Koalisi Gerindra dan PDI-P Diprediksi Jor-joran Tumbangkan PKS di Pilkada Depok 2020

Kompas.com - 28/07/2020, 15:40 WIB
Ilustrasi pemilih mencelupkan tangan ke tinta sebagai penanda telah menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019. KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi pemilih mencelupkan tangan ke tinta sebagai penanda telah menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019.

DEPOK, KOMPAS.com - Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno berpendapat bahwa Pilkada Depok 2020 akan menjadi ajang pertaruhan sekaligus pembuktian diri bagi Partai Gerindra dan PDI-P yang kini berkoalisi.

Mereka diprediksi akan menggempur habis-habisan hegemoni PKS yang sudah 15 tahun berkuasa di Depok, di mulai dari era kekuasaan Nur Mahmudi Ismail pada 2006 silam.

"Gerindra dan PDI-P sedang mempertaruhkan lagi kredibilitasnya, apakah bisa menjungkalkan PKS di sana," ungkap Adi kepada Kompas.com pada Selasa (28/7/2020).

"Pasti (akan menggelontorkan logistik besar-besaran di Pilkada Depok 2020). Secara kasat mata, mereka punya segala-galanya dan akan mengerahkan segala-galanya," imbuh dia.

Baca juga: Wali Kota Depok Kumpulkan Kepala Dinas dan Camat di Hotel, Bawaslu Akan Cek

Sebagai informasi, Pilkada Depok 2020 Desember nanti kemungkinan akan jadi gelanggang duel dua orang petahana.

Mohammad Idris yang saat ini menjabat wali kota hampir pasti akan maju lagi menuju periode kedua kekuasaannya, diusung oleh PKS serta didukung partai-partai seperti Demokrat, PAN, dan PPP.

Sementara itu, wakil Idris saat ini di pemerintahan, yakni Pradi Supriatna berupaya naik tampuk ke kursi wali kota menggeser Idris, dibekingi Gerindra-PDI-P.

Pecah kongsi ini, menurut Adi, tak terlepas dari peta politik nasional, di mana Gerindra juga pecah kongsi dengan PKS dan kini mulai intim dengan PDI-P.

Baca juga: Ini Komentar Idris dan Pradi soal Pecah Kongsi di Pilkada Depok 2020

"Perang saudara antara wali kota yang sekarang dengan wakilnya saat ini sekaligus ini menegaskan pecah kongsi antara PKS dengan Gerindra di kancah nasional," kata Adi.

"Pradi kebetulan didukung oleh 2 partai politik yang kebetulan saat ini sedang mesra-mesranya, Gerindra dan PDI-P. Ini pertaruhan (untuk Gerindra dan PDI-P). Masa iya, partai berkuasa (di level nasional) mengalahkan PKS yang partai menengah, susah banget?" pungkasnya.

PDI-P dan Gerindra berkoalisi mengusung Pradi Supriatna dan Afifah Aliyah dalam Pilkada Depok 2020.

Baca juga: Idris Mengaku Didukung 5 Parpol, Segera Deklarasi Hadapi Pilkada Depok

DPP PDI-P sudah memberikan surat rekomendasi resmi, sementara DPP Gerindra segera menerbitkan surat serupa.

Koalisi Pradi-Afifah berupaya menggandeng parpol lain untuk menambah kekuatan.

Sementara Idris hingga saat ini belum mendapat dukungan resmi dari parpol.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heboh Pengendara Motor Terobos Kawasan Ring 1: Ditendang Paspampres, Minta Maaf, hingga Ditilang

Heboh Pengendara Motor Terobos Kawasan Ring 1: Ditendang Paspampres, Minta Maaf, hingga Ditilang

Megapolitan
Sederet Fakta Penjambret Ponsel di Tangsel, Kerap Lukai Korban hingga Residivis Narkoba

Sederet Fakta Penjambret Ponsel di Tangsel, Kerap Lukai Korban hingga Residivis Narkoba

Megapolitan
Kilas Balik Silang Pendapat Pemprov DKI dan Pusat soal Penanganan Covid-19 di Awal Pandemi

Kilas Balik Silang Pendapat Pemprov DKI dan Pusat soal Penanganan Covid-19 di Awal Pandemi

Megapolitan
Millen Cyrus Konsumsi Benzodiazepine karena Depresi

Millen Cyrus Konsumsi Benzodiazepine karena Depresi

Megapolitan
1 Tahun Covid-19 Kasus di Wuhan 0, Bagaimana dengan Jakarta?

1 Tahun Covid-19 Kasus di Wuhan 0, Bagaimana dengan Jakarta?

Megapolitan
Renyah Bisnis Kerupuk Erna Jaya, Berawal Keliling Memikul Kaleng hingga Bangun Pabrik

Renyah Bisnis Kerupuk Erna Jaya, Berawal Keliling Memikul Kaleng hingga Bangun Pabrik

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19, Ini Fakta Restoran Amigos yang Diduga Jadi Lokasi Pertama Penyebaran Virus Corona

Setahun Pandemi Covid-19, Ini Fakta Restoran Amigos yang Diduga Jadi Lokasi Pertama Penyebaran Virus Corona

Megapolitan
RTH di Jakarta Dipakai Tampung Air Banjir, Pemprov DKI: Taman Kita Banjirkan

RTH di Jakarta Dipakai Tampung Air Banjir, Pemprov DKI: Taman Kita Banjirkan

Megapolitan
Tak Pakai Link Pendaftaran, Begini Sistem Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia di GOR Tanjung Duren

Tak Pakai Link Pendaftaran, Begini Sistem Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia di GOR Tanjung Duren

Megapolitan
Ditangkapnya Penyebar Video Berkonten Pornografi Mirip Pesinetron GL, Sebarkan Konten demi Raup Untung

Ditangkapnya Penyebar Video Berkonten Pornografi Mirip Pesinetron GL, Sebarkan Konten demi Raup Untung

Megapolitan
Wagub DKI kepada Pengelola Kafe: Coba Menyiasati Aturan, Kami Beri Sanksi Terberat

Wagub DKI kepada Pengelola Kafe: Coba Menyiasati Aturan, Kami Beri Sanksi Terberat

Megapolitan
[EKSKLUSIF] Refleksi Setahun Covid-19 ala Pasien 02 Maria Darmaningsih: Antara Berkebun dan Merosotnya Kemanusiaan Kita

[EKSKLUSIF] Refleksi Setahun Covid-19 ala Pasien 02 Maria Darmaningsih: Antara Berkebun dan Merosotnya Kemanusiaan Kita

Megapolitan
Simak, Ini Daftar Lengkap Lokasi Vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta

Simak, Ini Daftar Lengkap Lokasi Vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
Situasi Kontras Jakarta dan Wuhan 1 Tahun Setelah Kasus Covid-19 Pertama Dilaporkan

Situasi Kontras Jakarta dan Wuhan 1 Tahun Setelah Kasus Covid-19 Pertama Dilaporkan

Megapolitan
Pemprov DKI Mulai Uji Coba Insentif Parkir untuk Kendaraan Lulus Uji Emisi

Pemprov DKI Mulai Uji Coba Insentif Parkir untuk Kendaraan Lulus Uji Emisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X