Kompas.com - 05/08/2020, 06:43 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Senin (23/3/2020). Penyemprotan disinfektan di jalan protokol dan fasilitas umum di kota tersebut guna mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPetugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Senin (23/3/2020). Penyemprotan disinfektan di jalan protokol dan fasilitas umum di kota tersebut guna mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

DEPOK, KOMPAS.com – Hari ini, Rabu (5/8/2020), tepat 2 bulan setelah pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Depok.

Bertepatan dengan 2 bulan PSBB Proporsional “level 3” di Depok, temuan kasus Covid-19 justru makin tinggi.

Selasa (4/8/2020) kemarin, Pemerintah Kota Depok mengumumkan 28 kasus baru Covid-19 di Depok.

Data ini merupakan angka tertinggi sejak PSBB Proporsional diterapkan pada 5 Juni 2020 lalu.

Baca juga: UPDATE 4 Agustus di Depok: Tambah 28 Kasus, Temuan Terbanyak Sejak Pelonggaran PSBB

Selain itu, temuan 28 kasus baru Covid-19 dalam sehari juga jadi yang tertinggi kedua sepanjang riwayat pandemi Covid-19 melanda Depok.

Sebelumnya, jumlah kasus baru tertinggi di Depok terjadi pada 22 Mei 2020, dengan temuan 38 kasus baru dalam sehari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mari kita cermati grafiknya:

1. Temuan kasus baru per hari meningkat dalam 3 pekan terakhir

5-21 Juni 2020: temuan kasus baru naik-turun

Temuan kasus baru Covid-19 di Depok sempat fluktuatif pada fase ini. Temuan kasus baru sempat mencapai titik terendah, yakni hanya 1 kasus baru pada 6 Juni 2020; dan titik tertinggi pada 19 Juni 2020 dengan 21 kasus baru.

Inkonsistensi itu tampak jelas karena temuan kasus baru naik-turun secara jomplang hanya dalam selang 1-2 hari, misalnya:

a. 10 Juni: 8 kasus baru

b. 11 Juni: 14 kasus baru

c. 12 Juni: 9 kasus baru

d. 13 Juni: 14 kasus baru

e. 14 Juni: 8 kasus baru

f. 15 Juni: 2 kasus baru

g. 16 Juni: 10 kasus baru

h. 17 Juni: 3 kasus baru

i. 18 Juni: 9 kasus baru

j. 19 Juni: 21 kasus baru

Temuan kasus baru Covid-19 di Depok sejak PSBB Proporsional pada 5 Juni 2020. Sejak pertengahan Juli 2020, temuan kasus baru Covid-19 di Depok setiap harinya semakin banyak.KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN Temuan kasus baru Covid-19 di Depok sejak PSBB Proporsional pada 5 Juni 2020. Sejak pertengahan Juli 2020, temuan kasus baru Covid-19 di Depok setiap harinya semakin banyak.

22 Juni-2 Juli 2020: temuan kasus baru menurun

Mulai 22 Juni, grafik terlihat cukup konsisten dengan tren temuan kasus baru terus berkurang setiap harinya.

Baca juga: Kisah Wartawan Positif Covid-19, Takut OTG sampai Akhirnya Terinfeksi

Dimulai dari lonjakan 12 kasus baru dalam sehari, tren temuan kasus baru Covid-19 terus menurun (sesekali naik, namun tak begitu signifikan) hingga 2 Juli 2020 dengan hanya 4 kasus baru.

3-9 Juli 2020: temuan kasus baru konsisten 11-12 sehari

Sepekan berikutnya, yakni 3-9 Juli 2020, grafik menunjukkan fase yang cukup konsisten, yakni naik-turun antara 10-13 kasus per hari.

Rata-rata kasus baru Covid-19 pada fase ini sebanyak 11-12 kasus per hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangerang: Stok Tabung Oksigen di Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Memadai

Dinkes Tangerang: Stok Tabung Oksigen di Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Memadai

Megapolitan
PPKM Mikro di Jakarta Diperpanjang, TMII Tutup Sementara

PPKM Mikro di Jakarta Diperpanjang, TMII Tutup Sementara

Megapolitan
Pemkot Tangerang Bakal Dirikan Dapur Umum di RW Zona Merah Covid-19

Pemkot Tangerang Bakal Dirikan Dapur Umum di RW Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Polisi Kaji Wacana Penambahan Lokasi Penyekatan di Jakarta untuk Tekan Mobilitas Warga

Polisi Kaji Wacana Penambahan Lokasi Penyekatan di Jakarta untuk Tekan Mobilitas Warga

Megapolitan
Rencana Tarif Parkir Rp 60.000 Per Jam, Wagub DKI: Agar Berpindah ke Transportasi Publik

Rencana Tarif Parkir Rp 60.000 Per Jam, Wagub DKI: Agar Berpindah ke Transportasi Publik

Megapolitan
Polisi: Pelaku Gunakan Revolver dalam Penembakan Pemuda di Taman Sari

Polisi: Pelaku Gunakan Revolver dalam Penembakan Pemuda di Taman Sari

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Warga Tangsel Berusia 18 Tahun ke Atas Digelar 29 Juni, Tersedia 35.000 Dosis

Vaksinasi Covid-19 Warga Tangsel Berusia 18 Tahun ke Atas Digelar 29 Juni, Tersedia 35.000 Dosis

Megapolitan
Sentra Vaksinasi Tanah Abang Layani Warga Luar Jakarta

Sentra Vaksinasi Tanah Abang Layani Warga Luar Jakarta

Megapolitan
Kisah Tragis Donor Emas Monas, Dicap PKI dan Dibui pada Era Orde Baru

Kisah Tragis Donor Emas Monas, Dicap PKI dan Dibui pada Era Orde Baru

Megapolitan
Situs PPDB Banten Eror, Disdik Arahkan Siswa di Tangsel Daftar Offline

Situs PPDB Banten Eror, Disdik Arahkan Siswa di Tangsel Daftar Offline

Megapolitan
37 Warga Warakas Positif Covid-19, PKM Lokal Diterapkan hingga Konsumsi Disiapkan

37 Warga Warakas Positif Covid-19, PKM Lokal Diterapkan hingga Konsumsi Disiapkan

Megapolitan
Polisi: Jenazah Pasien Covid-19 yang Sempat Telantar di Sunter Tak Terdaftar sebagai Warga Setempat

Polisi: Jenazah Pasien Covid-19 yang Sempat Telantar di Sunter Tak Terdaftar sebagai Warga Setempat

Megapolitan
Akui Situs PPDB Gangguan, Dindik Banten Izinkan Orangtua Langsung Datangi SMA di Kota Tangerang

Akui Situs PPDB Gangguan, Dindik Banten Izinkan Orangtua Langsung Datangi SMA di Kota Tangerang

Megapolitan
Pasien Sedih Lihat Banyak Anak Kecil di Wisma Atlet, Ada yang Dipasang Selang

Pasien Sedih Lihat Banyak Anak Kecil di Wisma Atlet, Ada yang Dipasang Selang

Megapolitan
Air Kali Ciliwung Meluap, Permukiman Warga di Kebon Pala Banjir

Air Kali Ciliwung Meluap, Permukiman Warga di Kebon Pala Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X