Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

Kompas.com - 05/08/2020, 16:17 WIB
Warga sekitar Kali Pesanggrahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat bersama petugas pemadam kebakaran menyisir kali setelah ada temuan seekor buaya berukuran 2,5 meter pada pekan lalu, Rabu (5/8/2020). Dok. Pemkot DepokWarga sekitar Kali Pesanggrahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat bersama petugas pemadam kebakaran menyisir kali setelah ada temuan seekor buaya berukuran 2,5 meter pada pekan lalu, Rabu (5/8/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Depok melakukan penyisiran reptil di Kali Pesanggrahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8/2020).

Hal itu dilakukan menyusul temuan seekor buaya berukuran 2,5 meter di Kali Pesanggrahan pada Jumat pekan lalu yang menghebohkan warga.

"Kegiatan ini permintaan warga RT 004 RW 006 Sawangan, menghubungi kami setelah evakuasi penyerahan buaya, supaya diadakan penyisiran buaya baik itu melalui perahu maupun jalan," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana DPKPB Kota Depok, Denny Romulo, Rabu siang.

Baca juga: Warga Sawangan Depok Geger, Muncul Buaya 2,5 Meter di Kali Pesanggrahan

Dalam operasi penyisiran itu, petugas dibantu beberapa pihak lain, antara lain warga setempat, aparat dari kecamatan dan kelurahan, serta babinsa.

"Kebetulan anggota Penanggulangan Bencana Damkar ada dua orang yang mengetahui soal reptil, sudah mendapatkan pelatihan dari pusat, dan sudah biasa evakuasi ular dan buaya," tambah Denny.

Operasi itu berlangsung sepanjang 1 kilometer, dimulai dari Jembatan Hanafi dan berakhir di area Batupayung.

Selama dua jam menyisir Kali Pesanggrahan sepanjang 1 kilometer itu, petugas maupun warga tidak menemukan adanya buaya lagi.

Meski tak menemukan buaya, pada kesempatan itu Denny mengimbau agar warga segera melaporkan ke jajarannya jika suatu hari menemukan buaya atau binatang liar lain berkeliaran di Kali Pesanggrahan.

"Harapannya, khususnya bagi masyarakat Sawangan, kalau ada binatang-binatang apa langsung saja telepon kami, pasti kami akan segera turun," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Megapolitan
Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar 'Rahasia Dapur'

Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar "Rahasia Dapur"

Megapolitan
Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Megapolitan
89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

Megapolitan
Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

Megapolitan
Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Warga DKI Cari Hiburan ke Bodetabek saat PSBB, Wagub: Itu Konsekuensi

Warga DKI Cari Hiburan ke Bodetabek saat PSBB, Wagub: Itu Konsekuensi

Megapolitan
Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Megapolitan
Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 September: Bertambah 130 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 1.275 Pasien Masih Ditangani

UPDATE 29 September: Bertambah 130 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 1.275 Pasien Masih Ditangani

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bogor Cerah

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bogor Cerah

Megapolitan
Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Megapolitan
Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Megapolitan
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X