Pemkot Bekasi: 25 Persen Tempat Hiburan dan Pariwisata Langgar Protokol Pencegahan Covid-19

Kompas.com - 24/07/2020, 19:31 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Tedy Hafni mengatakan, pihaknya menemukan 25 persen tempat hiburan hingga tempat pariwisata yang melanggar aturan protokol pencegahan Covid-19.

Hal itu diungkapkan Tedy berdasarkan hasil pemantauan lebih dari 1.500 tempat hiburan, tempat makan, hingga tempat pariwisata di Bekasi.

“Presentasenya kita cek ada yang 25 persen masih melakukan pelangggaran walau bukan pelanggaran berat,” ujar Tedy saat dihubungi, Jumat (24/7/2020).

Baca juga: Seorang Tewas Saat Tawuran, 8 Pelajar di Bekasi Ditangkap

Ia mengatakan, protokol pencegahan Covid-19 yang banyak dilanggar, yakni pengunjungnya tidak mengenakan masker, restoran tidak menyediakan hand sanitizer.

Selain itu, ada beberapa restoran yang pelayannya tidak menggunakan face shield.

“Pengunjung banyak pakai masker di leher, kurang jaga jarak ketika sudah kumpul dengan teman-temannya di satu tempat,” kat Tedy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, kata dia, pelanggaran itu seiring berjalannya waktu mulai berkurang.

Baca juga: UPDATE 23 Juli: Bertambah 18, Kini Ada 506 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

Sebab pihak Pemkot meminta pengelola tempat pariwisata maupun tempat hiburan untuk menegur pengunjung yang tidak taati aturan.

“Kalau sekarang perkembangan masyarakat atau kesadaran di tempat makan atau hiburan masyarakat udah cepat baik. Jadi banyak progresnya,” ujar Tedy.

Ia menambahkan, untuk mengawasi tempat hiburan hingga tempat pariwisata, pihak Pemkot melibatkan aparatur sipil negara (ASN) lain dari tingkat kecamatan dan kelurahan.

Pihak Disparbud juga melibatkan RW maupun RT untuk memantau protokol pencegahan Covid-19 di tempat wisata maupun tempat hiburan.

Baca juga: Banyak Remaja di Bekasi Belum Taat Kenakan Masker

“Kalau mereka tidak mengikuti protokol kesehatan, kan yang rugi mereka juga. Makanya mereka mau tidak mau mengikuti aturan yang ada. Kalau ditutup lagi selama tiga bulan lagi kacau ekonomi mereka,” tutur dia.

Sebelumnya, tempat hiburan hingga tempat pariwisata di Kota Bekasi mulai diperbolehkan beroperasi bertahap sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Akhir Pekan, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Capai 90.000 Orang

Pada Akhir Pekan, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Capai 90.000 Orang

Megapolitan
PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

Megapolitan
Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

Megapolitan
Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

Megapolitan
Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

Megapolitan
Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

Megapolitan
UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Respons Sahroni Diminta Mundur sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta

Respons Sahroni Diminta Mundur sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta

Megapolitan
Besi Penutup Gorong-gorong di Margonda Dicuri, 2 Minggu Belum Diperbaiki

Besi Penutup Gorong-gorong di Margonda Dicuri, 2 Minggu Belum Diperbaiki

Megapolitan
2,5 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

2,5 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
BEM UI Pecat Seorang Pengurusnya Terkait Kekerasan Seksual

BEM UI Pecat Seorang Pengurusnya Terkait Kekerasan Seksual

Megapolitan
Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Kemungkinan karena Klaster PTM Terbatas

Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Kemungkinan karena Klaster PTM Terbatas

Megapolitan
RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Mulai Ramai Kunjungi Jakarta, Paling Banyak dari China

Wisatawan Mancanegara Mulai Ramai Kunjungi Jakarta, Paling Banyak dari China

Megapolitan
Dua Bulan PTM Terbatas, 22 Murid dan 16 Tenaga Pendidik di Tangsel Positif Covid-19

Dua Bulan PTM Terbatas, 22 Murid dan 16 Tenaga Pendidik di Tangsel Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.