Kompas.com - 03/08/2020, 09:41 WIB
Kartu Multi Trip (KMT) KRL seri Asian Games ditunjukkan saat acara peluncuran KMT KRL edisi khusus dan terbatas di Stasiun Palmerah, Jakarta, Jumat (17/08/2018). PT Kereta Commuter lndonesia (KCI) menerbitkan KMT KRL seri Asian Games yang bergambarkan 3 maskot Asian Games dan peringatan HUT RI yang ke 73. ANDREAS LUKAS ALTOBELIKartu Multi Trip (KMT) KRL seri Asian Games ditunjukkan saat acara peluncuran KMT KRL edisi khusus dan terbatas di Stasiun Palmerah, Jakarta, Jumat (17/08/2018). PT Kereta Commuter lndonesia (KCI) menerbitkan KMT KRL seri Asian Games yang bergambarkan 3 maskot Asian Games dan peringatan HUT RI yang ke 73.

JAKARTA, KOMPAS.com - Stasiun Bogor dan Cilebut di Bogor, serta Stasiun Cikarang di Kabupaten Bekasi mulai Senin (3/8/2020) ini tak lagi melayani penumpang kereta rel listrik (KRL) yang menggunakan tiket harian berjaminan (THB) setiap Senin-Jumat.

Pengguna KRL yang dilayani di tiga stasiun itu hanya yang mengunakan Kartu Multi Trip (KMT), kartu elektronik bank, dan tiket dengan kode QR melalui aplikasi Link Aja sebagai alat pembayaran.

“Para pengguna terutama di Stasiun Bogor, Cilebut, dan Cikarang juga telah menggunakan KMT, kartu uang elektronik bank maupun tiket kode QR seiring mulai 3 Agustus 2020 ini. Tiga stasiun tersebut resmi menjadi stasiun khusus KMT setiap hari kerja setelah tiga pekan sebelumnya diuji coba pada hari Senin,” kata Vice President Corporate Communication PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba, dalam keterangan tertulis, Senin.

Baca juga: Mulai 3 Agustus, Stasiun Bogor, Cilebut, dan Cikarang Hanya Layani Penumpang KMT Tiap Senin-Jumat

Pengguna KRL tetap bisa menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB) pada akhir pekan maupun di hari libur nasional di tiga stasiun tersebut.

Pengguna KRL diharapkan bisa menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan itu.

Sebelum berlaku pada 3 Agustus ini, petugas melakukan sosialisasi kepada para pengguna. Sosialisasi telah dilakukan sejak 13 Juli 2020 dengan uji coba penerapan stasiun khusus KMT di tiga stasiun tersebut.

Penerapan stasiun khusus KMT bertujuan untuk mengurai antrean pembelian dan isi ulang THB, sekaligus meminimalisir risiko penularan Covid-19 ketika transaksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Megapolitan
Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Megapolitan
Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Megapolitan
Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.