Dinas Perhubungan Jelaskan Alasan Ganjil Genap Mulai Berlaku Lagi

Kompas.com - 31/07/2020, 17:57 WIB
Ilustrasi tilang pada pelanggar lalu lintas pengguna mobil di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara yang, Selasa (10/9/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIIlustrasi tilang pada pelanggar lalu lintas pengguna mobil di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara yang, Selasa (10/9/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menuturkan alasan mengapa memberlakukan kembali ganjil genap untuk kendaraan mobil. Sebelumnya kebijakan ini sempat dihentikan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Kebijakan itu pun mengharuskan warga bekerja dari rumah. Setiap perusahaan pun menerapkan sistem 50 persen pegawai bekerja di rumah dan sisanya bekerja di kantor.

Karenanya, ganjil genap tidak perlu diterapkan karena animo masyarakat bepergian sudah berkurang.

Namun seiring berjalannya waktu, aktivitas di luar rumah semakin meninggi.

Baca juga: Pemprov DKI Harap Ganjil Genap Bisa Tekan Pergerakan Orang di Jakarta

 

"Dari  hasil analisa kami, ternyata bahwa volume lalu lintas di beberapa titik pemantauan itu volumenya sudah di atas normal, sebelum pandemi," kata dia, Jumat (31/7/2020).

"Artinya bahwa pengaturan waktu, termasuk WFH selama PSBB transisi ini tidak berjalan efektif," kata dia.

Baca juga: Berlaku Mulai 3 Agustus, Ganjil Genap Jakarta Masih Khusus Mobil

 

Terlebih Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang tidak berlaku lagi juga jadi penyebab tidak terkontrolnya aktivitas warga di luar rumah. Dia berharap dengan diberlakukannya kembali ganjil genap dapat mengurangi aktivitas warga di luar rumah.

 "Dan enggak ada penumpukan di pusat-pusat kegiatan atau tempat keramaian," ucap dia.  

Untuk diketahui, peraturan ganjil genap akan kembali berlaku mulai Senin (3/8/2020). Peraturan itu berlaku di kawasan sebagai berikut.

1. Jalan Medan Merdeka Barat

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Sumpah Pemuda, BEM SI Sebut 1.000 Mahasiswa Bakal Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jakarta

Hari Sumpah Pemuda, BEM SI Sebut 1.000 Mahasiswa Bakal Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jakarta

Megapolitan
Komplotan Pencuri di Jaksel Jual Motor Curian di Bogor hingga Rp 1,7 Juta

Komplotan Pencuri di Jaksel Jual Motor Curian di Bogor hingga Rp 1,7 Juta

Megapolitan
Sebelum Ditusuk, PSK di Bekasi Sempat Dibungkam Mulutnya oleh Pelaku

Sebelum Ditusuk, PSK di Bekasi Sempat Dibungkam Mulutnya oleh Pelaku

Megapolitan
Turap Longsor di Perumahan Kawasan Ciracas Akan Diperbaiki Pekan Ini

Turap Longsor di Perumahan Kawasan Ciracas Akan Diperbaiki Pekan Ini

Megapolitan
Tertangkap di Mampang Prapatan, Dua Pencuri Biasa Bawa Senjata Tajam Saat Beraksi

Tertangkap di Mampang Prapatan, Dua Pencuri Biasa Bawa Senjata Tajam Saat Beraksi

Megapolitan
Komisi B DPRD Sarankan Pemprov DKI Tak Naikkan UMP 2021

Komisi B DPRD Sarankan Pemprov DKI Tak Naikkan UMP 2021

Megapolitan
Libur Panjang, Polisi Prediksi Puncak Arus Kendaraan Terjadi hingga Rabu Pagi

Libur Panjang, Polisi Prediksi Puncak Arus Kendaraan Terjadi hingga Rabu Pagi

Megapolitan
Lurah: PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi yang Diajukan Warga

Lurah: PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi yang Diajukan Warga

Megapolitan
Gagal Curi Motor karena Alarm Bunyi, 2 Pencuri Ditangkap

Gagal Curi Motor karena Alarm Bunyi, 2 Pencuri Ditangkap

Megapolitan
Bioskop XXI Summarecon Mall Bekasi Mulai Uji Coba Beroperasi Besok

Bioskop XXI Summarecon Mall Bekasi Mulai Uji Coba Beroperasi Besok

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Bertambah 9 Kasus Positif, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 27 Oktober: Bertambah 9 Kasus Positif, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Anggota Marinir Hendak Dibegal saat Bersepeda, Polisi Kejar Pelaku

Anggota Marinir Hendak Dibegal saat Bersepeda, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
Ingin Kelabui Polisi, Pembunuh WN Nigeria Membotaki Kepala Saat Kabur

Ingin Kelabui Polisi, Pembunuh WN Nigeria Membotaki Kepala Saat Kabur

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Pemburu Begal Pesepeda

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Pemburu Begal Pesepeda

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Bertambah 781, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 102.678

UPDATE 27 Oktober: Bertambah 781, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 102.678

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X