangerang Raya Juga Akan Swab Test

Ada enam syarat yang diterbitkan Dishub Provinsi Banten untuk ojol bisa angkut penumpang lagi, yaitu :

  1. Perusahaan aplikasi menyediakan pos kesehatan di beberapa tempat dengan menyediakan disinfektan, hand sanitizer, dan pengukur suhu.
  2. Perusahaan aplikasi wajib menyediakan penyekat antara penumpang dengan pengemudi.
  3. Perusahaan aplikasi diminta untuk menyediakan tutup kepala (haircap) jika helm yang digunakan penumpang merupakan helm dari pengemudi.
  4. Penumpang disarankan untuk membawa helm sendiri dan melaksanakan protokol kesehatan lainnya.
  5. Pengemudi menggunakan helm full face, masker, sarung tangan, jaket lengan panjang, dan hand sanitizer.
  6. Pengemudi diminta menjalani rapid test dengan hasil non-reaktif yang dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi atau lembaga yang berwenang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 17 April 2021

Megapolitan
Dalam 30 Menit, Pencuri Gasak Motor Trail yang Digembok 3 Lapis di Pasar Rebo

Dalam 30 Menit, Pencuri Gasak Motor Trail yang Digembok 3 Lapis di Pasar Rebo

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Depok, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Depok, 17 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Kota Bekasi, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Kota Bekasi, 17 April 2021

Megapolitan
UPDATE 16 April: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 50, Totalnya Kini 10.615

UPDATE 16 April: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 50, Totalnya Kini 10.615

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Jakarta, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Jakarta, 17 April 2021

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri Bermodus Geser Barang Pengunjung Pasar Tanah Abang

Polisi Tangkap Pencuri Bermodus Geser Barang Pengunjung Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Tepergok Warga, Maling Motor di Pondok Cabe Ditangkap dan Dimasukkan ke Mobil Jenazah

Tepergok Warga, Maling Motor di Pondok Cabe Ditangkap dan Dimasukkan ke Mobil Jenazah

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 133 Kasus Baru Covid-19

Kota Bekasi Catat 133 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Mengaku Polisi, Komplotan Perampok Gerebek Rumah Korban, Rampas Ponsel hingga Uang

Mengaku Polisi, Komplotan Perampok Gerebek Rumah Korban, Rampas Ponsel hingga Uang

Megapolitan
Polisi Berencana Dirikan 5 Cek Poin di Kota Tangerang Selama Larangan Mudik Lebaran

Polisi Berencana Dirikan 5 Cek Poin di Kota Tangerang Selama Larangan Mudik Lebaran

Megapolitan
Ditabrak Ambulans yang Terobos Lampu Merah, Pesepeda Ini Alami Luka Memar

Ditabrak Ambulans yang Terobos Lampu Merah, Pesepeda Ini Alami Luka Memar

Megapolitan
Cerita Oki Kurnia Tunanetra Penikmat Tayangan Sepak Bola: Butuh Komentator Informatif dan Bisa Bawa Suasana

Cerita Oki Kurnia Tunanetra Penikmat Tayangan Sepak Bola: Butuh Komentator Informatif dan Bisa Bawa Suasana

Megapolitan
Ikut Panen Raya di Cilacap, Anies: 99 Persen Kebutuhan Pangan di Jakarta Dipasok dari Luar Daerah

Ikut Panen Raya di Cilacap, Anies: 99 Persen Kebutuhan Pangan di Jakarta Dipasok dari Luar Daerah

Megapolitan
Ini Kriteria Pendamping 2 Lansia yang Bisa Ikut Divaksinasi Covid-19

Ini Kriteria Pendamping 2 Lansia yang Bisa Ikut Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X