Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Kompas.com - 05/08/2020, 13:44 WIB
Yusuf Wibisono (kanan) salah seorang pasien sembuh Covid-19 bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Tangerang Selatan saat prosesi pemulangan di Rumah Lawan Covid-19, Selasa (14/7/2020) KOMPAS.com/Tria SutrisnaYusuf Wibisono (kanan) salah seorang pasien sembuh Covid-19 bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Tangerang Selatan saat prosesi pemulangan di Rumah Lawan Covid-19, Selasa (14/7/2020)
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Satuan Gugus Tugas Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan bahwa Rumah Lawan Covid-19 (RLC) akan tetap disiagakan, walaupun nantinya tidak ada lagi pasien positif yang dikarantina.

Koordinator Bidang Penanganan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Tangsel Suhara Manullang mengatakan bahwa RLC tidak akan ditutup selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Arahan dari Ibu Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota, bahwa RLC sampai tahun depan pun akan tetap ada, disiagakan. Cuma nanti bentuknya akan kita bahas lebih lanjut sesuai dengan kondisi," ujarnya saat dihubungi, Rabu (5/8/2020).

Baca juga: Dinyatakan Sembuh, Karyawan hingga Santri yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Menurut Suhara, RLC akan tetap disiagakan karena mempertimbangkan banyaknya warga yang kesulitan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Selain itu, sampai saat ini belum ada kepastian mengenai penemuan vaksin guna mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Pertama, kalaupun tahun depan sudah ketemu vaksin, tetapi kan belum langsung efektif. Yang kedua adalah tidak semua masyarakat itu mampu melakukan karantina mandiri," ungkapnya.

"Jadi walaupun cuma ada satu pasien harus kita layani, kita jaga kehidupannya kan gitu," sambungnya.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Pemkot Tangsel Gelar Upacara HUT Ke-75 RI Secara Terbatas

Suhara mengungkapkan bahwa saat ini hanya tersisa 16 pasien positif Covid-19 yang masih menjalani karantina di RLC Kota Tangsel.

Untuk diketahui, sejak didirikan pada April lalu sampai Rabu ini, RLC Kota Tangsel sudah merawat 201 pasien positif Covid-19.

Sebanyak 183 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh atau negatif Covid-19 berdasarkan hasil swab test.

"Yang masih dikarantina 16 orang di RLC dan ada 4 pasien lain yang dirujuk dari RLC ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan secara medis lebih lanjut," kata Suhara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemilik Bangunan di Jaksel Diminta Tak Parkir Kendaraan di Trotoar

Pemilik Bangunan di Jaksel Diminta Tak Parkir Kendaraan di Trotoar

Megapolitan
Operasi Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182 Resmi Berakhir, 3 Orang Belum Teridentifikasi

Operasi Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182 Resmi Berakhir, 3 Orang Belum Teridentifikasi

Megapolitan
Setahun Covid-19, Kebijakan PSBB Dikenalkan Sebagai Solusi Tekan Penyebaran Kasus Tanpa Harus Lockdown

Setahun Covid-19, Kebijakan PSBB Dikenalkan Sebagai Solusi Tekan Penyebaran Kasus Tanpa Harus Lockdown

Megapolitan
Akui Lecehkan Dua Karyawati di Kantornya, Pelaku: Saya Sedang Mabuk

Akui Lecehkan Dua Karyawati di Kantornya, Pelaku: Saya Sedang Mabuk

Megapolitan
59 dari 62 Korban Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Telah Teridentifikasi

59 dari 62 Korban Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Telah Teridentifikasi

Megapolitan
Pengakuan Korban Pelecehan Seksual oleh Mantan Bosnya di Ancol, Pelaku Sering Bawa Keris

Pengakuan Korban Pelecehan Seksual oleh Mantan Bosnya di Ancol, Pelaku Sering Bawa Keris

Megapolitan
Setahun Covid-19, Jakarta Jadi Provinsi Pertama yang Tutup Sekolah dan WFH

Setahun Covid-19, Jakarta Jadi Provinsi Pertama yang Tutup Sekolah dan WFH

Megapolitan
2 Karyawati Korban Pelecehan Tak Berani Melawan karena Tersangka Punya Senjata Tajam

2 Karyawati Korban Pelecehan Tak Berani Melawan karena Tersangka Punya Senjata Tajam

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19, Wagub DKI: Terpenting Kepatuhan Masyarakat

Setahun Pandemi Covid-19, Wagub DKI: Terpenting Kepatuhan Masyarakat

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19, Orang Nomor 1 Jadi Pasien Pertama Covid-19 di Kota Bogor

Setahun Pandemi Covid-19, Orang Nomor 1 Jadi Pasien Pertama Covid-19 di Kota Bogor

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19, Wali Kota Bekasi Bilang Capek Juga Biayanya

Setahun Pandemi Covid-19, Wali Kota Bekasi Bilang Capek Juga Biayanya

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual terhadap 2 Karyawati di Kawasan Ancol Bermodus Bisa Meramal

Pelaku Pelecehan Seksual terhadap 2 Karyawati di Kawasan Ancol Bermodus Bisa Meramal

Megapolitan
Vaksinasi Lansia di Depok Dibuka,  Bisa Daftar di Puskesmas atau Lewat Situs Ini

Vaksinasi Lansia di Depok Dibuka, Bisa Daftar di Puskesmas atau Lewat Situs Ini

Megapolitan
Kelapa Dua, Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak di Kebon Jeruk Jadi Lokasi Vaksinasi Dinamis

Kelapa Dua, Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak di Kebon Jeruk Jadi Lokasi Vaksinasi Dinamis

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19: Sempat Terjadi Panic Buying karena Khawatir Lockdown

Setahun Pandemi Covid-19: Sempat Terjadi Panic Buying karena Khawatir Lockdown

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X