Kompas.com - 26/07/2020, 09:06 WIB
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur, Ahad (26/7/2020). Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di jalan itu ditiadakan akibat ada warga sekitar terinfeksi virus corona (COVID-19). ANTARA/Andi FirdausPengendara sepeda motor melintas di Jalan Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur, Ahad (26/7/2020). Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di jalan itu ditiadakan akibat ada warga sekitar terinfeksi virus corona (COVID-19).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Minggu (26/7/2020), ditiadakan akibat ada warga sekitar terinfeksi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2).

"Sesuai arahan pimpinan, sementara waktu ditiadakan," ujar Kasi Pengendalian dan Operasional Sudin Perhubungan Jakarta Timur Riky Erwinda di Jakarta.

Alasan peniadaan CFD di lokasi itu karena sejumlah warga di Kelurahan Jati terdeteksi positif Covid-19.

"Karena ada beberapa RW di sana yang masuk zona merah," katanya.

Baca juga: Dua Orang Positif Covid-19, DPRD Minta Pemkot Bekasi Hentikan CFD

Namun, sebagian masyarakat di sekitar wilayah Jalan Pemuda mengaku tidak mengetahui bahwa CFD kali ini ditiadakan.

"Baru juga dua kali digelar sudah tidak ada. Sudah gitu enggak ada pemberitahuan sama sekali," kata pesepeda, Indra (30).

Warga berdatangan sejak pukul 05.30 WIB ke lokasi menggunakan sepeda maupun berjalan kaki. Tidak tampak keberadaan petugas berseragam Dishub maupun Satpol PP di lokasi.

Baca juga: Ahli Sebut Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta Akibat Pelonggaran PSBB, Termasuk CFD

Warga yang terlanjur berdatangan ke Jalan Pemuda memilih untuk berolahraga di lingkungan Velodrome yang merupakan arena sepeda dan taman.

Jalan Raya Pemuda menjadi salah satu lokasi CFD sebagai alternatif dari Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, yang ditiadakan selama pandemi virus Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Bekasi Residivis, Pernah Mencuri Saat Jadi Pekerja Proyek

Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Bekasi Residivis, Pernah Mencuri Saat Jadi Pekerja Proyek

Megapolitan
Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Bapak dan Anak Bacok lalu Coba Begal Ibu Muda di Tangerang

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Bapak dan Anak Bacok lalu Coba Begal Ibu Muda di Tangerang

Megapolitan
Jakarta Akan Jadi Tuan Rumah Kongres Ke-33 Asosiasi Penerbit Internasional

Jakarta Akan Jadi Tuan Rumah Kongres Ke-33 Asosiasi Penerbit Internasional

Megapolitan
17 Hari Jelang Formula E Jakarta, PSI Pertanyakan Sponsor Tak Kunjung Dirilis

17 Hari Jelang Formula E Jakarta, PSI Pertanyakan Sponsor Tak Kunjung Dirilis

Megapolitan
Polsek Cikarang Barat Tangkap 2 Pelaku Pencurian Spesialis Rumah Kosong, Beraksi Saat Libur Lebaran

Polsek Cikarang Barat Tangkap 2 Pelaku Pencurian Spesialis Rumah Kosong, Beraksi Saat Libur Lebaran

Megapolitan
Jokowi Bagikan Bansos Sembako dan Uang Tunai di Pasar Gunung Batu Bogor

Jokowi Bagikan Bansos Sembako dan Uang Tunai di Pasar Gunung Batu Bogor

Megapolitan
Fraksi Demokrat-PPP Batal Ikut Ajukan Interpelasi terhadap Wali Kota Depok soal KDS, Ini Alasannya

Fraksi Demokrat-PPP Batal Ikut Ajukan Interpelasi terhadap Wali Kota Depok soal KDS, Ini Alasannya

Megapolitan
Perampokan Minimarket di Senen Didorong Rasa Dendam

Perampokan Minimarket di Senen Didorong Rasa Dendam

Megapolitan
Mendiang Ibu Nirina Zubir Disebut Ingin Bayari Program Bayi Tabung Riri Khasmita

Mendiang Ibu Nirina Zubir Disebut Ingin Bayari Program Bayi Tabung Riri Khasmita

Megapolitan
Anggota DPRD Bingung Mengapa Pemprov DKI Sering Gunakan Istilah Genangan Saat Terjadi Banjir

Anggota DPRD Bingung Mengapa Pemprov DKI Sering Gunakan Istilah Genangan Saat Terjadi Banjir

Megapolitan
Adik Nirina Zubir: Saat Sertifikat Aset Mama Hilang, Riri Khasmita Minta Saya Teken Surat Kuasa

Adik Nirina Zubir: Saat Sertifikat Aset Mama Hilang, Riri Khasmita Minta Saya Teken Surat Kuasa

Megapolitan
Pemeriksaan Ahli Forensik dalam Sidang Kebakaran Lapas Tangerang Ditunda, Dilanjut 31 Mei

Pemeriksaan Ahli Forensik dalam Sidang Kebakaran Lapas Tangerang Ditunda, Dilanjut 31 Mei

Megapolitan
Dea 'Onlyfans' Mengaku Sudah 4 Kali Mencoba Bunuh Diri

Dea "Onlyfans" Mengaku Sudah 4 Kali Mencoba Bunuh Diri

Megapolitan
Gasak Rp 17 Juta dari Minimarket di Senen, Perampok Todongkan Pisau dan Ikat Karyawan di Gudang

Gasak Rp 17 Juta dari Minimarket di Senen, Perampok Todongkan Pisau dan Ikat Karyawan di Gudang

Megapolitan
Polemik KDS, DPRD Kota Depok Ajukan Interpelasi terhadap Wali Kota

Polemik KDS, DPRD Kota Depok Ajukan Interpelasi terhadap Wali Kota

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.