PKB Keluar dari Koalisi Tertata karena Sulit Gabung dengan PKS di Pilkada Depok

Kompas.com - 30/07/2020, 16:05 WIB
Ilustrasi pemilih mencelupkan tangan ke tinta sebagai penanda telah menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019. KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi pemilih mencelupkan tangan ke tinta sebagai penanda telah menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019.

DEPOK, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku sudah resmi keluar dari Koalisi Tertata jelang Pilkada Depok 2020.

Sebelumnya, Koalisi Tertata dibentuk oleh sejumlah partai dengan perolehan kursi di DPRD kurang dari 5, yakni Demokrat (4), PAN (3), PKB (3), dan PPP (2), dengan harapan dapat mengusung calon alternatif.

Namun belakangan, 3 partai selain PKB menyatakan dukungannya terhadap Mohammad Idris, calon wali kota petahana yang akan diusung PKS.

Baca juga: Jelang Pilkada Depok 2020, PKB Ngaku Kepincut Pradi Supriatna

Sementara itu, PKB merapat ke poros oposisi yang dibentuk oleh Gerindra dan PDI-P, menghadapi pemungutan suara yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020.

"Tertata dulu dibentuk, spiritnya mau membangun koalisi yang keluar dari mainstream yang ada, mencari pemimpin alternatif dari yang sudah ada walaupun sebatas wakil," jelas Iwan Setiawan, Sekretaris DPC PKB Kota Depok ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (30/7/2020).

"Ternyata makin ke sini, Pak Idris didukung Tertata, tapi wakilnya juga dari PKS. Ya kami tidak mau saat itu," ungkapnya menjelaskan alasan PKB keluar dari Koalisi Tertata.

Sosok Idris dan PKS di baliknya yang dianggap sebagai kekuatan konservatif di Depok menjadi alasan utama PKB keluar dari koalisi.

Baca juga: Ini Komentar Idris dan Pradi soal Pecah Kongsi di Pilkada Depok 2020

Iwan bilang, selama 3 periode rezim PKS menguasai Depok, tidak ada perubahan berarti bagi Kota Belimbing.

"Juga PKB kan lahir dari Nahdlatul Ulama. Arahan dari para kiai atau kami sebut mereka orangtua, memang kami tidak mungkin untuk bersama dengan PKS," ujar dia.

Kini, PKB tengah menjajaki peluang koalisi dengan Gerindra dan PDI-P yang sudah lebih dulu colong start dengan mengumumkan calon kandidat yang akan diusung di Pilkada Depok 2020.

Baca juga: Koalisi Gerindra dan PDI-P Diprediksi Jor-joran Tumbangkan PKS di Pilkada Depok 2020

Calon wali kotanya ialah Pradi Supriatna, kader Gerindra didampingi oleh kader perempuan PDI-P, Afifah Aliah.

"Saya yakin, kalau (PKB) ke Pak Idris enggak (akan bergabung)," ujar Iwan.

"Banyak yang datang ke DPC kami, tapi yang paling menarik, ide dan gagasan serta target pembangunan Kota Depok, yang paling rasional dan visinya sama, ya cuma Gerindra, Pak Pradi," ia mengklaim.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 22 Oktober: Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.011, Paling Banyak di Periuk

UPDATE 22 Oktober: Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.011, Paling Banyak di Periuk

Megapolitan
Terungkapnya Si Pembuang Kantong Sampah di Kalimalang, Menyerahkan Diri Setelah Video Viral

Terungkapnya Si Pembuang Kantong Sampah di Kalimalang, Menyerahkan Diri Setelah Video Viral

Megapolitan
Selain Pemilik yang Kabur dari Ambulans, Tujuh Terapis Panti Pijat Wijaya Juga Positif Covid-19

Selain Pemilik yang Kabur dari Ambulans, Tujuh Terapis Panti Pijat Wijaya Juga Positif Covid-19

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 22 Oktober: Masih Ada 1.345 Pasien yang Dirawat dan Isolasi Mandiri

[UPDATE] Grafik Covid-19 22 Oktober: Masih Ada 1.345 Pasien yang Dirawat dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Guyur Jakarta Pagi ini dan Bodebek Sore Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Guyur Jakarta Pagi ini dan Bodebek Sore Nanti

Megapolitan
Wagub DKI: Di Seluruh Dunia, Pompa Diandalkan Hadapi Banjir

Wagub DKI: Di Seluruh Dunia, Pompa Diandalkan Hadapi Banjir

Megapolitan
4 Kiat Pesepeda di Jakarta agar Tak Dijambret

4 Kiat Pesepeda di Jakarta agar Tak Dijambret

Megapolitan
Ini 5 Masukan Risma kepada Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta

Ini 5 Masukan Risma kepada Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
Pembuang Sampah ke Kalimalang Mengaku Buang Sisa Makanan Pesta Ulang Tahun Anaknya

Pembuang Sampah ke Kalimalang Mengaku Buang Sisa Makanan Pesta Ulang Tahun Anaknya

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Bahas Soal UMP 2021

Pemprov DKI Belum Bahas Soal UMP 2021

Megapolitan
UPDATE 22 Oktober: Bertambah 44 Kasus Positif, 169 Pasien Covid-19  di Tangsel Masih Dirawat

UPDATE 22 Oktober: Bertambah 44 Kasus Positif, 169 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

Megapolitan
Tak Tahan Punya Uang Pas-pasan, Residivis di Bekasi Ini Nekat Jualan Sabu

Tak Tahan Punya Uang Pas-pasan, Residivis di Bekasi Ini Nekat Jualan Sabu

Megapolitan
Menristek/BRIN Pastikan Kompleks Batan Indah Sudah Bebas dari Paparan Zat Radioaktif

Menristek/BRIN Pastikan Kompleks Batan Indah Sudah Bebas dari Paparan Zat Radioaktif

Megapolitan
Jual Ganja Untuk Biaya Kuliah, Mahasiswa Asal Depok Ditangkap Polisi

Jual Ganja Untuk Biaya Kuliah, Mahasiswa Asal Depok Ditangkap Polisi

Megapolitan
Pemkot Jaktim Tegur PT Khong Guan karena Tak Kunjung Perbaiki Tembok Roboh

Pemkot Jaktim Tegur PT Khong Guan karena Tak Kunjung Perbaiki Tembok Roboh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X