Penjahat Jalanan di Depok Sembunyikan Senjata Tajam di Lokasi Khusus

Kompas.com - 23/07/2020, 21:33 WIB
Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah pada Selasa (31/12/2019). KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIKapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah pada Selasa (31/12/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Sebagian besar aksi kriminal jalanan di Depok, Jawa Barat, terjadi karena banyak warga membawa senjata tajam secara leluasa. Demikian menurut Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah.

Azis mengatakan, beberapa aksi kejahatan jalanan dilakukan secara sporadis dan itu mudah terjadi karena para penjahat itu sudah siap senjata tajam.

"Ini berdasarkan analisis saya kurang lebih satu tahun di sini. Kami menemukan apa yang bikin Depok ini masih banyak street crime," kata Azis kepada wartawan, Kamis (23/7/2020).

"Ternyata ada banyak yang kejahatan spontan, dia (pelaku) selalu membawa alat-alat yang digunakan untuk melakukan kejahatan, ya ini alatnya (senjata tajam)," tambahnya.

Baca juga: Polisi: Aksi Kriminal Marak di Depok karena Warga Mudah Bawa Senjata Tajam

Azis kemudian mengungkapkan beberapa modus yang kerap dilakukan para pelaku dalam  menyiapkan dirinya dengan senjata tajam sebelum melakukan kejahatan. Ia bilang, tidak berarti dalam setiap aktivitasnya pelaku selalu membawa senjata tajam di tangan.

"Mereka memang ada yang membawanya dari rumah, tapi ada juga yang ditaruh, standby di sepeda motor," ujar Azis.

"Ada juga yang disimpan di tempat-tempat tersembunyi di tempat umum, misalnya di lapak-lapak, ada juga di pot taman-taman kota. Sehingga sewaktu-waktu mereka melakukan kegiatannya, mereka tinggal ambil di tempat itu," tambah dia.

Karena itu, Azis mengatakan akan menggencarkan operasi tangkap tangan warga Depok yang membawa senjata tajam selama beberapa waktu ke depan.

Selama razia senjata tajam dalam dua pekan terakhir, Azis mengeklaim telah mengamankan sekitar 20 pelaku.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X