Ahli Epidemiologi Curiga Banyak Warga yang Isolasi Mandiri Tak Disiplin

Kompas.com - 24/07/2020, 20:12 WIB
. Shutterstock.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli epidemiologi asal Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono curiga salah satu yang menyebabkan tingginya penularan Covid-19 adalah mereka yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Kemungkinan penanganan kasus-kasus ringan yang isolasi mandiri ini belum efektif,” kata Miko saat dihubungi Kompas.com, Jumat (24/7/2020).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, 66 persen kasus Covid-19 di Ibu Kota merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Baca juga: Update Jakarta 24 Juli: 1.300 Pasien Covid-19 Dirawat di RS, 4.610 Orang Isolasi Mandiri

Kemudian Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani juga menyampaikan bahwa per hari ini, 1.300 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 4.610 orang melakukan isolasi mandiri termasuk RSD Wisma Atlet.

Besarnya jumlah orang yang menjalani isolasi mandiri tentunya mempersulit pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

Belum lagi pengawasan karantina terhadap mereka yang masih menunggu hasil dari swab test.

“Ini bisa jadi masalah, kemungkinan melanggarnya bisa besar, itu yang saya curiga,” ucap Miko.

Baca juga: Ada 3 Perusahaan di Jakarta yang Lapor Karyawannya Terpapar Covid-19

Adapun jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta bertambah 279 orang per hari ini.

Sehingga jumlah akumulatif pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta hingga hari ini adalah 18.230 orang.

Sebanyak 11.552 orang dari total keseluruhan pasien positif Covid-19 dinyatakan telah sembuh, sedangkan 768 orang meninggal dunia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Tanjung Priok

Seorang Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Tanjung Priok

Megapolitan
Lolos Seleksi CPNS Pemprov DKI, Jangan Lupa Isi Daftar Riwayat Hidup, Ini Caranya...

Lolos Seleksi CPNS Pemprov DKI, Jangan Lupa Isi Daftar Riwayat Hidup, Ini Caranya...

Megapolitan
Banyak Pesepeda Jadi Korban Begal, Kadishub: Hindari Bawa Barang Berharga

Banyak Pesepeda Jadi Korban Begal, Kadishub: Hindari Bawa Barang Berharga

Megapolitan
Pemuda di Depok Satroni dan Ancam Bunuh Ustaz, Diduga Gangguan Jiwa

Pemuda di Depok Satroni dan Ancam Bunuh Ustaz, Diduga Gangguan Jiwa

Megapolitan
Anggotanya Diintimidasi, Tim Pemenangan Benyamin-Pilar Berencana Tempuh Jalur Hukum

Anggotanya Diintimidasi, Tim Pemenangan Benyamin-Pilar Berencana Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Tim Pendukung Benyamin-Pilar Tertabrak Motor Saat Pasang APK di Pamulang, Diduga akibat Diintimidasi

Tim Pendukung Benyamin-Pilar Tertabrak Motor Saat Pasang APK di Pamulang, Diduga akibat Diintimidasi

Megapolitan
Ganti Rugi Longsor di Ciganjur Tak Jelas, Warga Berencana Tempuh Jalur Hukum

Ganti Rugi Longsor di Ciganjur Tak Jelas, Warga Berencana Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Warga Korban Banjir Belum Sependapat Soal Ganti Rugi, Satu RT Minta PT Khong Guan Bayar 80 Persen

Warga Korban Banjir Belum Sependapat Soal Ganti Rugi, Satu RT Minta PT Khong Guan Bayar 80 Persen

Megapolitan
Seorang Pria Mencoba Lompat dari Lantai 22 di Apartemen Salemba, Damkar Berhasil Gagalkan

Seorang Pria Mencoba Lompat dari Lantai 22 di Apartemen Salemba, Damkar Berhasil Gagalkan

Megapolitan
Banyak Warga Keluar Kota, Tempat Wisata di Jakarta Lebih Sepi

Banyak Warga Keluar Kota, Tempat Wisata di Jakarta Lebih Sepi

Megapolitan
Ormas Sering Bentrok di Ciledug, Polisi Diminta Tak Kompromi dan Berani Bubarkan

Ormas Sering Bentrok di Ciledug, Polisi Diminta Tak Kompromi dan Berani Bubarkan

Megapolitan
Bentrok Ormas Makan Korban di Ciledug tapi Berujung Damai, Pengamat: Jangan Didiamkan!

Bentrok Ormas Makan Korban di Ciledug tapi Berujung Damai, Pengamat: Jangan Didiamkan!

Megapolitan
Kisah PKL di Jalan Wahid Hasyim, Puluhan Tahun Setia Jajakan Kardus Bekas

Kisah PKL di Jalan Wahid Hasyim, Puluhan Tahun Setia Jajakan Kardus Bekas

Megapolitan
Polisi Prediksi Puncak Arus Balik Libur Panjang Terjadi Mulai Besok

Polisi Prediksi Puncak Arus Balik Libur Panjang Terjadi Mulai Besok

Megapolitan
Ini Kronologi Pencurian Disertai Pembunuhan di Rumah Kos Kawasan Tambora

Ini Kronologi Pencurian Disertai Pembunuhan di Rumah Kos Kawasan Tambora

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X