Sudah Kirim Pemberitahuan, Pemkot Bekasi Nilai Tak Perlu Izin Kemendikbud untuk Gelar KBM Tatap Muka

Kompas.com - 04/08/2020, 17:17 WIB
Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, UU Saeful Mikdar di SMPN 2, Jalan KH Anwar, Bekasi Timur, Selasa (4/8/2020). Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, UU Saeful Mikdar di SMPN 2, Jalan KH Anwar, Bekasi Timur, Selasa (4/8/2020).Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, UU Saeful Mikdar di SMPN 2, Jalan KH Anwar, Bekasi Timur, Selasa (4/8/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, UU Saeful Mikdar menegaskan surat yang dikirimkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia adalah pemberitahuan.

Hal tersebut diungkapkan Uu menanggapi belum adanya surat balasan dari Kemendikbud Indonesia terkait izin sekolah tatap muka.

Dengan begitu, menurut dia, tak perlu balasan dari Kemendikbud terkait izin gelar tatap muka.

Sebagai informasi sekolah di Bekasi gelar tatap muka mulai Senin (3/8/2020) kemarin. Enam sekolah yang sudah mulai simulasi pembelajaran tatap muka, yakni SMPN 2 Kota Bekasi, SMP Victory, SMP Nassa, SDN Pekayonjaya VI, SD Negeri Jaticempaka VI, dan SD Al Azhar VI.

Baca juga: Curhat Siswa di Bekasi yang Mulai Belajar di Sekolah, Senang meski Tak Seperti Biasanya...

“Tidak, bahasa-bahasa surat itu mohon maaf, kalau halnya mohon izin baru melangkahi. Tetapi dalam surat ini kita kan halnya pemberitahuan pelaksanaan role model di Kota Bekasi,” ucap Uu di Bekasi, Selasa (4/8/2020).

Uu juga memastikan simulasi tatap muka bukan berarti menggantikan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Sebab kata dia, siswa yang belajar tatap muka dibatasi per kelasnya hanya 18 orang.

Ia mengklaim kebijakan simulasi tatap muka ini tidak melangkahi aturan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri.

SKB empat Menteri berisi tentang pembelajaran tatap muka dipriortiaskan hanya pada wilayah yang zona hijau dan dimulai dari SLTA sederajat SMP sederajat dan menyusul kemudian SD dan PAUD.

Baca juga: Saat Siswa Mulai Simulasi Belajar Tatap Muka di Bekasi di Tengah Pandemi

Uu mengatakan, simulasi tatap muka ini hanya sebagai bentuk latihan bagi siswa maupun guru jika nantinya sekolah di Bekasi serentak diberlakukan gelar tatap muka di tengah pandemi ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diterjang Angin Puting Beliung, Fasilitas Gedung Kesenian Kota Bekasi Rusak

Diterjang Angin Puting Beliung, Fasilitas Gedung Kesenian Kota Bekasi Rusak

Megapolitan
Dirampok di JPO Cilandak Timur, Seorang Ibu Dipukul oleh Perampok

Dirampok di JPO Cilandak Timur, Seorang Ibu Dipukul oleh Perampok

Megapolitan
Pelaku Mengaku Ingin Kuasai Uang PSK Rp 1,8 Juta, Polisi Anggap Alasannya Janggal

Pelaku Mengaku Ingin Kuasai Uang PSK Rp 1,8 Juta, Polisi Anggap Alasannya Janggal

Megapolitan
Libur Panjang, Pemesanan Tiket untuk Keberangkatan di 3 Stasiun di Jakarta Naik 3 Kali Lipat

Libur Panjang, Pemesanan Tiket untuk Keberangkatan di 3 Stasiun di Jakarta Naik 3 Kali Lipat

Megapolitan
Sebelum Foto Hamil, Rahayu Saraswati Pernah Merasa Dilecehkan Lewat Postingan Paha Mulus

Sebelum Foto Hamil, Rahayu Saraswati Pernah Merasa Dilecehkan Lewat Postingan Paha Mulus

Megapolitan
Polisi Duga Kasus Pembunuhan PSK di Bekasi Sudah Terencana

Polisi Duga Kasus Pembunuhan PSK di Bekasi Sudah Terencana

Megapolitan
Petugas PPSU Ciduk Perampok yang Kabur Setelah Jambret Seorang Ibu di JPO

Petugas PPSU Ciduk Perampok yang Kabur Setelah Jambret Seorang Ibu di JPO

Megapolitan
Anggota Marinir Nyaris Jadi Korban Penjambretan Saat Bersepeda di Sekitar Monas

Anggota Marinir Nyaris Jadi Korban Penjambretan Saat Bersepeda di Sekitar Monas

Megapolitan
Hujan dan Angin Kencang di Depok Senin Sore, 2 Pohon di Permukiman Warga Tumbang

Hujan dan Angin Kencang di Depok Senin Sore, 2 Pohon di Permukiman Warga Tumbang

Megapolitan
Pemilik Panti Pijat Positif Covid-19 yang Kabur Tak Ditemukan di Rumahnya

Pemilik Panti Pijat Positif Covid-19 yang Kabur Tak Ditemukan di Rumahnya

Megapolitan
Cegah Banjir, Pembuatan Bendungan Waduk di Cilincing Dikebut Satu Bulan

Cegah Banjir, Pembuatan Bendungan Waduk di Cilincing Dikebut Satu Bulan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Bantu Perbaiki 186 Rumah yang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Pemkot Bekasi Akan Bantu Perbaiki 186 Rumah yang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Megapolitan
UPDATE 26 Oktober: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 2.070

UPDATE 26 Oktober: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 2.070

Megapolitan
PSBB Bogor, Depok, Bekasi Diperpanjang hingga 25 November 2020

PSBB Bogor, Depok, Bekasi Diperpanjang hingga 25 November 2020

Megapolitan
Banjir Akibat Hujan Lebat, Jalan Raya Jambore Cibubur Ditutup Sementara

Banjir Akibat Hujan Lebat, Jalan Raya Jambore Cibubur Ditutup Sementara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X