Mayat Pria Diduga Maling Motor Ditemukan Tewas di Kali Kawasan Tangerang

Kompas.com - 01/08/2020, 16:38 WIB
Ilustrasi jenazah Kompas.comIlustrasi jenazah

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Jenazah pria tanpa identitas ditemukan mengambang pada aliran kali yang berada di depan Ruko Blitz, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (1/8/2020) pagi.

Kasat Reskrim Polres Tagerang Selatan, AKP Muharram Wibisono mengatakan, mayat pria ditemukan pukul 08.45 WIB.

"Sudah dalam keadaan meninggal dunia setelah dilakukan penggeledahan terhadap jasad korban tidak ditemukan identitas korban. Diduga pelaku curanmor tercebur ke kali," ujar Muharram saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2020).

Baca juga: Tak Terima Adik Diperkosa dan Ibu Dianiaya, Remaja Tikam Ayah Tiri hingga Tewas, Ini Kronologinya

Dugaan jasad pria itu merupakan pelaku pencurian motor karna sehari sebelumnya terdapat sesorang yang dikejar warga tercebur di lokasi.

Seorang itu merupakan pencuri sepeda motor yang kepergok saat beraksi.

Baca juga: Hindari Penyeberang Jalan, Mobil Bak yang Angkut 12 Siswa Terguling Dua Kali, Satu Tewas

"Pada hari Jumat 31 juli 2020 sekitar jam 19.00 WIb. Orang yang diduga pelaku pencurian, terjatuh dan tercebur kedalam sungai," katanya.

Namun, karena banyaknya masyarakat yang ingin mengamankan diduga membuat pelaku tak berani menampakan diri ke permukaan kali dan diduga tewas.

"Makin banyak warga yang ingin mengamankan terduga pelaku, karena terduga pelaku takut dihakimi warga yang sudah ramai, akhirnya tidak berani naik ke permukaan," tutupnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diperiksa Polisi, Anji Diminta Jelaskan Tujuan Konten Wawancara dengan Hadi Pranoto

Diperiksa Polisi, Anji Diminta Jelaskan Tujuan Konten Wawancara dengan Hadi Pranoto

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Dikeroyok dan Ditusuk di Pondok Pinang

Seorang Remaja Tewas Dikeroyok dan Ditusuk di Pondok Pinang

Megapolitan
Pemerkosa di Bintaro Teror Korbannya dengan Foto Tak Senonoh Lewat Instagram

Pemerkosa di Bintaro Teror Korbannya dengan Foto Tak Senonoh Lewat Instagram

Megapolitan
Hampir 80 Persen Penumpang KRL Telah Bertransaksi Non Tunai

Hampir 80 Persen Penumpang KRL Telah Bertransaksi Non Tunai

Megapolitan
Kronologi Petugas Diusir dan Dipaksa Lepas APD Saat Makamkan Pasien Probable Covid-19 di Bekasi

Kronologi Petugas Diusir dan Dipaksa Lepas APD Saat Makamkan Pasien Probable Covid-19 di Bekasi

Megapolitan
IPW Minta Kapolda Metro Jaya Evaluasi Kinerja Polres Tangsel Tangani Kasus Pemerkosaan

IPW Minta Kapolda Metro Jaya Evaluasi Kinerja Polres Tangsel Tangani Kasus Pemerkosaan

Megapolitan
Satu Pegawai Diduga Positif Covid-19, Giant Margo City Tetap Beroperasi

Satu Pegawai Diduga Positif Covid-19, Giant Margo City Tetap Beroperasi

Megapolitan
Pelanggar PSBB di Kota Tangerang Menurun, tapi Kasus Covid-19 Meningkat

Pelanggar PSBB di Kota Tangerang Menurun, tapi Kasus Covid-19 Meningkat

Megapolitan
UPDATE 9 Agustus: 28 RW dan 20 Kelurahan Zona Merah di Kota Bekasi

UPDATE 9 Agustus: 28 RW dan 20 Kelurahan Zona Merah di Kota Bekasi

Megapolitan
Polres Bandara Soetta Tangkap Calon Penumpang yang Pakai Surat Palsu Bebas Covid-19

Polres Bandara Soetta Tangkap Calon Penumpang yang Pakai Surat Palsu Bebas Covid-19

Megapolitan
Buka Saat PSBB, Karaoke Masterpiece di Mangga Besar Terancam Disegel

Buka Saat PSBB, Karaoke Masterpiece di Mangga Besar Terancam Disegel

Megapolitan
 RS Azra Kota Bogor Bantah 10 Pegawainya Terpapar Covid-19

RS Azra Kota Bogor Bantah 10 Pegawainya Terpapar Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Bekasi: Bertambah 27 Kasus, 30 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Bekasi: Bertambah 27 Kasus, 30 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Ini Alasan First Travel Ajukan PK untuk Aset yang Dirampas Negara

Ini Alasan First Travel Ajukan PK untuk Aset yang Dirampas Negara

Megapolitan
Hari Pertama Sanksi Tilang Ganjil Genap, Tak Ada Lonjakan Antrean Penumpang di Stasiun Bogor

Hari Pertama Sanksi Tilang Ganjil Genap, Tak Ada Lonjakan Antrean Penumpang di Stasiun Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X