Kompas.com - 28/07/2020, 06:13 WIB
Sejumlah siswa SDN 1 Inten Jaya mengerjakan tugas melalui gawainya di Kampung Lebak Limus, Lebak, Banten, Senin (20/7/2020). Sejumlah siswa yang tinggal di daerah pelosok tersebut kesulitan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring dan tepaksa menempuh perjalanan hingga satu kilometer dari kediamannya menuju ke dataran yang lebih tinggi agar mendapatkan jaringan internet guna mengerjakan tugas sekolah melalui gawai yang nantinya dikirim melalui aplikasi percakapan WhatssApp. ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRSejumlah siswa SDN 1 Inten Jaya mengerjakan tugas melalui gawainya di Kampung Lebak Limus, Lebak, Banten, Senin (20/7/2020). Sejumlah siswa yang tinggal di daerah pelosok tersebut kesulitan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring dan tepaksa menempuh perjalanan hingga satu kilometer dari kediamannya menuju ke dataran yang lebih tinggi agar mendapatkan jaringan internet guna mengerjakan tugas sekolah melalui gawai yang nantinya dikirim melalui aplikasi percakapan WhatssApp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang parah bagi dunia pendidikan di Indonesia. Kegiatan belajar dari rumah di Jakarta hingga di pelosok daerah tidak berjalan mulus. Banyak yang terhambat lantaran siswa maupun orangtua tak tak memiliki gawai.

Di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) misalnya, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendapat laporan bahwa pada masa Pembelajaran Jarak Jauh Fase II ini masih banyak siswa yang tak memiliki gawai pintar secara pribadi.

"Punya gawai hanya satu, itu pun dipegang orangtua. Alhasil tak bisa ikut pembelajaran daring bersama temannya di siang hari," kata Wakil Sekjen FSGI, Satriwan Salim, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Kemendikbud: Mayoritas Anak Sulit Pahami Pelajaran Selama Belajar dari Rumah

Ada pula masalah kenaikan pengeluaran rumah tangga karena harus membeli kuota internet yang ekstra.

Masyarakat miskin akan semakin tercekik karena keuangan yang menipis. Untuk makan saja susah, bagaimana untuk keperluan pendidikan?

Permasalahan tersebut mengerakkan sekelompok relawan Wartawan Lintas Media untuk membuat upaya kolektif bertajuk Donasikan Ponsel Bekasmu!.

Awalnya, mereka berangkat dari inisiatif spontan untuk membantu penggalangan dana dan pendistribusian sembako untuk kaum marjinal yang terlupakan seperti penyandang disabilitas.

"Nah ketika kami terjun ke lapangan untuk mendistribusikan donasi inilah kawan-kawan menemukan fakta bahwa banyak anak yang dari keluarga tidak mampu (penerima donasi sembako dan uang kontrakan) yang terancam enggak bisa sekolah daring karena enggak punya fasilitas, terutamanya gawai," kata seorang relawan Wartawan Lintas Media (WLM), Margareth Aritonang saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/7) malam.

Para relawan kemudian menemukan banyak cerita pelajar dari keluarga miskin yang semakin terancam tak bisa bersekolah karena keterbatasan biaya maupun gawai.

Mereka menemukan banyak berita seperti seorang ayah yang mencuri laptop demi anaknya bisa belajar secara daring hingga siswa datang ke sekolah lantaran tak punya gawai.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Idul Fitri, Imam Besar Minta Maaf

Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Idul Fitri, Imam Besar Minta Maaf

Megapolitan
Rizieq Shihab Minta Penangguhan Penahanan Jelang Idul Fitri, Majelis Hakim Masih Bermusyawarah

Rizieq Shihab Minta Penangguhan Penahanan Jelang Idul Fitri, Majelis Hakim Masih Bermusyawarah

Megapolitan
Berbeda dengan DKI, Tangsel Tak Larang Ziarah Kubur Saat Lebaran

Berbeda dengan DKI, Tangsel Tak Larang Ziarah Kubur Saat Lebaran

Megapolitan
Fraksi PDI-P Duga Ratusan PNS DKI Ogah Ikut Lelang Jabatan karena TGUPP Bentukan Anies Dominan

Fraksi PDI-P Duga Ratusan PNS DKI Ogah Ikut Lelang Jabatan karena TGUPP Bentukan Anies Dominan

Megapolitan
Pengacara John Kei Dituntut 18 Tahun Penjara

Pengacara John Kei Dituntut 18 Tahun Penjara

Megapolitan
Libur Lebaran, Warga Jadetabek Tak Diizinkan Masuk ke Tempat Wisata di Kota Bogor

Libur Lebaran, Warga Jadetabek Tak Diizinkan Masuk ke Tempat Wisata di Kota Bogor

Megapolitan
4 Pemudik Diamankan Polisi di Kedungwaringin, Dianggap Provokator Penerobosan Penyekatan

4 Pemudik Diamankan Polisi di Kedungwaringin, Dianggap Provokator Penerobosan Penyekatan

Megapolitan
Anies Apresiasi Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Idul Fitri

Anies Apresiasi Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Idul Fitri

Megapolitan
Buka Saat Libur Lebaran, Dufan Operasikan 80 Persen Wahana

Buka Saat Libur Lebaran, Dufan Operasikan 80 Persen Wahana

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Izinkan Warga Shalat Id di Masjid

Wali Kota Bekasi Izinkan Warga Shalat Id di Masjid

Megapolitan
Pulih dari Covid-19 Jelang Lebaran, Para Penyintas Ini Bersyukur dan Tak Berencana Mudik

Pulih dari Covid-19 Jelang Lebaran, Para Penyintas Ini Bersyukur dan Tak Berencana Mudik

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 11 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 11 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 11 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 11 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 11 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 11 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 11 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 11 Mei 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X