Kompas.com - 28/07/2020, 06:13 WIB
Sejumlah siswa SDN Marmoyo mengerjakan tugas dengan berkelompok menggunakan gawai secara bergantian di rumah warga Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (22/7/2020). Banyaknya siswa yang tidak punya gawai dan akses jaringan internet menjadi kendala utama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bagi pelajar yang tinggal serta sekolah di daerah pelosok Kabupaten Jombang, sehingga mereka harus mengerjakan tugas secara berkelompok dan menumpang di rumah warga yang bisa mengakses jaringan internet. ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIFSejumlah siswa SDN Marmoyo mengerjakan tugas dengan berkelompok menggunakan gawai secara bergantian di rumah warga Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (22/7/2020). Banyaknya siswa yang tidak punya gawai dan akses jaringan internet menjadi kendala utama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bagi pelajar yang tinggal serta sekolah di daerah pelosok Kabupaten Jombang, sehingga mereka harus mengerjakan tugas secara berkelompok dan menumpang di rumah warga yang bisa mengakses jaringan internet.

"Verifikasi masih terus berjalan. Selain kampung kumuh di Rawamangun, prioritas juga akan diberikan kepada beberapa individu (dari berbagai daerah di Indonesia) yang sudah menghubungi kawan-kawan secara langsung," tambah Margareth.

Gelombang kedua bantuan akan dilakukan tak lama setelah penyaluran gelombang pertama selesai. Kegiatan penyaluran akan terus berlangsung selama orang-orang masih terus tergerak hatinya untuk berbagi.

"Dan selama ada yang membutuhkan maka donasi akan terus berjalan. Dan kami sangat berharap kawan-kawan di seluruh Tanah Air bisa menggagas inisiatif yang sama di daerah masing-masing karena dengan bersama maka tujuan kita untuk membuka akses merata untuk pendidikan berkualitas bagi semua warga bisa terwujud," ujar wartawan The Jakarta Post itu.

Donasi Uang dan Tenaga

Tak punya ponsel yang bisa disumbangkan, bukan berarti tak bisa membantu. Relawan WLM membuka diri untuk bantuan uang dan tenaga.

Masyarakat bisa menyumbangkan uang melalui laman https://kitabisa.com/campaign/ponselpintaruntukpelajar.

Uang donasi akan digunakan untuk membeli gawai jika diperlukan dan penyediaan paket data agar program belajar bisa berkelanjutan.

"Jadi inisiatif ini tidak berhenti dan tak terputus begitu saja begitu donasi ponsel dibagikan karena gadget hanyalah instrumen, yang paling penting adalah pendampingan dan pemberdayaan agar pelajar-pelajar dari keluarga tidak mampu ini punya kesempatan yang sama," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Donasi yang tak kalah penting adalah relawan teman belajar. Bagi masyarakat yang ingin bergabung bisa menghubungi Margareth di nomor 0813-8732-6747.

Relawan teman belajar akan berperan sebagai kakak pembimbing bagi siswa untuk memastikan ponsel benar-benar dipakai untuk fasilitas belajar secara tepat guna.

Selain itu, untuk menemani mereka selama belajar jarak jauh di tengah pandemi karena orangtua dan guru tidak bisa memberikan pendampingan ini secara efektif.

Para relawan bersifat setara, tak punya struktur, dan kepemimpinan.

Semua orang punya peran. Inisiatif gerakan relawan WLM adalah upaya kolektir antara relawan di WLM; donatur ponsel, uang dan waktu untuk jadi teman belajar; dan penerima bantuan.

"Karena upaya untuk mewujudkan akses merata untuk pendidikan berkualitas bagi semua warga hanya bisa dilakukan bersama. Mewujudkan keadilan sosial adalah gerakan kolektif," kata Margareth.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gerakan Bagi Rata Sudah Salurkan Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Pekerja yang Terdampak Pandemi Covid-19

Gerakan Bagi Rata Sudah Salurkan Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Pekerja yang Terdampak Pandemi Covid-19

Megapolitan
44,9 Persen Warga Kecamatan Tambora telah Divaksin Covid-19

44,9 Persen Warga Kecamatan Tambora telah Divaksin Covid-19

Megapolitan
5 Fakta Pembuat Surat Swab Palsu di Depok, Catut Nama Klinik hingga Cetak Puluhan Berkas

5 Fakta Pembuat Surat Swab Palsu di Depok, Catut Nama Klinik hingga Cetak Puluhan Berkas

Megapolitan
Patgulipat Revisi Statuta UI Berujung Tudingan Cacat Formil dan Materiil dari Dewan Guru Besar

Patgulipat Revisi Statuta UI Berujung Tudingan Cacat Formil dan Materiil dari Dewan Guru Besar

Megapolitan
UPDATE 27 Juli: 772 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 16 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Juli: 772 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 16 Pasien Meninggal

Megapolitan
Jusuf Hamka, Pengusaha Mualaf yang Jadikan 10 Hektare Tanahnya untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Jusuf Hamka, Pengusaha Mualaf yang Jadikan 10 Hektare Tanahnya untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Cerah

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Cerah

Megapolitan
Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Megapolitan
Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Megapolitan
Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Megapolitan
Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Megapolitan
Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Megapolitan
Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X