30 Kali Berpura-pura Beli Lalu Bawa Kabur Motor, Udin Akhirnya Tertangkap

Kompas.com - 29/07/2020, 18:15 WIB
Polsek Cilandak menangkap pelaku penipuan dan pencurian kendaraan bermotor berinisial IN alias Udin (48).  Udin beraksi mencuri motor sebanyak 30 kali dalam empat bulan dengan modus berpura-pura membeli dan lalu membawa kabur motor korban. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOPolsek Cilandak menangkap pelaku penipuan dan pencurian kendaraan bermotor berinisial IN alias Udin (48). Udin beraksi mencuri motor sebanyak 30 kali dalam empat bulan dengan modus berpura-pura membeli dan lalu membawa kabur motor korban.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Cilandak Jakarta Selatan menangkap pelaku penipuan dan pencurian kendaraan bermotor berinisial IN alias Udin (48).

Udin beraksi mencuri motor sebanyak 30 kali dalam empat bulan dengan modus berpura-pura membeli dan lalu membawa kabur motor korban.

Udin ditangkap di Sawangan, Depok, Kamis (23/7/2020) sekitar pukul 17.00 WIB.

Penangkapan Udin berawal dari laporan korban penipuan ke Polsek Cilandak.

“Hasil penyidikan kita mereka selalu bermain di media sosial. Dia misal ada yang jual kendaraan bermotor, dia mau beli. Setelah itu, mereka pinjam (motor) mau dites lalu dibawa kabur,” kata Kapolsek Cilandak, Kompol Martson Marbun di Polsek Cilandak, Jakarta, Rabu (29/7/2020) sore.

Baca juga: Viral Video Perempuan Rebut Celurit Begal di Bekasi, Begini Kronologinya

Udin beraksi di seputar Jakarta Selatan tanpa komplotan. Udin juga merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama.

“Di Cilandak ada 11 TKP. Kita tangkap di sekitar area kita. Di jalan kita tangkap,” ujar Marbun.

Adapun Udin memilih calon korban pencurian motor lewat Facebook dan media sosial lainnya.

Baca juga: Pemilik PS Store Putra Siregar Jadi Tersangka Penjualan Barang Ilegal, 190 Ponsel Disita

Udin kemudian menjual motor curiannya ke penadah di perbatasan Tangerang. Satu unit motor dijual dengan harga sekitar Rp 1,5 juta - Rp 5 juta.

Akibat perbuatannya, Udin dikenakan Pasal 378 Jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Megapolitan
Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

Megapolitan
Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Megapolitan
Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Terbakar di Depan Pasar Patra, Api Dipicu Korsleting AC

Sebuah Mobil Terbakar di Depan Pasar Patra, Api Dipicu Korsleting AC

Megapolitan
Alat Tes PCR Rusak, Pemkot Tangsel Masih Tunggu Bantuan Pusat

Alat Tes PCR Rusak, Pemkot Tangsel Masih Tunggu Bantuan Pusat

Megapolitan
4 Upaya Tangsel Atasi Ruang ICU Pasien Covid-19 yang Terisi Penuh

4 Upaya Tangsel Atasi Ruang ICU Pasien Covid-19 yang Terisi Penuh

Megapolitan
Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Megapolitan
50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

Megapolitan
Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 Per Kg

Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 Per Kg

Megapolitan
Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Megapolitan
Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X