Calon Wakil Wali Kota Depok Pendamping Idris Diminta PKS, PPP: Koalisi Tertata Nggak Masalah

Kompas.com - 24/07/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi pemilih mencelupkan tangan ke tinta sebagai penanda telah menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019. KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi pemilih mencelupkan tangan ke tinta sebagai penanda telah menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019.

DEPOK, KOMPAS.com - Koalisi Tertata disebut tak keberatan untuk memberikan jatah kursi calon wakil wali kota Depok kepada PKS.

Sebagai informasi, sejauh ini Koalisi Tertata ada dalam satu koalisi dengan PKS yang kian santer akan mengusung kembali Mohammad Idris sebagai kandidat petahana dalam Pilkada Depok 2020 nanti.

Idris mengaku, ia diberikan syarat oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Depok agar bisa dibekingi PKS dalam kontestasi, yakni merangkul Koalisi Tertata serta mengamankan jatah kursi calon wakilnya buat PKS.

"Kaitan wakilnya dari PKS, itu nggak jadi masalah," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Depok, Qonitah Luthfiyah ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (24/7/2020).

Baca juga: Ini Komentar Idris dan Pradi soal Pecah Kongsi di Pilkada Depok 2020

PPP merupakan salah satu partai dalam Koalisi Tertata, selain Demokrat dan PAN, yang sama-sama disebut sepakat mendukung Idris untuk kembali jadi Wali Kota Depok.

PKB yang awalnya ada dalam satu perahu memilih keluar dan dikabarkan sedang didekati oleh poros oposisi, Gerindra-PDI-P.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Qonitah menambahkan, urusan kursi calon wakil Idris tak jadi soal sebab mereka sudah lebih dulu dekat dengan Idris, yakni menyatakan dukungan sejak akhir Juni lalu.

Tanpa diberi kursi wakil wali kota, lanjut dia, Koalisi Tertata menganggap bahwa perjalanan sejauh ini sudah "sesuai rencana".

"Artinya ketika dukungan kami direspons oleh Pak Idris, otomatis kerja sama kami dengan Pak Idris sudah terbangun. Buat kami sih tidak ada masalah (tidak dapat jatah wakil wali kota), karena mungkin orang melihatnya dari luar saja, tapi mereka tidak tahu proses antara Tertata dengan Pak Idris," beber Qonitah.

Baca juga: Idris Mengaku Diberi 2 Syarat oleh PKS agar Diusung Jadi Calon Wali Kota Depok

"Misalnya nanti ketemu titik kesepakatan bahwa wakilnya dari PKS, ketika itu nanti semua sudah terwujud, kan otomatis artinya kami semua tidak ada yang masalah," imbuhnya.

Pemungutan suara akan dilakukan pada Desember mendatang, dengan peta kekuatan partai politik di Depok sejauh ini mengerucut ke 2 poros utama.

Poros petahana dimotori oleh PKS dengan 12 kursi yang sudah berkuasa 15 tahun di Depok, dibantu Koalisi Tertata berisi Demokrat (4 kursi), PAN (3 kursi), dan PPP (2 kursi).

Sementara itu, poros penantang dibentuk oleh Gerindra dan PDI-P dengan total 20 kursi.

Poros Gerindra-PDI-P sudah mencuri start dengan mengumumkan nama Pradi Supriatna, kader Gerindra sekaligus wakil Idris saat ini di pemerintahan, sebagai calon penantang Idris di Pilkada Depok 2020.

Pradi bakal didampingi oleh kader perempuan PDI-P, Afifah Aliyah.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

Megapolitan
2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

Megapolitan
Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Megapolitan
PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

Megapolitan
Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Megapolitan
266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Megapolitan
Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Megapolitan
Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Megapolitan
Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Megapolitan
Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Megapolitan
Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Megapolitan
3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

Megapolitan
Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.