Yodi Prabowo Diduga Bunuh Diri Karena Depresi, Metro TV Akan Dukung Kampanye Kesehatan Mental

Kompas.com - 25/07/2020, 18:44 WIB
Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo menemui jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (24/7/2020). WARTA KOTA/Budi Sam Law Malau Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo menemui jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (24/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo mengatakan, pihaknya akan gencar mengkampanyekan kesehatan mental di Indonesia.

Hal ini menyusul kesimpulan Polisi yang mengatakan penyebab kematian editor Metro TV Yodi Prabowo karena bunuh diri.

"Metro TV akan berada di depan untuk mengkampanyekan pentingnya dukungan terhadap kesehatan mental agar semakin banyak pihak yang peduli," ujar Arief dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Jumat (25/7/2020).

Baca juga: 7 Temuan Polisi Terkait Dugaan Editor Metro TV Yodi Prabowo Bunuh Diri

Arief menyebutkan bahwa Metro TV mengapresiasi pihak kepolisian yang menangani kasus Yodi.

"Kami mengapresiasi pihak kepolisian, khususnya tim gabungan yang terdiri dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Pesanggrahan yang telah menangani dengan baik kasus berpulangnya almarhum Yodi Prabowo," tuturnya.

Ia juga berharap keluarga dan kerabat Yodi bisa kembali tabah setelah kepergian pria 26 tahun tersebut.

"Doa dan dukungan kami terus bersama keluarga almarhum, semoga senantiasa diberikan ketabahan dalam melewati masa sulit ini," ucap Arief.

Baca juga: Polisi: Yodi Prabowo Diduga Kuat Bunuh Diri

Jenazah Yodi ditemukan di pinggir Tol JORR Pesanggrahan, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta pada Jumat lalu pukul 11.30 WIB oleh tiga anak kecil yang bermain layangan.

Yodi tertelungkup di dekat tembok. Yodi ditemukan memakai helm, berjaket hijau, bercelana hitam, bersepatu, dan mengenakan tas.

Yodi diperkirakan tewas pada Rabu (8/7/2020) sekitar pukul 00.00-02.00 WIB. Sebelum ditemukan tewas, Yodi terakhir terlihat di kantor Metro TV pada Selasa (7/7/2020) pukul 22.27 WIB.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengadaan Mobil Damkar, Pemprov DKI Kelebihan Bayar Rp 6,52 Miliar

Pengadaan Mobil Damkar, Pemprov DKI Kelebihan Bayar Rp 6,52 Miliar

Megapolitan
Vaksin Covid-19 untuk Pendamping Lansia, Mengapa Hanya untuk yang Bawa Dua Orang?

Vaksin Covid-19 untuk Pendamping Lansia, Mengapa Hanya untuk yang Bawa Dua Orang?

Megapolitan
Rizieq Shihab Aktif Cecar Saksi Jaksa, Kuasa Hukum: Ilmu Beliau Lebih Bagus dari Pengacara

Rizieq Shihab Aktif Cecar Saksi Jaksa, Kuasa Hukum: Ilmu Beliau Lebih Bagus dari Pengacara

Megapolitan
Kasus Pria Cabuli Anak-anak, Komnas PA Kritik Pemkot Depok

Kasus Pria Cabuli Anak-anak, Komnas PA Kritik Pemkot Depok

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Jakarta Hari Ini, Selasa 13 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Jakarta Hari Ini, Selasa 13 April 2021

Megapolitan
Modus Ajak Nonton Film Horor, Pria di Depok Cabuli Anak-anak

Modus Ajak Nonton Film Horor, Pria di Depok Cabuli Anak-anak

Megapolitan
TCAB: Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo Masuk Daftar Pengkajian Jadi Cagar Budaya

TCAB: Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo Masuk Daftar Pengkajian Jadi Cagar Budaya

Megapolitan
Pengelola Terminal Pulo Gebang Sebut Jumlah Penumpang Masih Normal pada Awal Ramadhan

Pengelola Terminal Pulo Gebang Sebut Jumlah Penumpang Masih Normal pada Awal Ramadhan

Megapolitan
Preteli Mobil di IRTI Monas, Pencuri Tepergok Petugas Dishub

Preteli Mobil di IRTI Monas, Pencuri Tepergok Petugas Dishub

Megapolitan
Ketika Achmad Soebardjo Memilih Tidur saat Teks Proklamasi yang Ia Rancang Dibacakan

Ketika Achmad Soebardjo Memilih Tidur saat Teks Proklamasi yang Ia Rancang Dibacakan

Megapolitan
Pemkot Depok Klaim Sudah Berencana Perbaiki Jalan yang Ambles di GDC

Pemkot Depok Klaim Sudah Berencana Perbaiki Jalan yang Ambles di GDC

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri Belasan Ponsel di Rukan Sedayu Cengkareng, Pelaku Diduga Karyawan

Polisi Tangkap Pencuri Belasan Ponsel di Rukan Sedayu Cengkareng, Pelaku Diduga Karyawan

Megapolitan
Kebakaran di Gedung Blok C Pasar Minggu Diduga Disebabkan Korsleting

Kebakaran di Gedung Blok C Pasar Minggu Diduga Disebabkan Korsleting

Megapolitan
Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo Dijual Rp 400 M, Sudah Ada yang Menawar

Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo Dijual Rp 400 M, Sudah Ada yang Menawar

Megapolitan
Kelelahan Berenang di Sungai Bekasi, Remaja Hanyut

Kelelahan Berenang di Sungai Bekasi, Remaja Hanyut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X