Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Tangerang Kaji Pengobatan Plasma Darah

Kompas.com - 03/08/2020, 13:26 WIB
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di Gedung Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (16/7/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOWali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di Gedung Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (16/7/2020)
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan akan mengkaji lebih detil pengobatan plasma darah untuk Covid-19.

Hal tersebut, kata Arief, dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada pasien Covid-19 yang semakin tinggi di Kota Tangerang.

"Kita akan undang ahli, kita kaji plasma darah ini," ujar Arief dalam keterangan suara diterima Kompas.com, Senin (3/8/2020).

Arief mengatakan dirinya sudah berdiskusi dengan petinggi TNI terkait penanganan pasien Covid-19 di Secapa TNI Angkatan Darat Bandung.

Baca juga: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Berasal dari Klaster Perkantoran Jakarta

Ada banyak pasien sembuh di klaster Secapa TNI AD. Arief mendengar klaim kesembuhan banyak diperoleh dari pengobatan plasma darah.

"(Dari ribuan) kasus sekarang tinggal ratusan itu dengan plasma darah," tutur Arief.

Selain mengundang ahli, Arief mengatakan akan berkomunikasi dengan dokter yang menangani kasus Covid-19 di Secapa untuk meminta solusi dari pengobatan Covid-19 di Kota Tangerang.

Arief mengatakan saat ini angka kesembuhan di Kota Tangerang mencapai 83.7 persen.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Catat Kenaikan Tertinggi pada 31 Juli

Selain mendalami pengobatan plasma darah, Arief mengatakan sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk melakukan perawatan pasien Covid-19 dengan maksimal.

"Dinkes instruksikan agar memberikan terapi terbaik agar cepat pulih, ini bagian dari upaya kita sehingga proses recovery lebih cepat," tutur Arief.

Seperti diketahui saat ini kasus Covid-19 Kota Tangerang sudah mencapai 599 kasus.

Dari kasus tersebut terdapat 36 pasien dinyatakan meninggal dunia, 492 pasien sembuh dan 70 pasien masih dalam perawatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa Kejiwaan Perempuan yang Berbuat Mesum di Halte Senen

Polisi Periksa Kejiwaan Perempuan yang Berbuat Mesum di Halte Senen

Megapolitan
Pemuda Jadi Korban Pengeroyokan di Duri Kosambi, Diduga Berawal dari Tawuran

Pemuda Jadi Korban Pengeroyokan di Duri Kosambi, Diduga Berawal dari Tawuran

Megapolitan
Perempuan yang Berbuat Mesum di Halte Jalan Kramat Raya Diberi Imbalan Rp 22.000 oleh Si Pria

Perempuan yang Berbuat Mesum di Halte Jalan Kramat Raya Diberi Imbalan Rp 22.000 oleh Si Pria

Megapolitan
Persneling Belum Netral, Mobil Pikap Terperosok ke Selokan Saat Dihidupkan

Persneling Belum Netral, Mobil Pikap Terperosok ke Selokan Saat Dihidupkan

Megapolitan
Polisi Buru Otak Penyelundupan Narkotika dari Palembang ke Jakarta

Polisi Buru Otak Penyelundupan Narkotika dari Palembang ke Jakarta

Megapolitan
Wagub DKI: Patuh Protokol Kesehatan Bukan karena Ada Petugas

Wagub DKI: Patuh Protokol Kesehatan Bukan karena Ada Petugas

Megapolitan
Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19, Pemkot Bogor Cari Tempat Isolasi

Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19, Pemkot Bogor Cari Tempat Isolasi

Megapolitan
Sidang Sengketa Hasil Pilkada Tangsel 2020 Digelar 29 Januari

Sidang Sengketa Hasil Pilkada Tangsel 2020 Digelar 29 Januari

Megapolitan
2.263 Tenaga Kesehatan di Bogor Sudah Disuntik Vaksin Tahap Pertama

2.263 Tenaga Kesehatan di Bogor Sudah Disuntik Vaksin Tahap Pertama

Megapolitan
Jumlah Penumpang KRL di Stasiun Bekasi, Bogor, dan Sudimara Meningkat

Jumlah Penumpang KRL di Stasiun Bekasi, Bogor, dan Sudimara Meningkat

Megapolitan
Tak Kantongi Izin Operasional, Penginapan AVA OYO di Pademangan Ditutup Permanen

Tak Kantongi Izin Operasional, Penginapan AVA OYO di Pademangan Ditutup Permanen

Megapolitan
56.544 Warga Jakpus Dapat Bansos Tunai, Terbanyak di Johar Baru

56.544 Warga Jakpus Dapat Bansos Tunai, Terbanyak di Johar Baru

Megapolitan
Polisi Tangkap 7 Orang Pembuat hingga Pemesan Surat PCR Palsu

Polisi Tangkap 7 Orang Pembuat hingga Pemesan Surat PCR Palsu

Megapolitan
TPU Srengseng Sawah Kini Penuh untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

TPU Srengseng Sawah Kini Penuh untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Curi Hand Sanitizer di Bus Transjakarta, Pelaku Akui untuk Obati Kaki yang Sakit

Curi Hand Sanitizer di Bus Transjakarta, Pelaku Akui untuk Obati Kaki yang Sakit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X