Napi Asimilasi Corona di Depok Diringkus Polisi Usai Aniaya Korbannya dengan Pedang

Kompas.com - 30/07/2020, 20:02 WIB
Ilustrasi tahanan ThinkstockphotosIlustrasi tahanan

DEPOK, KOMPAS.com - Seorang pemuda 19 tahun berinisial MR ditangkap polisi di Depok, Jawa Barat setelah terlibat penganiayaan menggunakan pedang di wilayah Cipayung.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Triharijadi berujar, MR merupakan narapidana yang bebas dari penjara karena memperoleh asimilasi corona dengan sisa masa hukuman 1,5 tahun.

"Waktu itu diberikan asimilasi dan pada hari Selasa (28/7/2020) sekitar pukul 01.00, mereka melakukan pengeroyokan terhadap korban di Kampung Lio," ujar Triharijadi kepada wartawan pada Kamis (30/7/2020).

Baca juga: Keluar Penjara karena Asimilasi, Remaja di Mataram Malah Jadi Bos Komplotan Curanmor

Menurut polisi, MR tidak beraksi sendirian. Ia datang bergerombol bersama 10 rekannya mengincar korban berinisial RD (17) di sebuah warung.

"Awalnya korban maupun pelaku sudah janjian ingin melakukan tawuran. Memang mereka kebiasaan tawuran dan tidak ada alasan tertentu, tapi karena sudah janjian di media sosial, sehingga saling tantang dan minta ketemu untuk berkelahi," jelas Triharijadi.

"Namun karena pelaku sudah tahu posisi korban di mana, yaitu di warung, makanya dia datangi dan langsung dibacok dengan pedang dan memukulnya dengan stik golf," ungkapnya.

Korban selamat dalam insiden itu meskipun dikeroyok. Ia menangkis tebasan pedang yang diayunkan MR ke arahnya, mengakibatkan tangannya terluka cukup parah.

Baca juga: Emosi, Pria di Bali Ancam Penagih Utang Gunakan Pedang

Di lokasi kejadian, polisi menemukan sebilah pedang lain serta celurit yang menurut tersangka belum dipakai.

Selain MR, polisi juga menetapkan MF sebagai tersangka karena menganiaya korban menggunakan stik golf.

Di samping keduanya, tujuh rekan MR dan MF juga ditahan polisi karena ikut terlibat dalam aksi penganiayaan itu meski tak secara langsung menganiaya korban.

"Ada dua yang masuk kategori DPO (daftar pencarian orang), akan kami kejar untuk kami mintai pertanggungjawaban," pungkas Triharijadi.

MR dan MF dijerat Pasal 170 juncto 351 KUHP tentang penyerangan/kekerasan secara berkelompok dan penganiayaan. Mereka diancam penjara di atas 5 tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemilik Bangunan di Jaksel Diminta Tak Parkir Kendaraan di Trotoar

Pemilik Bangunan di Jaksel Diminta Tak Parkir Kendaraan di Trotoar

Megapolitan
Operasi Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182 Resmi Berakhir, 3 Orang Belum Teridentifikasi

Operasi Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182 Resmi Berakhir, 3 Orang Belum Teridentifikasi

Megapolitan
Setahun Covid-19, Kebijakan PSBB Dikenalkan Sebagai Solusi Tekan Penyebaran Kasus Tanpa Harus Lockdown

Setahun Covid-19, Kebijakan PSBB Dikenalkan Sebagai Solusi Tekan Penyebaran Kasus Tanpa Harus Lockdown

Megapolitan
Akui Lecehkan Dua Karyawati di Kantornya, Pelaku: Saya Sedang Mabuk

Akui Lecehkan Dua Karyawati di Kantornya, Pelaku: Saya Sedang Mabuk

Megapolitan
59 dari 62 Korban Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Telah Teridentifikasi

59 dari 62 Korban Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Telah Teridentifikasi

Megapolitan
Pengakuan Korban Pelecehan Seksual oleh Mantan Bosnya di Ancol, Pelaku Sering Bawa Keris

Pengakuan Korban Pelecehan Seksual oleh Mantan Bosnya di Ancol, Pelaku Sering Bawa Keris

Megapolitan
Setahun Covid-19, Jakarta Jadi Provinsi Pertama yang Tutup Sekolah dan WFH

Setahun Covid-19, Jakarta Jadi Provinsi Pertama yang Tutup Sekolah dan WFH

Megapolitan
2 Karyawati Korban Pelecehan Tak Berani Melawan karena Tersangka Punya Senjata Tajam

2 Karyawati Korban Pelecehan Tak Berani Melawan karena Tersangka Punya Senjata Tajam

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19, Wagub DKI: Terpenting Kepatuhan Masyarakat

Setahun Pandemi Covid-19, Wagub DKI: Terpenting Kepatuhan Masyarakat

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19, Orang Nomor 1 Jadi Pasien Pertama Covid-19 di Kota Bogor

Setahun Pandemi Covid-19, Orang Nomor 1 Jadi Pasien Pertama Covid-19 di Kota Bogor

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19, Wali Kota Bekasi Bilang Capek Juga Biayanya

Setahun Pandemi Covid-19, Wali Kota Bekasi Bilang Capek Juga Biayanya

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual terhadap 2 Karyawati di Kawasan Ancol Bermodus Bisa Meramal

Pelaku Pelecehan Seksual terhadap 2 Karyawati di Kawasan Ancol Bermodus Bisa Meramal

Megapolitan
Vaksinasi Lansia di Depok Dibuka,  Bisa Daftar di Puskesmas atau Lewat Situs Ini

Vaksinasi Lansia di Depok Dibuka, Bisa Daftar di Puskesmas atau Lewat Situs Ini

Megapolitan
Kelapa Dua, Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak di Kebon Jeruk Jadi Lokasi Vaksinasi Dinamis

Kelapa Dua, Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak di Kebon Jeruk Jadi Lokasi Vaksinasi Dinamis

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19: Sempat Terjadi Panic Buying karena Khawatir Lockdown

Setahun Pandemi Covid-19: Sempat Terjadi Panic Buying karena Khawatir Lockdown

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X