Wali Kota Tangerang Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Saat Perayaan Idul Adha

Kompas.com - 28/07/2020, 16:31 WIB
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (16/7/2020). KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOWali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (16/7/2020).

TANGERANG, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah kembali mengingakan kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan saat perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

Hari raya umat Islam yang jatuh pada Jumat (31/7/2020) nanti diharapkan bisa dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan yang ada untuk mencegah penularan Covid-19.

"(Protokol) Sesuai dengan Perwal tentang tata cara penyelenggaraan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban," kata dia dalam keterangan diterima Kompas.com, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Meningkat Saat Libur Idul Adha

Adapun perwal yang dimaksud adalah Peraturan Wali Kota Nomor 451/1652-Kesra/2020 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban, pada masa pandemi Covid-19.

Arief juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk tata cara pelaksanaan shalat Idul Adha di masa pandemi Covid-19.

Dia mengatakan tempat shalat akan dibuka lebih banyak dari biasanya untuk menghindari penumpukan di satu tempat tertentu.

Baca juga: MUI Imbau Umat Islam di Zona Merah Shalat Idul Adha di Rumah

"Agar masyarakat untuk melaksanakan shalat Idul Adha tak hanya di masjid tapi juga di musala, lapangan, dan jalan supaya tidak tersentralisasi," tutur Arief.

Tak hanya pelaksanaan salat Idul Adha, Arief juga meminta penyembelihan hewan kurban tidak difokuskan di satu tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Begitu juga saat pembagian hewan kurban yang sudah dipotong, Arief meminta agar tidak menggunakan metode lama berupa antrian di satu tempat.

Dia meminta agar panitia kurban langsung mengantar daging kurban ke rumah-rumah warga yang membutuhkan.

"Tidak hanya dilakukan di masjid tapi juga di mushola-mushola jadi tidak berkumpul atau menggunakan kupon, tapi langsung dibagikan ke rumah-rumah," kata Arief.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Megapolitan
Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Megapolitan
Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Megapolitan
27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Megapolitan
Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Megapolitan
3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

Megapolitan
Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Megapolitan
4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

Megapolitan
Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Megapolitan
Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Megapolitan
5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Duduk Perkara Kisruh di Gerindra soal Dorongan Agar Anies Mundur

[POPULER JABODETABEK] Duduk Perkara Kisruh di Gerindra soal Dorongan Agar Anies Mundur

Megapolitan
Wagub: Jakarta Segera Tambahkan 3 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Wagub: Jakarta Segera Tambahkan 3 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Megapolitan
 Jumlah Kasus Covid-19 di Depok Sudah Lebih dari 25.000

Jumlah Kasus Covid-19 di Depok Sudah Lebih dari 25.000

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X