Kompas.com - 24/07/2020, 23:35 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menyebutkan, aksi saling ejek jadi pemicu tawuran antara warga Gang Buntu dan Gang BS di Cilincing, Jakarta Utara, yang menewaskan satu orang pada Sabtu (18/7/2020) lalu.

"Jadi kejadian dipicu adanya saling mengejek antara dua kelompok tersebut," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi S, di Polres Metro Jakut, Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/7/2020).

Akibat saling aksi ejek it terjadilah saling serang antar kedua kelompok tersebut. Berbagai senjata tajam mulai dari parang hingga golok digunakan para pemuda dua gang tersebut dalam melancarkan serangan.

Baca juga: Polisi Tangkap 4 Pelaku Tawuran yang Menewaskan Seorang di Cilincing

Lokasi tawuran tepatnya di belakang lokasi krematorium di RT 09/ RW 04, Kelurahan Kalibaru, Cilincing pada dini hari Sabtu itu.

Dalam tawuran tersebut satu orang tewas dan seorang lain terluka. MRN, warga Gang BS tewas tertusuk senjata tajam di dada kiri .

Sementara satu warga Gang Buntu berinisial MRF mengalami luka bacok di telapak tangan kiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi telah mengamankan empat orang dari tujuh tersangka pelaku yang terlibat tawuran itu.

"Tersangka yang sudah kami amankan ada 4 orang, HB warga Gang Buntu yang didakwa pembunuhan. (Ada) JP, ES. Kemudian satu lagi yang kami jerat dengan pasal penganiayaan berat adalah IK warga dari Gang BS," kata Budhi.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua  parang dan celurit, serta tiga helm.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjaring Razia Masker di Cakung, Pengendara Ini Pilih Sanksi Lafalkan Pancasila, tapi Justru Tak Hafal

Terjaring Razia Masker di Cakung, Pengendara Ini Pilih Sanksi Lafalkan Pancasila, tapi Justru Tak Hafal

Megapolitan
Tukang Parkir Minimarket di Koja Ditusuk Orang Tak Dikenal, Kini Dirawat di RS

Tukang Parkir Minimarket di Koja Ditusuk Orang Tak Dikenal, Kini Dirawat di RS

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli oleh Karang Taruna Gadungan di Ciputat

Polisi Selidiki Dugaan Pungli oleh Karang Taruna Gadungan di Ciputat

Megapolitan
Kurangi Volume TPST Bantar Gebang, Pemprov DKI Ajak Warga Rajin Pilah Sampah Rumah Tangga

Kurangi Volume TPST Bantar Gebang, Pemprov DKI Ajak Warga Rajin Pilah Sampah Rumah Tangga

Megapolitan
Pemkot Tangerang Terima 47 Laporan Pungli, Tujuh Orang Diperiksa Polisi

Pemkot Tangerang Terima 47 Laporan Pungli, Tujuh Orang Diperiksa Polisi

Megapolitan
Gelar Vaksinasi Covid-19, Polda Metro Klaim 90 Persen Warga Jakarta Sudah Divaksin Dosis Pertama

Gelar Vaksinasi Covid-19, Polda Metro Klaim 90 Persen Warga Jakarta Sudah Divaksin Dosis Pertama

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 Turun Signifikan, BOR di RSUD Kota Bekasi Kini 56 Persen

Jumlah Pasien Covid-19 Turun Signifikan, BOR di RSUD Kota Bekasi Kini 56 Persen

Megapolitan
Sempat 93 Persen, BOR di RS Rujukan Kota Tangerang Kini Sentuh 53 Persen

Sempat 93 Persen, BOR di RS Rujukan Kota Tangerang Kini Sentuh 53 Persen

Megapolitan
Masuk Lippo Mall Kramatjati, Pengunjung Harus Tunjukkan Surat Vaksinasi Covid-19

Masuk Lippo Mall Kramatjati, Pengunjung Harus Tunjukkan Surat Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi: Kebakaran di Stasiun LRT Pegangsaan Dua Diduga karena Pengisian Nitrogen AC

Polisi: Kebakaran di Stasiun LRT Pegangsaan Dua Diduga karena Pengisian Nitrogen AC

Megapolitan
Tanah Longsor di Pasir Putih Depok, Warga: Tinggal Tunggu Waktu Rumah Saya Roboh

Tanah Longsor di Pasir Putih Depok, Warga: Tinggal Tunggu Waktu Rumah Saya Roboh

Megapolitan
Tangerang Masih Berstatus PPKM Level 4, Wali Kota: Enggak Buru-buru Turun, Takut Kayak Negara Lain

Tangerang Masih Berstatus PPKM Level 4, Wali Kota: Enggak Buru-buru Turun, Takut Kayak Negara Lain

Megapolitan
Belum Ada Bus AKAP Berangkat dari Terminal Pulogebang 12 Hari Terakhir

Belum Ada Bus AKAP Berangkat dari Terminal Pulogebang 12 Hari Terakhir

Megapolitan
Pengendara Kawasaki Ninja Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas di Kembangan

Pengendara Kawasaki Ninja Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas di Kembangan

Megapolitan
Perlombaan Agustusan Dilarang di Depok, kecuali Virtual

Perlombaan Agustusan Dilarang di Depok, kecuali Virtual

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X